Connect with us

HEADLINE

DATA: Elektabilitas Pemilu 2019 di Wilayah Bolmong Raya

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Baru-baru ini lembaga survey Center for Alternative Policy (CAP) Manado merilis laporan hasil survei elektablitas Pemilu 2019 untuk wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Sebagaimana dokumen yang diterima oleh Zonautara.com, survei itu dilakukan dengan metode multistage random sampling terhadap pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap KPU di lima kabupaten/kota di BMR.

Dengan tingkat kepercayaan 95%, survei dilakukan dengan teknik metode wawancara langsung yang dipandu kuesioner terhadap 600 responden. Ada sebanyak 45 pertanyaan dengan 36 bahan inti survei untuk menginput perilaku pemilih.

Hasil survei ini sendiri telah disampaikan kepada publik oleh CAP pada 11 November lalu.

Berikut beberapa hasil survei yang diolah kembali oleh Zonautara dengan sajian data visual.


PDI Perjuangan Paling Disukai

PDI Perjuangan merupakan partai yang paling disukai di BMR dengan raihan 46,24 persen, disusul Gerindra (15,19%) dan Partai Golkar (13,69%). Responden yang tidak menentukan jawaban cukup tinggi yakni 16,53%.

Sementara parta-partai baru menempati deretan paling bawah seperti PSI (0,17), Garuda (0,33), dan Berkarya (0,50).

Untuk partai pilihan PDI Perjuangan juga masih merupakan partai yang akan dipilih dengan raihan 39,33 persen, disusul Golkar (12,35) dan Nasdem (7,51). Sementara ada sebanyak 27,55 persen responden tidak menentukan pilihan.


Elektabilitas Parpol

Survei ini juga mencoba melihat elektabilitas partai politik yang akan bertarung di Pemilu 2019 nanti.

Untuk parpol di tingkat kabupaten/kota, lagi-lagi PDI Perjuangan masih digdaya dengan 28,21 persen, disusul Nasdem (10,02) dan Golkar (9.35).  Sementara ada empat partai yang tidak mencapai angka 1 persen, yakni Berkarya (0.17), Garuda (0.17), PBB (0,33) dan PSI (0,17).

CAP menyebutkan bahwa hasil elektabilitas parpol itu tidak bisa menyimpulkan elektabilitas caleg-caleg di kabupaten/kota yang disurvei, karena basis pengambilan sampelnya mesti disesuaikan pada wilayah masing-masing dapil.

Tetapi hasil elektabilitas parpol itu bisa menjadi gambaran betapa pilihan parpol menjadi demikian dinamis (tersebar), karena masuknya pertimbangan pilihan atas figur caleg.

Untuk pilihan  parpol ke provinsi, PDI Perjuangan tetap menjadi parpol yang paling dipilih (31,05%) disusul Golkar (7,51) dan Nasdem (7,01).


Jokowi-Amin Diatas Prabowo-Sandi

CAP juga melihat perilaku pemilu dalam menentukan pilihan terhadap calon presiden dan calon wakil presiden. Dari hasil olah data, pasangan Joko Widodo-Ma’urif Amin unggul 53,09 persen atas pasangan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno (31.39).

Sementara ada sebanyak 15,53% responden tidak memberikan pilihan.

CAP menyebut bahwa raihan pasangan Jokowi-Amin mestinya bisa meraih angka diatas 70%. Hasil survei ini menunjukkan bahwa belum semua parpol pendukung pasangan itu bekerja maksimal.


Muslimah Mongilong Paling Didukung

Untuk calon legislatif, nama Hj. Muslimah Mongilong mampu berada diurutan pertama yang akan dipilih, dengan raihan 10,52 persen pada hasil survei. Menyusul diurutan kedua Rocky Wowor (3,34) dan Yusra Alhabsyi (3,17).

Yang mengejutkan, lebih dari setengah responden belum menentukan sama sekali pilihannya (59,77%). Ini menunjukkan kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh para calon legislatif.


Herson Mayulu dari PDIP Unggul

Untuk calon legislatif yang bersaing merebut kursi di DPR RI, nama Herson Mayulu dari PDIP menjadi pilihan utama responden dengan raihan yang sangat dominan, yakni sebesar 41,24 persen.

Tokoh politik senior BMR, Benny Rhamdani dalam survei itu hanya meraih elektabilitas sebesar 4,67% kalah dari Djelantik Mokodompit dari Golkar (16,19%) dan Kamran Podomi dari Nsdem (8,01%).

Dalam elektabilitas itu pemilih yang belum menentukan pilihan ada sebesar 15,53%.

Hampir semua responden menyatakan keinginannya agar BMR terwakilkan di DPR RI, dengan pilihan setuju sebesar 95,15%.


Tokoh Muda Cherish Mokoagow Paling Diminati

Calon anggota DPD paling muda, Cherish Mokoagouw mampu bertengker diurutan pertama elektabilitas calon anggota DPD untuk Dapil Sulut dengan raihan 14,52%, mampu melangkahi tokoh senior semacam Syachrial Damopolii (9,18%) dan Muh Salim Landjar (4,34%).

Namun raihan itu belum bisa dibanggakan sebab angka responden yang belum menentukan pilihan sangat tinggi, yakni sebesar 67,61%.

Olah data visualisasi dan editor: Ronny Adolof Buol

HEADLINE

Walau belum masuk Indonesia, cacar monyet perlu diwaspadai

Virus penyakit ini menular dari hewan ke manusia.

Published

on

Foto: pexels.com

ZONAUTARA.com – Pada 8 Mei lalu, seorang pria berkebangsaan Nigeria yang berusia 38 tahun dipastikan terinfeksi cacar monyet. Ini kasus infeksi monkey pox pertama kali yang terdeteksi di Singapura.

Pria tersebut tiba di Singapura pada 28 April. Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura, menyebut telah mengkarantina pasien itu di National Centre for Infectious Diseases (NCID) Singapura.

Monkey pox adalah penyakit langka yang disebabkan oleh virus, ditularkan ke manusia dari hewan terutama di Afrika tengah dan barat. Proses perpindahan virus terjadi saat seseorang melakukan kontak dekat dengan hewan yang terinfeksi seperti tikus.

Meski namanya adalah cacar monyet, penyakit ini sebetulnya bukan berasal dari monyet, melainkan dari hewan pengerat seperti tikus dan tupai.

Virus ini teridentifikasi pertama kali pada tahun 1958 dan kasus infeksi ke manusia pertama kali terjadi di Kongo pada tahun 1985.

Pasien yang terjangkit monkey pox menunjukkan gejala demam, sakit, pembengkakan kelenjar getah bening, serta ruam kulit. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia atau bahkan kematian dalam beberapa kasus.

Penularan “dari manusia ke manusia”, dapat terjadi karena adanya kontak dekat dengan sekresi saluran pernapasan penderita. Selain itu, bisa pula disebabkan karena terkontaminasi oleh cairan pasien yang terinfeksi.

Belum masuk Indonesia

Kendati sudah terdeteksi di Singapura, namun Kementerian Kesehatan memastikan penularan cacar monyet belum sampai ke Indonesia.

Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, mengatakan saat ini pihaknya tengah memperketat pengawasan masuknya orang dari pintu-pintu perbatasan baik dari udara maupun laut.

“Kami sudah siagakan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam sebagai salah satu pintu masuk utama dari Singapura. Begitu juga dengan Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang),” ujar Nila di Kantor Staf Presiden (KSP), Selasa (14/5/2019), sebagaimana dinukil dari Beritagar.id.

Pada lokasi-lokasi tersebut, sambung Nila, telah disiapkan alat pendeteksi suhu tubuh khusus yang mampu memberikan sinyal jika seseorang dalam kondisi yang perlu diwaspadai.

“Bentuknya screening demam, ukur temperatur. Seperti CCTV gitu. Jadi kalau Anda demam dan lewat situ, di layar gambarnya jadi merah-merah gitu ya,” kata Nila.

Walau demikian, Nila mengakui bahwa tak semua pelabuhan dan bandara memiliki alat pendeteksi tersebut.

Namun ia memastikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan rumah sakit khusus untuk perawatan jikalau penyakit itu pada akhirnya berhasil masuk ke Indonesia.

Setidaknya ada dua tempat perawatan yang sudah disiapkan pemerintah untuk mengantisipasi jika ada pasien yang tertular. Dua tempat perawatan itu adalah RSUD Embung Fatimah dan RS Otorita Batam (BIFZA).

Menkes juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan dan pola hidup lantaran penyakit ini bisa menular apalagi jika daya tubuh sedang menurun.

Satu hal yang perlu masyarakat ketahui, kata Nila, vaksin untuk penyakit ini belum ditemukan. Sebaliknya, karena penyakit ini disebabkan oleh virus, maka yang perlu dikhawatirkan adalah penyebaran bisa begitu mudah dan cepat. Maka langkah terbaik adalah dengan menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.

“Vaksin ini spesifik untuk satu penyakit. Jadi kita harus menemukan vaksin cacar monyet. Bukan vaksin yang lain. Sampai sekarang seperti ebola atau penyakit lain juga belum ditemukan vaksinnya,” tukasnya.

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading
Advertisement

Trending