Connect with us

Bencana dan Musibah

7 Mahasiswa tewas, 9 luka-luka

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Sebanyak tujuh mahasiswa dilaporkan meninggal dunia akibat terjangan longsor di Pemandian Daur Paris, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Minggu (2/12/2018) pagi.

Kejadian yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB itu ikut juga membuat sembilan orang lainnya mengalami luka-luka.

Dikutip dari Kompas.com, ketujuh orang yang tewas itu merupakan mahasiswa Universitas Prima Indonesia Medan yang sedang berwisata di pemandian itu.

“Korban meninggal dunia dan luka-luka sekarang ada di Rumah Sakit Amanda dan Efarina,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Martin Sitepu ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya dari Medan, Minggu, seperti dilaporkan Antara.

Ketujuh jenazah mahasiswa itu kini sedang berada di RS Amanda, sementara 9 korban yang mengalami cedera berada di dua rumah sakit berbeda.

Sudah lima dari tujuh korban tewas dari musibah itu sudah bisa terindentifikasi, dan dua jenazah lainnya yang berjenis kelamin perempuan belum dapat diindetifikasi.

Beberapa pekan terakhir dilaporkan kawasan Karo dan sekitarnya cenderung mengalami curah hujan yang lebat.

“Tim masih terus melakukan pencarian di lokasi sembari mencari tahu data lebih lanjut. Siapa tau ada korban lainnya,” kata Martin.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bencana dan Musibah

Sempat mati mesin, kapal penangkap ikan diselamatkan Basarnas Manado

Published

on

Foto: Basarnas Manado

MANADO, ZONAUTARA.comBoat rescue KN Bimasena dari Kantor Basarnas Manado melakukan operasi pencarian terhadap kapal penangkap ikan KM Norsledi Bahari.

Kapal berawak 25 orang itu sebelumnya dilaporkan mengalami mati mesin, Selasa (7/5/2019) tengah malam. Informasi kehilangan itu masuk ke Kantor Basarnas Manado pada Rabu (8/5) pukul 02.20 WITA.

KN Bimasena kemudian bertolak dari Dermaga Munte, Likupang, Minahasa Utara melakukan pencarian di lokasi perairan laut Sulawesi Utara pada koordinat seperti yang dilaporkan.

Posisi terakhir kapal ikan yang mengalami musibah tersebut berada pada 13 nautical mile (NM) arah timur laut dari Tanjung Batu Kapal, pulau Lembeh, Bitung. Kapal kala itu dalam perjalanan dari pulau Biaro, Sitaro menuju Bitung.

Setelah melakukan upaya pencarian, rescuer Basarnas Manado kemudian menemukan kapal penangkap ikan dengan panjang 30 meter itu pada posisi 39 derajat dari Pelabuhan Bitung pada jarak 25 NM.

Sewaktu ditemukan, KM Norsledi Bahari bersama KN Sinar Bahari II. Kapal yang mengalami mati mesin itu kemudian ditarik menuju Bitung.

“Kapal sudah berhasil diselamatkan, dan semua anak buah kapal dalam keadaan selamat,” ujar Kepala Kantor Basarnas Manado, Gede Darmada, Rabu (8/5).

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com