Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

Bencana dan Musibah

6 Kecamatan terdampak letusan gunung api Soputan

Published

on

MINAHASA TENGGARA, ZONAUTARA.com – Sebanyak enam kecamatan di Minahasa Tenggara terdampak letusan gunung api Soputan. Tiga dari enam kecamatan itu terdampak cukup parah, yakini Tombatu Utara, Tombatu Timur dan Pasan.

Di desa Liwutang, kecamatan Pasan, debu menutupi permukaan jalan dan tumbuhan. Debu juga terlihat jatuh di atap rumah warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Tenggara telah turun membagikan masker kepada warga. Sebanyak 20 ribu masker sudah dibagikan hingga Minggu (16/12/2018) sore.

Jumlah jiwa di enam kecamatan terdampak itu sebanyak 54 ribu. Masih terdapat kekurangan masker.

Soputan erupsi sejak Minggu subuh dan kolom abu vulkanik terus teramati hingga malam hari. Dari Pos Pengamatan Gunung Api Soputan di Silian terlihat api keluar dari kawah Soputan.

Sejauh ini belum ada laporan tentang korban jiwa.

“Warga dihimbau untuk tidak beraktifitas di dalam radius 4 kilometer dari kawah,” ujar Kepala Pos Pengamatan Asep Syaifullah.

Bencana dan Musibah

Sempat mati mesin, kapal penangkap ikan diselamatkan Basarnas Manado

Published

on

Foto: Basarnas Manado

MANADO, ZONAUTARA.comBoat rescue KN Bimasena dari Kantor Basarnas Manado melakukan operasi pencarian terhadap kapal penangkap ikan KM Norsledi Bahari.

Kapal berawak 25 orang itu sebelumnya dilaporkan mengalami mati mesin, Selasa (7/5/2019) tengah malam. Informasi kehilangan itu masuk ke Kantor Basarnas Manado pada Rabu (8/5) pukul 02.20 WITA.

KN Bimasena kemudian bertolak dari Dermaga Munte, Likupang, Minahasa Utara melakukan pencarian di lokasi perairan laut Sulawesi Utara pada koordinat seperti yang dilaporkan.

Posisi terakhir kapal ikan yang mengalami musibah tersebut berada pada 13 nautical mile (NM) arah timur laut dari Tanjung Batu Kapal, pulau Lembeh, Bitung. Kapal kala itu dalam perjalanan dari pulau Biaro, Sitaro menuju Bitung.

Setelah melakukan upaya pencarian, rescuer Basarnas Manado kemudian menemukan kapal penangkap ikan dengan panjang 30 meter itu pada posisi 39 derajat dari Pelabuhan Bitung pada jarak 25 NM.

Sewaktu ditemukan, KM Norsledi Bahari bersama KN Sinar Bahari II. Kapal yang mengalami mati mesin itu kemudian ditarik menuju Bitung.

“Kapal sudah berhasil diselamatkan, dan semua anak buah kapal dalam keadaan selamat,” ujar Kepala Kantor Basarnas Manado, Gede Darmada, Rabu (8/5).

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending