Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Jelang Natal, harga daging babi rata-rata Rp 60 ribu

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Dua hari menjelang Natal, harga daging babi di beberapa pasar tradisional di Manado terpantau pada kisaran harga rata-rata Rp 60 ribu per kilogram.

“Ini masih normal, besok akan naik, karena sudah mau Natal,” ujar Mike Kaeng, salah satu pedagang di Pasar Karombasan, Minggu (23/12/2018).

Harga itu juga dipatok oleh pedagang di Pasar Bersehati. Untuk harga hati babi dipatok Rp 25 ribu per kilogram, sedangkan kepala babi dijual Rp 30 ribu per kilogram.

Menurut para pedagang daging, pasokan daging babi cukup lancar. Mereka mengambilnya dari peternak di Minahasa dan Tomohon.

Di swalayan modern seperti di Transmart Carrefour harga daging babi panggang dijual seharga Rp 132.500 per kilogram.

Daging babi merupakan salah satu kebutuhan Natal yang paling dicari di pasar, selain bahan makanan lainnya.

Biasanya sehari menjelang Natal, para penjual daging babi menjualnya tidak hanya di pasar tetapi di tepi jalan raya.

Peliput Gita Waloni
Editor: Ronny Adolof Buol

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ekonomi dan Bisnis

Inflasi IHK Juni 2019 Terkendali

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sampai Juni 2019 terkendali pada level 3,28 persen secara year on year (y o y), ditopang tetap terjaganya inflasi pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir. Hal tersebut telah menjadi kesepakatan antara Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sebagai langkah strategis untuk menjaga agar inflasi IHK tetap terkendali dan berada dalam kisaran sasaran 3,5±1 persen pada tahun 2019.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, pencapaian ini tidak terlepas dari sinergi kebijakan moneter dan fiskal dalam mengelola kondisi makroekonomi yang sehat serta kebijakan struktural, termasuk pembangunan infrastruktur di berbagai daerah yang memperbaiki konektivitas dan kelancaran distribusi barang dan jasa.

“Ke depan, BI dan Pemerintah di tingkat pusat dan daerah akan terus memperkuat koordinasi kebijakan melalui berbagai langkah strategis guna terus membawa inflasi dalam tren menurun dalam kisaran 3,0±1 persen pada 2020 dan 2021, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkesinambungan, seimbang, dan inklusif,” kata Onny melalui siaran pers rapat koordinasi antar-pimpinan lembaga dan kementerian yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), di Jakarta, Rabu (10/07/2019).

Dijelaskannya,langkah strategis yang disepakati untuk menjaga inflasi 2019 dalam kisaran sasaran, difokuskan pada upaya untuk mengendalikan inflasi komponen bergejolak (volatile food)  maksimal 5 persen. Kebijakan ditempuh melalui kebijakan utama 4K atau Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif dengan fokus pada Ketersediaan Pasokan dan Kelancaran Distribusi.

“Kebijakan tersebut termasuk untuk mengantisipasi tantangan yang dapat memengaruhi prospek inflasi volatile food, di antaranya gangguan cuaca akibat kemarau yang lebih panjang serta ketersediaan pangan antar-waktu dan antar-wilayah,” jelasnya.

Rapat koordinasi juga menyepakati untuk terus memperkuat koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam pengendalian inflasi melalui penyelenggaraan Rakornas Pengendalian Inflasi dengan tema Sinergi dan Inovasi Pengendalian Inflasi untuk Penguatan Ekonomi yang Inklusif. Momentum tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku ketua TPIP dan dihadiri oleh Gubernur BI, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Wakil Menteri Keuangan.

Selain itu, ada juga Kepala Badan Pusat Statistik, Direktur Utama Perum Bulog, serta para Pejabat Eselon I dan II dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, serta Sekretaris Kabinet. ​

Editor: Rahadih Gedoan

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com