Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Gelar workshop film pendek di Manado, VIU konsentrasi pada generasi milenial

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Shorts Movie atau film pendek sedang menjadi trend saat ini. Tak sedikit generasi milenial mengandrungi film pendek sebagai bahan kreatifitas dan apresiasi diri.

Melihat perkembangan itu, VIU yang merupakan platform video yang sudah beroperasi di 16 negara menggelar sebuah Workshop film pendek di Manado dengan sasaran kaum milenial.

Mengusung tema “Urban Legend” VIU ingin anak muda saat ini bisa memproduksi film pendek yang bercerita tentang kota dimana mereka tinggal dan beraktifitas.

“Temanya soal urban, Genre filmnya bisa apa aja, horor, komedi atau action. Atau bisa juga mengangkat mitos – mitos yang ada di kota Manado atau Sulawesi Utara,” ungkap Afdal yang merupakan Koordinator VIU.

Manado VIU shorts movie digelar dari Senin (7/1/2019) sampai Jumat (18/1/2019), dengan berbagai materi antara lain penulisan skenario, sinematografi, persiapan produksi, dan produksi film pendek.

VIU Shorts Movie Manado yang dilaksanakan di kairagi ini (Satu Tampa Makang Resto) diikuti oleh beberapa siswa Sekolah Menengah Atas seperti di SMK 5 Manado, SMA Eben Heazer Manado dan juga mahasiswa, komunitas seperti Komunitas Fotografer Manado serta dan beberapa freelancer.

Editor: Ronny Adolof Buol

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ekonomi dan Bisnis

Gojek dapat Rp 119 Triliun dari Gopay dan GoFood

Published

on

ZONAUTARA.com – CEO Gojek Nadiem Makarim mengungkapkan pendapatan perusahaan rintisan yang didirikannya itu. Menurutnya transaksi Gojek kini telah mencapai Rp 127 triliun.

Dari transaksi sebesar itu, ternyata sumbangan terbesar datang dari layanan Gopay dan GoFood, dengan total Rp 119,1 triliun.

Saat ini layanan pengantaran makanan (GoFood) mampu menghasilkan US$2 miliar atau Rp 28,7 triliun. Sementara untuk layanan pembayaran (GoFood) menghasilkan US$6,3 miliar (Rp90,4 triliun) per tahun.

Makarim menjelaskan bahwa perusahaannya tidak berharap layanan transportasi online (GoRide dan GoCar) memberikan keuntungan bagi perusahaannya jika melakukan IPO.

“Aset yang sangat kuat dari Gojek, kami tidak perlu layanan transportasi online jadi menguntungkan terlebih dulu,” jelas CEO Makarim dalam wawancaranya dengan Nikkei Asian Review, Rabu (29/5), seperti dikutip dari CNN Indonesia.

“Transportasi online […] hanya menyumbang kurang dari seperempat dari total transaksi Gojek. Makanan sangat besar dan pembayaran lebih besar lagi,” tuturnya.

“Kami membangun bisnis ini dengan asumsi kalau transportasi online hanya akan mencapai titik impas (break even point),” lanjutnya lagi ketika menerangkan ini adalah skenario dasar mereka.

Walaupun demikian, Makarim menegaskan bahwa layanan transportasi online adalah sumber awal pendapatan mereka, terutama GoRide. Layanan ini yang paling sering dipakai dan yang paling banyak menarik pengguna bagi aplikasi mereka.

Gojek telah mendapat suntikan modal dari Google sebesar US$500 juta yang membuat perusahaan ini menjadi rekan terbesar Google di Asia Tenggara.

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading
Advertisement

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com