Connect with us

Lingkungan dan Konservasi

Wowor: hentikan reklamasi di Pantai Malalayang

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Tuntutan warga agar reklamasi pantai di Malalayang II, Manado segera dihentikan, ditanggapi Komisi II bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Sulawesi Utara.

Melalui Sekretaris, Rocky Wowor, Komisi II menyatakan dukungan terhadap aspirasi masyarakat tersebut.

“Jika memang telah terjadi pengrusakan ekosistem dan terumbu karang, reklamasi harus dihentikan,” tegas dia, Senin (7/1/2019).

Politisi PDIP itu, mengatakan keberadaan terumbu karang dilindungi undang-undang, apapun tujuannya tidak dibenarkan, dan tidak boleh dibenarkan adanya reklamasi di wilayah terumbu karang.

“Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tTentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau kecil, Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2007 tentang Konservasi Sumber Daya Ikan dan beberapa peraturan lainnya tegas mengatur ini,” terang politisi muda dari daerah pemiihan Bolmong Raya itu.

Karena itu, menurut Wowor, selaku komisi yang membidangi ini, pihaknya meminta agar intansi terkait segera bertindak.

“Jika memang perlu, hentikan dan tutup kegiatan reklamasi tersebut,” tegas dia. (K-02)

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Lingkungan dan Konservasi

Nelayan diterkam buaya di atas perahunya

Di pulau Balabac itu sudah sering terjadi orang menjadi korban dimakan buaya.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.com – Kejadian orang diterkam buaya kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang nelayan berusia 20 tahun di pulau Balabac, Palawan, Filipina.

Sebagaimana yang dilaporkan AFP , buaya air asin itu menarik secara tiba-tiba korban dari atas perahunya, usai memancing bersama salah satu temanya pada Selasa (8/10/2019).

Kepolisian daerah setempat, Socrates Faltado memberi keterangan bahwa keberadaan korban baru diketahui saat penduduk setempat, menemukan tubuh korban di dalam mulut buaya pemangsa itu.

Faltado menambahkan, buaya yang telah memangsa nelayan itu kemudian dibunuh dengan bahan peledak.

Di pulau Balabac telah banyak kali terjadi warga setempat menjadi korban terkaman buaya.

Juru bicara lembaga pemerintah yang mengurusi konservasi hewan, Jovic Fabello mengungkapkan, bahwa beberapa tahun lalu ada dua orang juga yang diterkam buaya. Keduanya tewas.

Awal tahun ini, seorang remaja berusia 15 tahun ikut menjadi korban buaya. Dan sebelum kejadian ini, ada seorang bocah berusia 10 tahun juga menjadi korban dimakan buaya.

“Kami harus mencari penyebab dari insiden ini yang salah satunya mungkin disebabkan karena perusakan habitat. Buaya-buaya itu hampir tidak punya tempat tinggal dan tidak punya cukup makanan di habitatnya,” kata Fabello.

Fabello menjelaskan, insiden buaya dengan manusia ini terjadi di tengah persaingan tempat hidup. Penduduk tidak mau mengalah dengan habitat buaya yang populasinya semakin banyak.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com