Connect with us

KABAR DARI PALU

MS Radio, mengudara setelah dijarah

Published

on

zonautara.com

PALU – Michael V. Runtuwene, berjibaku di ruang siar Radio MS. yang berdinding gelap abu-abu. Musik pop Barat mengalun dari seperangkat komputer, menghibur sore di Kota Palu yang mendung.

Di ruang 3×3 meter itulah, setiap harinya Michael dan beberapa penyiar menyapa pendengarnya. Memutar musik sembari bertukar informasi tentang kondisi pengungsian, talkshow dengan narasumber terkait, serta literasi mitigasi.

Ruangan itu sejatinya adalah bekas kamar tidur Michael saat masih remaja. Agar demi radionya bisa kembali mengudara, ia memoles sedemikian rupa ruangan itu hingga tampak baru seperti sekarang.

Radio MS awalnya menempati lantai atas Palu Grand Mall, di Kelurahan Lere. Namun, karena dekat dengan Teluk Palu, membuat mall tersebut terdampak tsunami pada 28 September 2018.

Kondisi stasiun itu, sebenarnya selamat, termasuk para kru. Sebab beberapa menit sebelum gempa, penyiar Radio MS telah menghentikan siaran on air. Mereka hanya memutar lagu-lagu hingga jam 19.00 WITA.

Beberapa jam setelah bencana, aksi penjarahan mulai marak di sejumlah tempat. Termasuk di pusat perbelanjaan Palu Grand Mall.

Michael hendak menengok kantornya beberapa hari setelah gempa. Namun ia urung karena kerusakan gedung tidak memungkinkannya naik ke lantai atas. Apalagi ia melihat banyak orang yang naik-turun ke gedung sambil membawa berbagai barang.

Beberapa hari kemudian, ia pun kembali mendatangi Grand Mall bersama Fitri Mastura, pemilik MS Radio. Saat mereka mengecek kondisi kantor itulah, seluruh peralatan siaran telah habis dijarah, menyisakan menara, kursi serta meja.

”Yang lain habis semua,” kata Michael, General Manajer Radio MS.

Saat itu, mereka sempat pesimis melihat kondisi Radio. Michael bahkan sempat berkata, bahwa itu adalah masa MS Radio sudah berakhir.

“Sepertinya tidak mungkin untuk kembali bersiaran. Apalagi kondisi Palu Grand Mall yang lumpuh total,” katanya.

Belum lagi, sebagian besar kru radio lainnya masih fokus untuk menyelamatkan diri dan keluarga masing-masing. Sehingga sama sekali tidak berpikir untuk mengaktifkan radio kembali.

“Biar mau dikasih uang 1 miliar saat itu, tapi mau beli peralatan dimana. Tidak ada toko buka saat itu, apalagi toko yang menjual perangkat siaran,” ucapnya.

Di tengah kepasrahan itu, lalu datang seorang donatur yang menyumbang sejumlah peralatan agar MS Radio cepat mengudara. Sebab di situasi bencana, radio amat dibutuhkan sebagai media informasi bagi para penyintas.

Bantuan lain juga datang dari beberapa pihak. Termasuk dari sejumlah stasiun radio lainnya yang berada di Kota Palu. Bantuan dari sejumlah pihak itu mampu memperpanjang napas radio yang mengudara di gelombang 98,3 FM.

Dengan keterbatasan akses transportasi saat itu, perlengkapan radio diangkut dari luar kota dengan pesawat Hercules. Bahkan untuk penginstalan perangkat radio dan pemasangan tower, MS Radio harus memanggil dan memberangkatkan tiga orang teknisi dari Jakarta.

“Semua teknisi di Palu dihubungi tapi tidak ada respon. Terpaksa kami bawa tiga orang teknisi dari Jakarta,” kata Michael.

Pada tanggal 15 Oktober 2018, radio ini resmi mengudara meski pada awalnya hanya sekadar uji siaran pasca bencana. Saat mulai kembali mengudara, MS Radio berfokus kepada pemberian konten yang berkaitan dengan mitigasi bencana hingga saat ini.

MS Radio terpaksa menggunakan rumah Michael karena Palu Grand Mall masuk zona rawan bencana. Apalagi tidak ada aliran listrik yang mengalir.

“Karena kondisinya mendesak agar kami bisa cepat mengudara, yakhirnya sementara pakai rumah saya,” jelas Michael.

Untuk saat ini, Radio MS membuka lowongan kerja untuk penyiar dan staf radio. Sebab banyak dari pegawai mereka yang mengungsi dan beberapa di antaranya enggan tinggal lagi di Palu.[]

Reporter: Zulrafli Aditya
Editor: Ika Ningtyas

Bagikan !
Kabar Dari Palu



Konten dalam artikel ini direpublish dari Halaman Facebook Kabar Sulteng Bangkit

Kabar Sulteng Bagnkit adalah media tempat berbagi kabar tentang Palu dan sekitarnya pascabencana alam pada 28 September 2018. Halaman ini dikelola oleh AJI Indonesia dan Internews dengan melibatkan para jurnalis anggota AJI Palu.
Ingin menghubungi redaksi atau memberikan informasi terkait penanganan pascabencana silahkan kontak WA: 0813-4466-5586 atau Email: [email protected]


Hosting Unlimited Indonesia

KABAR DARI PALU

Jalan panjang, mendapatkan santunan duka

Published

on

PALU – Santunan duka untuk korban bencana secepatnya akan dicairkan. Namun sebelum mengarah kesana, pemerintah ingin memastikan, calon penerima adalah ahli waris yang sebenarnya. Karena itu, pemerintah kota akan melakukan verifikasi kembali untuk mendapatkan data ahli waris yang akurat.

Banyak tahapan yang harus dipenuhi calon penerima sebelum dana santunan duka itu diserahkan. Kepala Bappeda Kota Palu, Arfan dalam rapat percepatan penyaluran, Rabu 6 Februari 2019 di Kantor Wali Kota Palu, menjelaskan, selain syarat administrasi calon penerima, pemerintah harus terlebih dahulu menyusun struktur kelembagaannya.

Antara lain:
Pembentukan tim verifikasi dan validasi sebanyak 45 orang. Tim terdiri dari dinas sosial, dinas catatan sipil, Tagana, tenaga pelopor Babinsa (TNI) serta Bhabinkamtibmas (Polri).


Kemudian penyiapan formulir pendataan verifikasi dan validasi korban bencana. Selanjutnya, melakukan koordinasi dengan lurah setempat untuk memastikan korban meninggal dan yang hilang.

Arfan menyebutkn, untuk memastikan korban telah meninggal dunia harus mengantongi bukti berupa surat pernyataan dari keluarga atau pemerintah setempat.

Setelah itu, harus dipastikan pula bahwa korban telah dimakamkan dalam pemakaman massal melalui koordinasi kepolisian setempat. Berikutnya, menetapkan SK Tim verifikasi dan validasi korban.

Kemudian pemerinyah (masih dibahas apakah, Pemprov, Pemkot atau Pemkab) akan membuat surat kepada Kepala BNPB untuk pelibatan Danrem dan Kapolda dalam proses verifikasi dan validasi.

Setelah itu baru melaksanakan verifikasi. Jangka waktunya selama lima hari.

Usai verifikasi, lalu membuat berita acara serah terima hasil verifikasi dan validasi korban, antara dinas sosial tingkat provinsi dan Kabupaten/kota dan Kemensos sebagai dasar penetapan SK bupati/wali kota.

Selesai di tingkat ini, berikutnya adalah mengusulkan dana santunan ahli waris kepada Kepala BNPB dan Menteri Keuangan.

Arfan menjelaskan, Surat keterangan (SK) ahli waris menjadi salah satu syarat penting bagi keluarga korban meninggal dunia akibat bencana untuk memperoleh dana santunan duka dari pemerintah.

Untuk mendapat SK ahli waris, keluarga korban bisa segera melakukan konfirmasi ke kantor kelurahan sesuai alamat masing-masing. Kesempatan ini akan kembali dibuka sebagai upaya validasi dan verifikasi kebenaran data keluarga korban yang dinyatakan meninggal dunia akibat bencana.

Menurut Arfan, data korban jiwa, meninggal dan hilang yang telah ditetapkan sebelumnya, akan dikembalikan kepada pemerintah kelurahan masing-masing untuk kepentingan verifikasi ulang. ”Kalau perlu ditempel di kantor masing masing-masing. Lalu verifikasi lagi siapa yang meninggal dan siapa yang hilang,” jelas Arfan.

Bila perlu katanya, pejabat lurah bisa mengundang kembali warga yang telah melaporkan keluarganya yang meninggal. Ini dimaksudkan, untuk memastikan kelengkapan persyaratan dalam memperoleh dana santunan tersebut.

“Pastikan ada keterangan kematian. Keterangan ahli waris dan status hubungan darah dengan korban yang dilaporkan meninggal,” sebutnya.

Jika warga belum memiliki keterangan ahli waris. Maka warga bersangkutan bisa memohon kepada pemerintah kelurahan. Proses penerbitan keterangan ahli waris akan dikeluarkan oleh lurah dan disaksikan camat.

Syarat Ahli Waris antara lain:

-Surat keterangan ahli waris 
-kartu tanda penduduk 
-kartu keluarga 
-surat keterangan kematian 
-KTP dan KK korban yang meninggal
-Surat keterangan dari pemerintah setempat tentang korban 
-Nomor rekening Bank Mandiri

Di forum ini juga masih dibahas apakah, rekening bank mandiri dibuat secara kolekktif atau diserahkan pada masing-masing ahli waris.


Bagi ahli waris yang anggota keluarganya hilang dan belum ditemukan tetap akan mendapat santunan duka sesuai ketentuan.

Berkaitan dengan proses verifikasi dan validasi, Pemkot menekankan pejabat lurah harus benar benar cermat dalam mengeluarkan keterangan ahli waris tersebut.

“Jangan sampai nanti ini menimbulkan masalah,” pungkasnya.

Penulis: Hamdi
Foto: Dok SAR
Editor: Yardin Hasan

Bagikan !
Kabar Dari Palu



Konten dalam artikel ini direpublish dari Halaman Facebook Kabar Sulteng Bangkit

Kabar Sulteng Bagnkit adalah media tempat berbagi kabar tentang Palu dan sekitarnya pascabencana alam pada 28 September 2018. Halaman ini dikelola oleh AJI Indonesia dan Internews dengan melibatkan para jurnalis anggota AJI Palu.
Ingin menghubungi redaksi atau memberikan informasi terkait penanganan pascabencana silahkan kontak WA: 0813-4466-5586 atau Email: [email protected]


Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com