Connect with us

Bencana dan Musibah

6 orang tewas akibat banjir dan longsor di Gowa, MDMC Sulsel bergerak bantu korban

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sulawesi Selatan (Sulsel) ikut bergerak membantu korban terdampak bencana banjir dan longsor di Gowa.

Salah satu agenda yang langsung dilakukan adalah pendirian pos koordinasi (poskoor) dan pembentukan pos pelayanan (posyan).

Hasil keputusan rapat MDMC Sulsel, salah satunya adalah melibatkan semua potensi Muhammadiyah yang ada di seluruh Sulsel.

Dari rilis yang diterima Zonautara.com, poskoor didirikan di jalan Perintis Kemerdekaan KM 10 No 38 Makassar. Adapun yang diserahi tanggungjawab adalah Pimpinan wilayah Muhammadiyah Sulsel yang diketaui Yahya selaku Ketua MDMC Sulsel.

Rilis itu juga menyebutkan bahwa saat ini sudah ada 9 titik posyan yang didirikan, diantaranya di PDM Makassar, PDM Gowa, PDM Takalar, PDM Jeneponto, PDM Maros, PDM Pangkep, PDM Barru, PDM Soppeng, dan PDM Wajo.

Sekretaris MDMC Sulsel Haeruddin Makkasau bahwa sementara telah terbentuk beberapa posyan dari 9 posyan PDM Muhammadiyah Kabupaten/Kota yang terdampak di Sulawesi Selatan.

Beberapa tim medis juga sudah diterjunkan ke lokasi bencana, dibawah koordinasi Dr. Nasrullah, Sp.Og. Selain menyiapkan tim medis, MDMC Sulsel juga menyiapkan tim SAR, asesmen, data informasi dan publikasi, dapur umum, SDM dan logistik, hunian serta transportasi untuk menunjang kegiatan di lapangan.

“Untuk saat ini kami laporkan bahwa intensitas hujan masih lumayan tinggi, dan baru sore hari ini ada tanda-tanda cerah. Umumnya titik lokasi banjir genangan masih tinggi. Di jalan protokol Jl. Perintis menuju PWM saja banjir masih setinggi lutut kaki orang dewasa,” jelas Haeruddin.

Evakuasi warga dan penyaluran bantuan masih sulit dilakukan karena keterbatasan peralatan dan tenaga. Evakuasi juga terhambat tingginya dan derasnya arus banjir.

6 warga tewas

Sejak Selasa (22/1/2019) siang, banjir bandang menerjang Kabupaten Gowa di Sulawesi Selatan. Sejumlah permukiman warga di sebagian wilayah Kota Makassar juga terendam banjir.

Viva News melaporkan sudah ada enam orang yang dilaporkan tewas akibat bencana ini. Sementara ada empat jembatan yang putus diterjang banjir hinga setinggi 1 meter.

Dari laporan Tribbun Makassar wilayah yang tergenang banjir meliputi kecamatan Pallangga, Tompobulu, Pattallassang, Sombaopu, Barombong serta Bontomarannu.

Ada dua sumber air yang mengalir ke sungai Jenneberang hingga akhirnya meluap, dikarenakan hujan dalam intensitas tinggi terus turun sejak Selasa dinihari.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bencana dan Musibah

Tiga nelayan asal Lembeh hilang di perairan Belang

Published

on

MITRA, ZONAUTARA.com Tiga orang nelayan asal Pulau Lembeh dilaporkan hilang di perairan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Ketiga korban yang dilaporkan hilang tersebut, yakni Jumaat Panura (45), Sopkia Sumihi (40) dan Reumer Pandensolang (60).

Laporan hilangnya ketiga korban tersebut diterima Basarnas Manado, pada Kamis (11/7/2019).

Para nelayan tersebut dilaporkan pergi melaut sejak Senin (8/7), dengan menggunakan ponton rakit di tempat mereka biasa memancing.

Namun, pada Rabu (10/7), saksi yang merupakan tetangga korban menuturkan, dirinya melihat perahu terikat pada rakit, namun korban sudah tidak berada di atas rakit. Hingga saat ini, para korban belum kembali ke rumah.

Kepala Kantor Basarnas Manado Gede Darmada mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Patroli (Satrol) TNI AL untuk membantu pencarian tiga nelayan tersebut.

Menurut dia, Satrol TNI AL menggerakan satu kapal yang dinahkodai Lettu Laut (P) Irwansyah, telah bersama-sama dengan anggota Basarnas melaksanakan pencarian.

“Saat ini, Pos Sar Amurang sudah bergerak melaksanakan pencarian bersama Tim SAR Gabungan, dengan unsur potensi yang terlibat TNI AL, Polair Ratahan, masyarakat serta keluarga korban. Namun masih belum adanya penemuan tanda-tanda korban,” ujarnya.

Di hari ke-2, Tim Rescue masih melanjutkan pencarian dengan menggunakan truk dan Rubber boat Basarnas, speedboat Polair dan kapal TNI AL Tedong Naga.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com