PALU – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulawesi Tengah, mencatat, sebanyak 28 kasus kekerasan menimpa perempuan dan anak di shelter pengungsian hingga akhir Januari 2019.

Jumlah itu meningkat dari 18 kasus serupa yang dilaporkan sejak Oktober hingga November 2018. Kekerasan itu meliputi kekerasan seksual, kekerasan fisik, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulawesi Tengah, Maya Malania Noor pada pembukaan Workshop Sensitisasi Gender dan Pelatihan Gender Base Violence (GBV), Senin, 28 Januari 2019 di Swisbel Hotel, Kota Palu.

” Kasus-kasus kekerasan tersebut dilaporkan oleh pengelola tenda ramah perempuan yang saat ini berdiri di 12 titik,” kata Maya, Senin kemarin.

Menurut Maya, upaya penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya melibatkan kaum perempuan. Tetapi juga melibatkan kaum laki-laki.

“Sebagian besar pelaku kekerasan adalah kaum laki-laki. Meski pula ada laki-laki sebagai korban dan pelakunya adalah perempuan misalnya pada kasus KDRT,” kata dia.

Spesialis Gender UNFPA, Risya A. Kori mengatakan, ancaman kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin tinggi saat warga menghuni huntara.

“Dengan hanya satu bilik di huntara itu berbahaya bagi perempuan dan remaja perempuan,” kata dia.

Menurut Risya, UNFPA bersama pemerintah berkomitmen mengadopsi huntara berbasis gender untuk melindungi perempuan. Begitupula dengan tenda ramah perempuan sebagai tempat memberikan langkah psikososial bagi perempuan yang menjadi korban kekerasan.

Meski begitu, pemerintah diharapkan lebih responsif secara mandiri dalam memberikan perlindungan pada perempuan dan anak. Karena dukungan lembaga seperti UNFPA berumur singkat.

“Kalau didampingi terus itu menunjukkan pemerintahnya yang lambat mandiri,” kata Risya. UNFPA akan memberikan pendampingan sampai akhir tahun 2019.[]

Reporter dan Foto : Pataruddin
Editor: Ika Ningtyas




=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id