Connect with us

Hukum dan Kriminal

Satres Narkoba Polres Minsel gagalkan aksi penyelundupan 1000 liter miras “cap tikus”

Published

on

zonautara.com

MINSEL, ZONAUTARA.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Minahasa Selatan mengamankan minuman keras (miras) tanpa ijin jenis “cap tikus” sebanyak 1000 liter pada Selasa malam (29/01/2019);

Miras tersebut hendak diselundupkan ke daerah Propinsi Gorontalo.

Diketahui ribuan liter miras Cap Tikus ini dikemas dalam 80 kantong plastik yang diangkut menggunakan kendaraan pick up Suzuki Carry nomor polisi DM 8356 BE, dari arah Kecamatan Tombatu, Minahasa Tenggara.

Kasat Res Narkoba Polres Minsel Iptu Denny Tampenawas saat dikonfirmasi menerangkan bahwa pihaknya berhasil mengamankan ribuan liter Cap Tikus tanpa ijin ini setelah melakukan upaya penyelidikan dengan didukung informasi masyarakat.

“Saat ini kendaraan bersama ribuan liter miras dan pemilik atas nama lelaki BT alias Boni, warga Gorontalo, telah kami amankan untuk proses penyidikan,” ujar Tampenawas.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Advertisement
3 Comments

3 Comments

  1. Pingback: i99bet

  2. Pingback: direct print cornhole board

  3. Pingback: Replica Watch

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hukum dan Kriminal

Imbas kerusuhan di Lapas Manado, ada narapidana meninggal

Kerusuhan terjadi pada Sabtu, 11 April 2020.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.COM – Satu warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado meninggal dunia imbas kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (11/4/2020).

Belum diketahui apakah narapidana tersebut meninggal saat sedang terjadi kerusuhan atau ketika dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulut, Lumaksono saat ditanyakan tentang kejadian tersebut tidak mengelak.

“Tapi kita belum bisa memastikan penyebab kematiannya, apakah karena sedang sakit atau akibat kekerasan,” ujar Lumaksono, Minggu (12/4) saat dikonfirmasi wartawan.

Narapidana yang dimaksud bernama Edgar Atnas, berusia 39 tahun, warga negara Filipina dengan kasus pidana perlindungan anak.

“Kita juga akan memastikan apakah dia warga negara asing atau sudah menjadi warga negara Indonesia,” jelas Lumaksono.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com