Connect with us

ZONA DAERAH

Gedung Olahraga Babe Palar diresmikan

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comSatu lagi fasilitas publik hadir di Kota Tomohon. Setelah Menara Alfa Omega, serta Mal Pelayanan Publik Wale Kabasaran dan Taman Kabasaran, kini Gedung Olahraga (GOR) juga dimiliki oleh Kota Tomohon.

Fasilitas penunjang olahraga yang dinamakan Gedung Olahraga Babe Palar dan terletak di wilayah Stadion Parasamya, Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan tersebut diresmikan, Rabu (20/2/2019).

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman didampingi Wakil Wali Kota (Wawali) Syerly Adelyn Sompotan meresmikan langsung bangunan yang dibangun sejak tahun 2018 oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tersebut.

Sebelum diresmikan dan dilakukan pengguntingan pita, Gedung Olahraga Babe Palar tersebut ditahbiskan oleh Pendeta Roy Tamaweol MTh.

Kepala Dinas PUPR Joice CL Taroreh dalam laporannya mengatakan, dibangunnya Gedung Olahraga Babe Palar ini sebagai salah satu perwujudan misi pembangunan di Kota Tomohon, yakni untuk membangun manusia yang sehat.

Menurut dia, Pemkot Tomohon terus berupaya untuk membangun fasilitas olahraga dan lokasi pelaksanaan lomba olahraga, serta menata fasilitas olahraga di lokasi-lokasi strategis di Kota Tomohon.

“Pembangunan gedung olahraga ini dimaksud untuk membangun dan meningkatkan kuantitas sarana dan prasarana olahraga, serta menyediakan fasilitas publik yang mendukung masyarakat untuk berolahraga,” ujar Taroreh.

Selain itu, kata dia, kehadiran Gedung Olahraga Babe Palar juga bertujuan untuk mendorong minat masyarakat agar berolahraga, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Dia menjelaskan, bangunan gedung olahraga tersebut berukuran 48×30 meter dan tinggi 9 meter dan dibangun dengan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Tomohon tahun 2019 sebesar Rp14,9 miliar.

“Gedung olahraga indoor ini bisa digunakan oleh berbagai cabang olahraga (cabor) yang dapat dipakai bersamaan atau bergantian dengan berbagai fasilitas penunjang,” jelasnya.

Pihaknya pun berterima kasih kepada Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon yang sudah mendampinginya dan mendukung seluruh proses pelaksanaan pembangunan GOR.

Editor : Christo Senduk

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Zona Bolmong Raya

Mutasi jabatan di Bolmong terganjal assessment

Masaih ada 15 pejabat yang belum ikut assessment.

Published

on

Bupati Bolmong, Yasto Soepredjo. (Foto: Zonautara.com/Itd)

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Isyarat mutasi jabatan di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) yang rencana digelar pasca libur dan cuti bersama lebaran, masih tertunda.

Pasalnya, dari hasil open recruitment di Kantor BKN Regional XI Manado beberapa waktu lalu, masih terdapat beberapa peserta yang belum mengikuti assessment test.

“Sehingga pelaksanaan mutasi jabatan baik berupa pergeseran maupun promosi jabatan, masih menunggu hasil dari pelaksanaan assessment dalam waktu dekat ini,” kata Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow, saat memimpin apel kerja perdana Pemkab Bolmong, Senin (10/6/2019).

Sementara itu, Sekretaris Daerah Bolmong, Tahlis Gallang menuturkan, dari 54 peserta seleksi jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama, 15 diantaranya belum mengikuti assessment.

Menurut Tahlis, assessment atau psikotes merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi seorang pejabat pimpinan tinggi pratama.

“Hasil assessment sangat menentukan seseorang layak atau tidak memegang satu jabatan. Karena meskipun dari hasil seleksi panitia memberikan nilainya tinggi, mulai dari makalah hingga pemeparan dapat nilai bagus, tapi hasil assessment dinyatakan tidak layak, maka otomatis yang bersangkutan gugur,” tutur Tahlis Gallang.

Rencananya, assessment akan digelar di Mapolda Sulut, di Manado dalam waktu dekat ini. Pemkab Bolmong sudah menyurat ke Polda Sulut.

“Kita minta assessor dari Polri. Nanti kita yang fasilitasi. Rencana kita akan gelar minggu depan. Setelah pelaksanaan assessment hanya menunggu sepekan hasilnya sudah ada. Hasilnya itu murni,” sahutnya.

Di sisi lain, panglima ASN Bolmong ini menyebutkan, dari 15 yang belum assessment, ada beberapa yang sudah pernah ikut. Hanya saja, hasilnya sudah kadaluarsa. Hasil assessment hanya berlaku dua tahun. Lewat dua tahun, maka harus ikut lagi.

“Kepala daerah selaku user pun tidak bisa mengabaikan hasil assessment. Karena dari Komisi ASN akan menolak jika nama yang diusulkan untuk dilantik tidak mengantongi sertifikat assessment. Itu harus dilampirkan,” tandas Tahlis Gallang. (itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com