/

Hendra Susanto bangga karyanya bisa menjadi monumen penting di Tangkoko

3 mins read
zonautara.com
Seniman patung Hendra Susanto berfoto di karya terbarunya patung Alfred Russel Wallace di Tangkoko. (Foto: zonautara.com/Ronny Adolof Buol)

BITUNG, ZONAUTARA.com – Sebuah patung bertipe boss (setengah badan dari kepala ke dada tanpa lengan) kini berdiri megah di lokasi Pos 2 Taman Wisata Alam (TWA) Batuputih, Tangkoko, Bitung.

Patung yang dicat dengan warna hitam pekat itu, menampakkan karaktrer kuat dari seorang tokoh terkenal di dunia konservasi. Dia adalah Alferd Russel Wallace.

Hendra Susanto (56) merupakan seniman yang dipercayakan mengerjakan patung yang berdiri di atas pondasi lebih dari satu meter yang dibungkus dengan keramik hitam itu.

Saat ditemui Zonautara.com, Rabu (20/2/2019), Hendra sedang menyelesaikan prasasti peresmian yang akan ditandatangani Walikota Bitung hari ini.

Seniman asal Jawa Barat ini mengungkapkan kebangaannya karena bisa menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Walikota Bitung Maximilan Lomban.

Pemerintah Kota Bitung menginisiasi pembuatan monumen patung Wallace, untuk mengenang kontribusi yang diberikan Wallace pada kawasan Tangkoko.

Baca Pula:  Hutan Magrove lindungi ratusan hektar areal persawahan di Babo

“Tentu bangga, karya saya bisa menjadi bagian dari upaya pelestarian alam dan isinya di Tangkoko ini. Saya juga mencintai alam. Anak-anakpun demikian,” ujar Hendra.

Hendra yang telah bergelut dengan dunia seni luksi serta seni patung puluhan tahun ini, sudah lama berdomisili di Bitung. Dia bahkan menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Peternakan, Universitas Sam Ratulangi.

Patung Wallace itu dikerjakan Hendra sekitar satu bulan lamanya. Walau dirasa target waktu penyelesaiannya yang terlalu sempit, namun Hendra merasa puas dengan karyanya.

“Yang paling sulit dalam membuat patung orang, apalagi seorang tokoh, adalah bagaimana menjadikan patung itu ‘bernyawa’,” jelas Hendra.

Untuk mendapatkan karakter yang bisa dihidupkan lewat patung, Hendra mempelajari berbagai sumber tentang Wallace. Dia mencari foto saat Wallace masih muda dan foto tertua Wallace.

“Saya lalu mengkombinasikan foto-foto itu untuk menggambarkan wajah Wallace dalam patung ini,” kata Hendra.

zonautara.com
Patung Alfred Russel Wallace di Taman Wisata Alam Batuputih Tangkoko. (Foto: zonautara.com/Ronny Adolof Buol)

Wallace (1823-1913) sendiri merupakan seorang naturalis, ahli biologi, penjelajah, geografer dan antropolog dari Britania Raya. Dia menjelajahi Nusantara pada selang waktu 1856 – 1862. Dalam penjelajahannya itu, Wallace mengumpulkan berbagai spesimen flora dan fauna yang ditemuinya.

Baca Pula:  Mari kenali empat satwa kunci Sulawesi Utara (Bagian 1)

Wallace tiba di Batuputih pada 1859. Dia menjelajah di Minahasa dalam selang waktu 10 Juni hingga 23 September 1859. Selama seminggu pada bulan September dia berada di Batuputih, dan membawa beberapa spesimen satwa termasuk spesimen Maleo.

Patung Wallace merupakan karya teranyar Hendra di Bitung yang dibuat dari beton. Sebelumnya dia telah melahirkan karya berupa patung Cakalang yang terkenal itu, patung Yesus di pulau Lembeh, tugu Adipura serta patung Tarsius, Kuda Laut dan Yaki.

Editor: Ronny Adolof Buol

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com