Connect with us

PENDIDIKAN

Akper Gumato-PUM gelar Semnas Keperawatan terkait penerapan EBP

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comAkademi Keperawatan (Akper) Gunung Maria Tomohon (Gumato) bekerja sama dengan Programma Uitzending Manager’s (PUM) Netherlands Senior Experts, menggelar Seminar Nasional (Semnas) Keperawatan, Sabtu (6 /4/2019).

Seminar bertajuk ‘Evidence Based Practice in Medical Surgical Nursing‘ yang didukung penuh oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sulawesi Utara (Sulut) dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPNI Kota Tomohon ini digelar di Aula Sport Hall SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon.

Tampil sebagai narasumber dalam seminar nasional ini, yakni Dr Courine Latour, RN selaku Director School of Nursing, Amsterdam University of Apllied Sciences, Jos Dobber Ph.D, RN selaku Senior Teacher at Amsterdam University of Apllied Sciences, dan Dr Fitriana Suprapti, MAN selaku Sekretaris Program Studi Magister Keperawatan STIK Sint. Carolus Jakarta dan sebagai Ketua Umum Jakarta Rescue.

Ketua Panitia Pelaksana Billy F.X. Dotulong, Ners, M.Kep mengatakan, seminar ini digelar untuk memperkenalkan dan membudayakan penerapan Evidence Based Practice (EBP) dalam lingkup akademik, guna meningkatkan mutu pendidikan keperawatan melalui nursing research maupun lingkup pelayanan keperawatan bagi praktisi perawat professional, dalam mengaplikasikan tindakan keperawatan yang berbasis bukti ilmiah.

“EBP merupakan jalan untuk mentransformasikan hasil penelitian ke dalam praktik keperawatan, dalam meningkatkan quality of care terhadap pasien,” ujarnya.

EBP ini, kata Dotulong, dapat membantu tenaga perawat untuk meng-update informasi terbaru dalam perkembangan keperawatan, serta menjadi dasar dalam membuat keputusan klinis yang efektif dan efisien, untuk memberikan perawatan yang berkualitas pada pasien.

Menurut dia, perawat harus mampu memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam dunia keperawatan, melalui pelaksanaan maupun pemanfaatan berbagai riset keperawatan dalam upaya menjawab tantangan untuk peningkatan mutu praktik keperawatan profesional.

“EBP ini telah dimulai di luar negeri sejak tahun 1970 dan berkembang sangat pesat hingga saat ini, baik dalam dunia pendidikan maupun dalam praktik profesi keperawatan,” ungkapnya.

Sayangnya, lanjut dia, di Indonesia pendekatan ini masih sangat kurang diterapkan, karena hasil riset keperawatan belum dimanfaatkan secara efektif dalam praktik keperawatan professional.

“Tidak dapat dipungkiri, bahwa riset keperawatan di Indonesia umumnya hanya untuk kebutuhan penyelesaian studi, sehingga hasilnya hanya berakhir menjadi tumpukan kertas semata. Fenomena ini membuat kami tertantang untuk memperkenalkan pendekatan EBP melalui seminar ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Akper Gunung Maria Mareyke Y.L. Sepang, Ners, M.Kes, mengapresiasi para narasumber, baik dari PUM Netherlands Senior Experts, maupun dari STIK Sint. Carolus Jakarta, yang telah membantu membuka wawasan bagi mahasiswa maupun praktisi perawat, dalam kaitannya dengan pemanfaatan nursing research dan praktik keperawatan yang menjadikan bukti ilmiah sebagai dasar pengambilan keputusan klinis.

“Pengetahuan akan konsep EBP, serta ditunjang dengan pengalaman klinik merupakan hal yang sangat penting yang harus dimiliki oleh seorang perawat. EBP merupakan suatu strategi dalam mengembangkan pengetahuan terbaru berdasarkan evidence atau bukti yang jelas dan relevan, untuk meningkatkan kemampuan clinical decision making dan juga untuk meningkatkan skill dalam praktik keperawatan,” katanya.

Oleh karena itu, kata Sepang, integrasi EBP dalam kurikulum pendidikan akademik, serta integrasi EBP dalam praktik keperawatan sangat dibutuhkan untuk menyelaraskan tujuan utama dalam peningkatan kualitas pelayanan keperawatan pada pasien di berbagai tatanan pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sepang pun menantang para para mahasiswa keperawatan untuk lebih memacu diri dalam membuka wawasan baru terkait dengan perkembangan ilmu keperawatan yang saat ini cukup pesat, melalui berbagai nursing research, yang salah satunya bersumber dari literatur jurnal keperawatan di Indonesia dan terutama jurnal internasional, yang dapat ditemukan melalui pemanfaatan teknologi internet.

Dia juga mendorong agar praktisi perawat hendaknya dapat membuka diri terhadap berbagai macam hasil temuan dalam bidang keperawatan, yang telah diakui dan dipublikasikan dalam jurnal keperawatan terkreditasi, untuk dimanfaatkan sebagai panduan berbasis ilmiah agar dapat meningkatkan mutu asuhan keperawatan pada pasien yang merupakan ciri khas dalam profesi keperawatan

Seminar yang diikuti sekitar 500 peserta ini pun turut dihadiri Ketua DPD PPNI Kota Tomohon Ns. Ever Lontaan, M.Kes, CWCCA, dosen dari berbagai Institusi Pendidikan Keperawatan, praktisi perawat dari Rumah Sakit maupun dari Puskesmas dari Kota Tomohon maupun dari luar Kota Tomohon, serta mahasiswa-mahasiswi keperawatan.

Editor : Christo Senduk

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

PENDIDIKAN

AJI dorong kampus kembangkan jurnalisme data

Di tingkat global, tidak hanya media yang mengembangkan jurnalisme data, tetapi juga lingkungan kampus.

Published

on

Bayu Wardhana (AJI Indonesia) memfasilitasi diskusi FDG Kolaborasi membangun jurnalisme data di Indonesia. (Foto: AJI)

JAKARTA, ZONAUTARA.com – Tingginya akses informasi masyarakat melalui media sosial, menjadi tantangan tersendiri bagi media. Karena informasi tidak hanya ruang monopoli media. Kekuatan media adalah informasi yang telah melalui proses verifikasi dan pemanfaatan data dalam pemberitaan. Karena itu jurnalisme data atau jurnalisme berbasis data (data-driven journalism) terus berkembang, dan mulai diadopsi beberapa media nasional di Indonesia.

Di tingkat global, tidak hanya media yang terus mengembangkan genre jurnalisme ini, tapi juga lingkungan kampus. Di berbagai perguruan tinggi yang mengajarkan jurnalisme data, misalnya sekolah jurnalisme Columbia University, Stanford University, The University of Texas, The University of Hongkong, dan sebagainya.

“AJI sebagai salah satu lembaga yang mendukung tumbuhnya jurnalisme data mendorong keterlibatan kampus lebih jauh untuk pengembangan jurnalisme data,” kata Sekjend Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Revolusi Reza Zulverdi dalam diskusi terfokus “Membangun Kolaborasi Mengembangkan Jurnalisme Data di Indonesia” di Jakarta, Selasa (9/7).

Diskusi ini mengundang 20 akademisi wakil dari kampus-kampus yang memiliki Fakultas Komunikasi atau Jurusan Jurnalistik, seperti Universitas Indonesia, Universitas Pembangunan “Veteran” Indonesia, Universitas Multimedia Nusantara dan Universitas Bung Karno.

Revo menyampaikan bentuk kolaborasi yang didorong ke kampus adalah menjadikan jurnalisme data sebagai salah satu mata kuliah di kampus. “Mengingat kebutuhan industri media ke depan adalah jurnalis-jurnalis yang memiliki skill dan paham pemanfaatan data,” ujar Revo.

Focus Group Discussion (FGD) itu sekaligus mendiskusikan peluang kolaborasi antara organisasi profesi, dengan akademisi dari beberapa universitas untuk mengembangkan jurnalisme data di Indonesia.

Tenaga Ahli, Kantor Staf Presiden (KSP), Robertus Theodore, mendorong inisiatif ini dan mengatakan pendampingan ke pemerintah daerah untuk perbaikan standar layanan penyediaan data berbasis elektronik dan peningkatan kualitas data terus dilakukan.

“Banyak mahasiswa di luar negeri kesulitan mengakses data, harus pulang ke Indonesia karena sistem data belum elektronik. Komisi Informasi Pusat sedang didorong merevisi aturan ketersediaan data berbasis elektronik dan melakukan monitoring ketersediaan data,” ujar Robertus.

Robertus juga menyampaikan selain itu pemerintah telah menghasilkan regulasi untuk mendorong perbaikan data yang dihasilkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Ada dua regulasi baru yang disahkan yaitu Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

“Yang penting sekarang demand pengguna data, agar KSP dapat mendorong pemerintah menyiapkan data yang sesuai dengan prinsip open data,” kata Robert saat presentasi di forum yang sama.

Karena itu KSP mendorong pemanfaatan data di kalangan jurnalis dan pengembangannya di kampus sekaligus untuk menghindari hoaks dan meningkatkan kualitas pemberitaan.

Dalam sesi ini, sekaligus diperkenalkan platform www.jurnalismedata.id, sebagai ruang belajar tentang jurnalisme data bagi jurnalis, mahasiswa dan publik. (**)

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com