Connect with us

OPINI

Pendidikan: Investasi Masa Depan

Published

on

Oleh : Veronika Vincencia De’Paula Mandey

(Mahasiswi Sekolah Tinggi Filsafat-Seminari Pineleng)

Pendidikan adalah suatu hal yang esensial dan penting bagi setiap orang. Menjadi sangat penting karena sangat menentukan hidup dari setiap orang. Dalam UUD 1945 dikatakan, bahwa pendidikan bangsa Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dari situlah dapat dilihat dan diukur harkat dan martabat negara Indonesia. Dan yang terpenting adalah pendidikan menjadi penentu apakah masa depan setiap orang itu baik atau tidak.

Bicara soal pendidikan tidak akan pernah habis ceritanya, karena pendidikan menjadi hal yang vital dalam kehidupan setiap orang. Jadi, dengan kata lain, pendidikan menjadi kebutuhanbagi setiap orang. Yang menjadi permasalahan sekarang adalah tentang kualitas pendidikan sekarang di Indonesia.

Kualitas pendidikan di Indonesia menjadi perhatian di dunia pendidikan saat ini. Kualitas pendidikan sangat memprihatinkan. Hal yang menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan adalah efektivitas, efisiensi dan standarisasi pendidikan yang masih kurang dioptimalkan.

Pendidikan yang efektif adalah pendidikan yang memungkinkan para peserta didik dapat belajar dengan mudah, menyenangkan dan tercapai tujuan yang diharapkan.

Banyak ahli pendidikan dan juga semua orang pemerhati pendidikan tergerak untuk suatu perubahan untuk meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan. Dengan melihat keadaan mutu pendidikan yang rendah perlu diusahakan pembenahan.

Sasaran sentral dari mutu pendidikan adalah mutu guru dan mutu pendidikan guru, karena guru yang akan memberikan pengetahuan kepada peserta didik nantinya.

Pendidikan merupakan investasi masa depan. Mempelajari banyak hal akan membuat peserta didik semakin matang dalam banyak hal. Dan itu sangat berguna untuk hidup yang akan datang.

Masa depan pasti akan menunggu di depan kalau pendidikan benar-benar menjadi bagian dalam hidup. Pendidikan adalah suatu hal yang tidak bisa ditawar-tawar. Pendidikan menjadi tuntutan zaman dan mau tidak mau harus dipelajari.

Memasuki abad ke-21 gelombang globalisasi sangat terasa dalam banyak bidang. Dunia dewasa ini berada di era globalisasi yang membuat pendidikan semakin mendesak untuk diketahui. Hal itu sangat penting untuk menghadapi dunia yang semakin berkembang dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kemajuan dengan perubahan tersebut memberikan kesadaran, bahwa Indonesia tidak lagi berdiri sendiri. Indonesia berada di tengah-tengah dunia yang baru, sehingga dengan bebas dan terbuka, orang bisa membandingkan kehidupan dengan negara-negara yang lain. Setiap orang maju atau tidak ditentukan oleh sejauh mana sudah mempelajari banyak hal dalam dunia pendidikan.

Perubahan dalam dunia pendidikan di Indonesia akan bias membuat persaingan secara sehat dalam banyak bidang, baik regional maupun internasional.

Menghadapi situasi dan kenyataan yang terjadi saat ini, dan sekaligus sebagai respon atas dinamika pendidikan di Indonesia yang naik turun, maka perlu diusahakan peningkatan kualitas pendidikan. Mengapa? Karena yang dirasakan sekarang adalah kualitas mutu pendidikan Indonesia tertinggal dari negara-negara yang lain. Pendidikan harus menjadi agenda utama kalau memang mau maju dan berkembang. Dengan demikian, pendidikan akan menjadi lebih bernilai. Pendidikan yang baik harus dimulai dan didasari dari pola pikir. Pola pikir akan menentukan kecakapan hidup. Itulah pendidikan yang bernilai.

Pendidikan menjadi sektor yang sangat penting yang mendasari semua aspek kehidupan. Pendidikan akan menentukan kualitas hidup. Dengan kata lain, pendidikan yang baik akan membuat kualitas hidup menjadi baik dan berkembang, terutama dalam bidang kesejahteraan hidup setiap orang.

Perubahan dalam hidup sangat ditentukan oleh pendidikan. Itu berarti, bahwa pendidikan sangat merubah hidup setiap orang. Dengan demikian menjadi jelas, bahwa pendidikan sangat bermanfaat bagi setiap orang dan menjadi bekal di kemudian hari untuk meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik.

“NON SCHOLAE SED VITAE DISCIMUS” (KITA BELAJAR BUKAN UNTUK NILAI, TETAPI UNTUK KEHIDUPAN).(*)

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

OPINI

Pemindahan ibu kota negara sudah digagas lama

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.comRencana pemindahan ibu kota negara ternyata sudah digagas sejak lama. Ketika dalam konferensi pers mengenai lokasi pemindahan ibu kota negara, di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/08/2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pada era Presiden Pertama Republik Indonesia Ir Soekarno sudah pernah merencanakan pemindahan ke Kalimantan Tengah.

Menurut Presiden Jokowi, sebagai bangsa besar yang sudah 74 tahun merdeka, Indonesia belum pernah menentukan dan merancang sendiri ibu kotanya. Ada sejumlah alasan yang mengemuka terkait pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur (Kaltim).

Pertama, beban Jakarta saat ini sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan, pusat jasa, juga airport (bandar udara), dan pelabuhan laut yang terbesar di Indonesia.

Kedua, beban Pulau Jawa yang semakin berat dengan penduduk sudah 150 juta atau 54 persen dari total penduduk Indonesia dan 58 persen Produk Domestik Bruto ekonomi Indonesia itu ada di Pulau Jawa, dan Pulau Jawa sebagai sumber ketahanan pangan.

“Beban ini akan semakin berat bila ibu kota pemerintahan pindahnya tetap di Pulau Jawa,” ujar Presiden Jokowi.’

Presiden menegaskan, kita tidak bisa terus-menerus membiarkan beban Jakarta dan beban Pulau Jawa yang semakin berat dalam hal kepadatan penduduk, kemacetan lalu lintas yang sudah terlanjur parah, dan polusi udara dan air yang harus segera kita tangani. Ini bukan kesalahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, bukan.

“Tetapi terlebih karena besarnya beban yang diberikan perekonomian Indonesia kepada Pulau Jawa dan kepada Jakarta. Kesenjangan ekonomi antara Jawa dan luar Jawa yang terus meningkat, meskipun sejak 2001 sudah dilakukan otonomi daerah,” jelas Kepala Negara.

Setelah melakukan kajian-kajian mendalam, yang diintensifkan studinya dalam tiga tahun terakhir, menurut Presiden, kesimpulannya bahwa lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kaltim.

Ditegaskan Presiden, pembangunan ibu kota baru ini bukan satu-satunya upaya-upaya pemerintah dalam mengurangi kesenjangan Pulau Jawa dan luar Jawa. Karena selain itu pemerintah juga akan membangun industrialisasi di luar Jawa berbasis hilirisasi sumber daya alam.

Presiden juga memastikan, Jakarta akan tetap menjadi prioritas pembangunan dan terus dikembangkan menjadi kota bisnis, kota keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa berskala regional dan global. Dan rencana Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan urban regeneration yang dianggarkan sebesar Rp571 triliun tetap terus dijalankan dan pembahasannya sudah pada level teknis dan siap dieksekusi.

Saya teringat puisi profetik Taufik Ismail yang berjudul Kembalikan Indonesia Padaku. Saat sedang di Paris tahun 1971, Taufik menuliskan apa yang dilihatnya (vision) dalam ruang kemahamuliaan ilham tentang masa depan bangsa Indonesia. Kata Taufik, /Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang pelan-pelan tenggelam//Lantaran berat bebannya

Bila melihat warning dari Taufik, langkah pemindahan ibu kota negara sudah seharusnya diapresiasi dan didukung semua lapisan masyarakat.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com