Connect with us

HEADLINE

CEK FAKTA: Pembangunan infrastruktur tidak lagi jawasentris

Published

on

JAKARTA, ZONAUTARA.com – Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengklaim bahwa pembangunan infrastrukur selama dirinya menjadi presiden telah menyebar ke berbagai wilayah Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Jokowi dalam debat terakhir Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Sabtu (13/4/2019) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum.

“Pembangunan infrastruktur saat ini tidak lagi jawasentris,” ujar Jokowi saat menyampaikan visi misinya.

Dari catatan Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi (SeknasFITRA), selang periode 2015-2019 berbagai pembangunan infrastruktur memang tidak lagi berfokus di Jawa saja.

Dari data Kementerian Pekerjaan Umum dan PR, pembangunan jalan Trans Papua saja telah diselesaikan sepanjang 1.066 KM.

Selain itu ada pula pembangunan jalan kreta api Trans Sulawesi yang telah dibangun sepanjang 145 KM dari Makassar ke Pare Pare.

Bergesernya pembagunan infrastruktur dari jawasentris ke pulau-pulau lainnya didukung dengan Peraturan Presiden nomor 58 tahun 2017 yang merupakan perubahan Perpres No 3 tahun 2016 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional.

Di Sulawesi Utara, beberapa proyek strategis nasional yang telah dibangun di era Jokowi-Jusuf Kalla seperti jalan tol Manado-Bitung, pembangunan bendungan Kuwil dan Lolak, pembangunan jalan ring road III Kawasan Ekonomi Khusus Bitung, pengembangan kawasan ekonomi khusus pariwisata, akses transportasi ke daerah pulau terluar dengan membangun bandara.

SeknasFITRA juga mencatat alokasi anggaran dari Proyek Strategis Nasional untuk Sulawesi sebesar Rp 307 triliun untuk 27 proyek, Sumatera dengan alokasi anggaran Rp 545 triliun untuk 53 proyek. Sementara di Papua ada 12 proyek dengan nilai anggaran sebesar Rp 464 triliun.

“Ini menggambarkan bahwa pembangunan infrastruktur telah mengacu pada prinsip pemerataan,” ujar Gulfino dari FITRA.

Jokowi pun dalam penyampaian visi dan misinya menyebutkan bahwa konsep pembangunan yang dia telah jalankan telah bergeser dari sekedar bertumpuh pada pertumbuhan ekonomi ke konsep pemerataan.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

HEADLINE

Jokowi ingin wujudkan mimpi Indonesia menjadi besar pada 2045

Presiden sangat yakin mencapainya karena semua potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Bagikan !

Published

on

Joko Widodo saat pelantikan Presiden RI. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

ZONAUTARA.com – Presiden Joko Widodo menginginkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar pada tahun 2045. Pada saat itu Indonesia telah mencapai usia satu abad.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menyampaikan sambutan pertamanya sebagai Presiden RI 2019-2024 di Sidang Paripurna MPR, Minggu (20/10/2019).

Jokowi menginginkan pada tahun 2045 nanti, Indonesia sudah keluar dari jebakan daftar negara berpenghasilan menengah.

“Kita harus masuk dalam daftar lima negara ekonomi besar dunia. Kita harus menuju kesana. Target itu sangat masuk akal untuk kita capai,” ujar Jokowi.

Namun Jokowi mengingatkan bahwa cita-cita itu tidak akan datang secara otomatis, tetapi harus disertai dengan kerja keras, kerja cepat dan kerja produktif.

Baca juga: Selamat Bekerja Pak

“Perkembangan dunia sangat dinasmis, punya resiko dan kompetitif. Kita harus mengembangkan cara dan nilai baru. Jangan terjebak dalam rutinitas yang monoton,” kata Jokowi.

Menurutnya inovasi harus menjadi budaya, sembari memberi nasehat kepada para menteri dan pejabat, bahwa tugas utama bukan hanya membuat kebijakan tetapi membuat masyarakat menikmati pelayanan dan pembangunan.

“Tugas birokrasi adalah making deliverd. Kita memiliki bonus demografi yang sangat besar. Ini menjadi peluang sekaligus menjadi tantangan,” kata Jokowi.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

Baca Juga

<

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com