Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

HEADLINE

JFlow segarkan kembali Poco-poco, Arie Sapulette terlupakan dengan skizofrenia

Siapa tak kenal poco-poco. Tapi orang melupakan Arie Sapulette.

Published

on

Grafis: Musica Studio

ZONAUTARA.com – Musica studio merilis video klip Poco-poco Best Dance of Our Lives. Segar. Penyanyinya Joshua Matulessy. Dia akrab disapa JFlow.

Baru dirilis 29 April 2019, video itu sudah ditonton 271.650 kali di Youtube. (diakses Minggu, 5 Mei pukul 12.00 WITA).

Ditangan JFlow, poco-poco tampil lebih segar, modern dengan kemasan hip hop. Joshua memang rapper. Anak muda berdarah Ambon-Jawa ini dulunya bergabung bersama Saykoji.

Kini dia bersolo sekaligus menulis lagu, produser rekaman dan pemilik label Right Now Music.

Video klip berdurasi 3:53 menit itu dikemas apik dan modern. Selain aransemen poco-poco yang dibuat lebih segar, sajian visual keindahan Maluku memesona di video itu. Tak tahan untuk tak ikut bergoyang.

“Saya sebagai musisi muda berdarah Maluku terpanggil untuk memperkenalkan ulang budaya Maluku lewat versi baru lagu poco-poco ini,” kata Joshua.

Siapa tak kenal poco-poco. Tarian yang mengiringi lagu ini menambah kekayaan budaya Indonesia. Sering ditarikan secara massal, gerakan poco-poco mudah dipelajari.

Poco-poco sebagai sebuah lagu, meledak saat Yopie Latul menyanyikannya pada tahun 1995. Sejak saat itu pula poco-poco beredar luas di wilayah Indonesia Timur.

Poco-poco kemudian menjadi “senam pagi wajib” di lingkungan TNI dan Polri. Stasiun TVRI kemudian “menasionalkannya” dalam program siaran Dansa Yo Dansa.

Gerakan dan lagu poco-poco terus berkembang lebih variatif. Di Papua, gerakan poco-poco dikombinasikan dengan gerakan memanah. Di Jawa Barat, jaipong memberi warna poco-poco.

Di studio aerobik, gerakan poco-poco dibuat lebih variatif. Dan dimana-mana, senam poco-poco sering dilombakan, hingga ke tingkat RT/RW.

Dua tahun sebelum Yopie Latul memopulerkan poco-poco, adalah Arie Sapulette pada tahun 1993 menulis lagu ini. Bersama Nanaku Group, Arie menyanyikan poco-poco. Dari Maluku, Nanaku Group menggebrak pasar musik di Indonesia Timur.

Namun nama Arie tenggelam, sejak Yopie menyanyikan poco-poco dengan aransemen house music.

Ditulis Kompas.com, Arie kini mengidap skizofrenia. Orang melupakan Arie. Bahkan saat video klip Jflow mulai menarik perhatian saat ini.

Dari penelusuran berita soal Arie di search engine Google, pemberitaan soal Arie dengan skizofrenia, paling anyar pada Agustus tahun lalu.

Arie telah menderita skizofrenia selama 18 tahun. Derita itu dia rasakan sejak poco-poco populer dalam format house music.

“Setelah album yang house music itu dia mulai terlihat ketakutan, seperti orang paranoid. Dengan ciri-ciri itu kami bawa ke rumah sakit dan dokter bilang itu skizofrenia,” kata adiknya, Ferry.

Dia bahkan ditinggalkan istri dan anaknya. Tak cuma itu, Arie bahkan tidak menerima royalti dari lagu poco-poco. Hak lagu itu dipegang oleh istrinya.

“Buat istri dan anaknya saja yang punya royalti. Enggak pernah menerima, itu buat mereka. Sedangkan perawatan Pak Arie itu semua dari keluarga, murni dari kantong sendiri,” kata Ferry.

Kini, Arie hanya tinggal bersama Ferry dan ayahnya, Zefnath Sapulette, di sebuah rumah sederhana di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pihak keluarga sempat membawa Arie untuk dirawat di rumah sakit jiwa namun biaya menjadi kendala.

Tak ada cerita lebih yang bisa ditelusuri soal kondisi Arie saat ini. Pada Agustus 2018, senam poco-poco digelar dengan melibatkan 65 ribu orang, termasuk Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta pejabat tinggi negara lainnya.

Rekor dunia dalam Guiness World Records disasar waktu itu. Tapi adik Arie, Ferry berharap orang mengingat derita Arie.

“Orang yang 65.000 itu enggak tahu kondisi dia kayak apa. Jadi kalau bisa pemerintah ada perhatian buat dia, minimal bisa berobat,” kata Ferry.

Editor: Ronny Adolof Buol

Advertisement Hosting Unlimited Indonesia
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HEADLINE

Jelang 22 Mei, Amien Rais dipanggil polisi

Dia diperiksa sebagai saksi Eggi Sudjana dengan tuduhan makar.

Published

on

Amien Rais (Foto: Reuters)

ZONAUTARA.com – Polisi mengagendakan pemanggilan terhadap Amien Rais. Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional itu dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, hari ini Senin (20/5/2019).

Pemeriksaan terhadap Amien Rais sebagai saksi untuk tersangka Eggi Sudjana yang telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka, Selasa (14/5) dalam dugaan makar.

Eggi sebelumnya dilaporkan oleh politisi PDI Perjuangan Dewi Tanjung karena dianggap menyerukan people power bagi pendukung Prabowo-Sandiaga untuk menolak hasil perhitungan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan bahwa semua kemungkinan bisa terjadi, saat menjawab pertanyaan wartawan apakah Amien Rais bisa menjadi tersangka.

Sebelum memanggil Amien Rais, polisi juga telah memeriksa Mayor Jenderal (Purn) TNI Kivlan Zen yang juga diperiksa sebagai saksi Eggi.

Jelang pengumuman hasil Pemilihan Presiden oleh KPU pada Rabu, 22 Mei nanti, tensi politik dan keamanan meningkat. Masyarakat berharap proses demokrasi tidak rusak hanya karena ada kelompok yang tidak puas.

Baik penyelenggara pemilu maupun pemerintah, menghimbau pihak yang tidak puas dengan hasil pemilu bisa menempuh langkah hukum sesuai dengan undang-undang.

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending