Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

Hukum dan Kriminal

Stop ijin FPI, 110 ribu orang menandatangani petisi

Ijn ormas FPI akan berakhir 20 Juni 2019.

Published

on

Foto: CNN Indonesia

ZONAUTARA.com – Sebuah petisi online di change.org yang meminta pemerintah Indonesia tidak lagi memperpanjang ijin organisasi Front Pembela Islam (FPI), telah ditandatangani lebih dari 100 ribu orang.

Petisi yang dimulai oleh Ira Bisyir itu, hingga Rabu (8/5/2019) pukul 11.00 WITA setidaknya telah ditandatangi 110.550 orang.

Ira sendiri menargetkan pengumpulan tandatangan sebanyak 150 ribu orang.

Assalamualaikum. Salam sejahtera bagi kita semua.

Mengingat akan berakhirnya ijin organisasi FPI di Indonesia, mari kita bersama-sama menolak perpanjangan ijin mereka. Karena organisasi tersebut adalah merupakan kelompok radikal, pendukung kekerasan dan pendukung HTI.

Mohon sebarluaskan petisi ini, agar tercipta Indonesia yang aman dan damai.

MOHON TANDA TANGANI PETISI INI

Begitu isi petisi online yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri tersebut.

Pada Juni 2019 nanti, status FPI sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) yang terdaftar di Kementerian Dalam Negeri akan berakhir.

Jika ingin masih terus diakui oleh pemerintah, FPI harus mengajukan permohonan surat keterangan terdaftar (SKT) lagi. SKT itu berlaku selama lima tahun.

SKT FPI yang terdaftar saat ini di Kemendagri berlaku hingga 20 Juni 2019. SKT adalah dokumen yang diterbitkan Menteri yang menyatakan sebuah ormas tak berbadan hukum telah terdaftar pada administrasi pemerintahan.

Hal itu merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 57 tahun 2017.

SKT dapat dicabut oleh pemerintah, atau dibatalkan dan dapat pula ditolak pengajuan perpanjangannya.

Sesuai pasal 59 ayat 2 Undang-undang nomor 16 tahun 2017, salah satu dasar pencabutan maupun penolakan ijin ormas karena melakukan kekerasan, tindakan memusuhi agama dan kelompok lain, serta melakukan kegiatan yang menjadi tugas dan wewenang penegak hukum.

Juru bicara FPI, Slamet Maarif menilai petisi online yang menolak ijin FPI diperpanjang sebagai pihak yang tidak suka pada FPI.

Slamet mengatakan bahwa pihak FPI akan mendaftar kembali sesuai dengan yang diatur undang-undang.

Advertisement Hosting Unlimited Indonesia
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hukum dan Kriminal

Pilot ini ditangkap polisi karena sebarkan ujaran kebencian jelang 22 Mei

Polisi menangkapnya di Surabaya, karena memposting ujaran kebencian di Facebook-nya.

Published

on

IR, Pilot penerbangan swasta yang sebarkan ujaran kebencian melalui Facebook nya(Dokumentasi Polres Jakarta Barat) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sebarkan Ujaran Kebencian dan Hasutan, Seorang Pilot Ditangkap Polisi ", https://megapolitan.kompas.com/read/2019/05/20/05171911/sebarkan-ujaran-kebencian-dan-hasutan-seorang-pilot-ditangkap-polisi. Penulis : Jimmy Ramadhan Azhari Editor : Kurnia Sari Aziza

ZONAUTARA.com – Polisi menangkap seorang pilot dari salah satu maskapai penerbangan swasta, karena menyebarkan ujaran kebencian melalui akun media sosialnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu mengakui penangkapan itu, sebagaimana diberitakan Kompas.com.

Pilot berinisial IR tersebut ditangkap di Surabaya, Jawa Timur pada sabtu (18/5/2019).

“Benar, kami telah menangkap seorang pilot yang menyebarkan ujaran kebencian di media sosial dan melanggar UU ITE,” kata Edy melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Minggu (19/5/2019) malam.

IR dalam unggahannya menyebarkan konten ujaran kebencian serta narasi yang mengandung teror, hasutan dan menimbulkan ketakutan.

Salah satu pesan yang disebarkan IR adalah menghasut warga melakukan perlawanan pada 22 Mei 2019, saat pengumuman resmi hasil rekapitulasi pemilu oleh KPU RI.

“Catat…. Siapapun yang dimenangkan oleh KPU 22 Mei 2019 yang akan datang…. Benturan dan kerusuhan tetap akan terjadi dan yakinlah bahwa korban tidak akan sedikit….” tulis IR dalam akun Facebook-nya.

Selain itu, IR juga telah menyebar berita hoaks, salah satunya berjudul, “Polri Siap Tembak di Tempat Perusuh NKRI”.

“Saat ini masih kami dalami motif pelaku menyebarkan ujaran kebencian atau hate speech di medsos tersebut,” ujar Edy.

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending