Connect with us

Hukum dan Kriminal

Blokir Facebook, Twitter dan Instagram akan berlangsung selama 3 hari

Tindakan itu diambil untuk mencegah menyebarnya hoax.

Bagikan !

Published

on

Foto: pexels.com

ZONAUTARA.com – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menyatakan keputusan pemblokiran ke media sosial setidaknya akan berlangsung selama tiga hari.

Keputusan itu disampaikan Wiranto saat menggelar jumpa pers di Jakarta, Rabu (22/5/2019) sore. Tindakan pembatasan ini diambil pemerintah merespon situasi terkini.

Sejak Selasa (21/5/2019) hingga Rabu (22/5) sore ini, seliweran berita hoax begitu tinggi, seiring kejadian rusuh di beberapa lokasi di Jakarta.

Berita bentrok aparat keamanan dengan massa aksi yang memprotes hasil Pemilihan Presiden dipelintir oleh banyak pihak, yang kemudian menyebarkannya lewat media sosial

Baca juga: Pemerintah blokir akses media sosial

“Kami sesalkan ini dilakukan, tapi ini kami ajak untuk mengamankan negeri yang kita cintai. Kita harus berkorban dua sampai tiga hari tidak bisa kirim gambar, tidak apa-apa. Teks masih bisa,” jelas Wiranto dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (21/5).

Menurut Menkominfo Rudiantara, gangguan media sosial ini dilakukan bertahap dan sementara. Akibatnya, pengguna akan kesuliutan ketika mengunduh atau mengunggah foto dan video karena aksesnya melambat.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran hoaks lewat media sosial. Sebab, penyebaran video dan foto ini punya pengaruh psikologis yang sangat besar bagi penerimanya.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hukum dan Kriminal

Imbas kerusuhan di Lapas Manado, ada narapidana meninggal

Kerusuhan terjadi pada Sabtu, 11 April 2020.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.COM – Satu warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado meninggal dunia imbas kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (11/4/2020).

Belum diketahui apakah narapidana tersebut meninggal saat sedang terjadi kerusuhan atau ketika dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulut, Lumaksono saat ditanyakan tentang kejadian tersebut tidak mengelak.

“Tapi kita belum bisa memastikan penyebab kematiannya, apakah karena sedang sakit atau akibat kekerasan,” ujar Lumaksono, Minggu (12/4) saat dikonfirmasi wartawan.

Narapidana yang dimaksud bernama Edgar Atnas, berusia 39 tahun, warga negara Filipina dengan kasus pidana perlindungan anak.

“Kita juga akan memastikan apakah dia warga negara asing atau sudah menjadi warga negara Indonesia,” jelas Lumaksono.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com