Connect with us

Hiburan

Keren, film karya anak muda Sulut, Bakera tayang di VIU

Published

on

VIU

MANADO, ZONAUTARA.com – Sebuah film pendek garapan sekelompok anak muda di Sulawesi Utara tayang di VIU.

Film berdurasi 12 menit 31 detik ini murni digarap oleh anak muda Sulut, mulai dari ide cerita, penulisan scrip, penyutradaraan, crew hingga ke pemeran.

Mereka yang tergabung dalam tim produksi merupakan hasil Workshop VIU Short Movie yang digelar pada Januari 2019.

VIU merupakan platform premium menonton video dan film yang hadir di 16 negara. Aplikasi VIU dapat didownload melalui ponsel berbasis android dan IOS.

Usai mengikuti workshop, tim produksi yang terdiri dari pehobi film dan foto, siswa SMK 5 Manado dan SMA Eben Haezar kemudian menggarap film yang diberi judul “Bakera”.

Cerita film ini lahir dari ide Suhandri Lariwu yang juga merupakan anggota tim produksi.

Bakera menceritakan soal tradisi di tanah Minahasa yang dilakukan oleh perempuan usai melahirkan. Orang Minahasa percaya, jika usai melahirkan, perempuan melakukan mandi uap dengan cara tradisional (bakera), maka penyakit akan hilang.

Di film pendek itu, bakera dilakukan oleh sepasang suami istri, Utu yang diperankan Glen Waney dan Keke (Wanda Kristi Pertonellla). Utu enggan memenuhi permintaan bakera dari istrinya Keke.

Sementara Keke ngotot harus bakera karena menurutnya itu wajib dilakukan. Utu ragu menyanggupi permintaan itu, sebab bayi mereka telah tiada.

“Senang rasanya bisa terlibat dalam produksi film ini. Dan ini juga sebagai pembuktian bahwa Sulut punya potensi menggarap cerita lokal yang dituangkan dalam film pendek. Semoga kedepan bisa lahir karya-karya lain dari anak muda Sulut,” kata Suhandri.

Film yang sudah tayang sejak 21 Mei ini bisa ditonton melalui link ini: BAKERA

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

Hiburan

Dipikir dapat hadiah, ternyata M Nuh harus bayar Rp 2,5 M untuk dapat motor bertandatangan Jokowi

Dia adalah pria yang memenangkan lelang motor saat konser BPIP.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Nama M nuh atau Muhammad Nuh menjadi viral. Dia adalah pria yang memenangkan lelang motor listrik Jokowi pada saat konser amal bertajuk “Berbagi Kasih Bersama Bimbo”.

Konser virtual untuk Bersatu Melawan Corona yang digagas MPR bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang disiarkan langsung di TVRI pada Minggu (17/5/2020) itu, mencari pemenang lelang motor listrik bertanda tangan Presiden Joko Widodo.

M Nuh pun menjadi pemenang lelang motor tersebut dengan tawaran Rp. 2,255 miliar.

Karena tawarannya tinggi, pihak panitia akhirnya memutuskan motor tersebut jatuh ke tangan M Nuh, yang sebelumnya santer diberitakan sebagai pengusaha dari Kampung Manggis, Kota Jambi.

Konser amal bersatu melawan Corona (foto: Istimewa)

Namun setelah hasil penelusuran, M Nuh ternyata bukanlah seorang pengusaha. Ia hanyalah warga biasa yang tinggal di Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi dengan pekerjaan sebagai buruh harian lepas.

Terkait isu tersebut, Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Santyabudi angkat bicara. Menurut Kapolda, M Nuh berpikir menelpon untuk ikut undian mendapat motor.

Firman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/5/2020), menjelaskan, ternyata M Nuh mesti membayar uang lelang sebesar Rp 2,5 miliar. Dia ditagih untuk segera membayar.

Hal ini membuatnya ketakutan dan datang ke polisi untuk minta perlindungan.

“Tidak ada penangkapan dan penahanan kepada yang bersangkutan. Setelah diwawancara, dia tidak paham acara yang diikuti tersebut adalah lelang. Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan,” ujar Firman.

Sementara Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi mengatakan, M Nuh tidak ditahan. Ia hanya diwawancara, setelah itu disuruh pulang.

“Orang itu tidak ditahan, tidak dilakukan penahanan. Tidak ada penangkapan. Itu aja. Nggak ada,” kata Kuswahyudi.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com