Connect with us

CARI TAHU

Muda, cantik dan akan ke Mars

Masih berusia 17 tahun dan menjadi astronot termuda.

Published

on

Alyssa Carson, Marsbound? (Facebook)

ZONAUTARA.com – Luar angkasa adalah sebuah misteri. Walaupun kini manusia sudah bisa menjangkau luar angkasa, namun wilayah itu masih terus diselimuti misteri.

Kemajuan teknologi telah memungkinkan manusia mengirimkan misi ke luar angkasa. Tujuannya adalah mempelajari segala hal yang ada di sana.
Suatu saat manusia bermimpi, bisa memindahkan sebagian populasinya ke planet lain di luar angkasa. Bumi semakin padat.

Tak sembarang orang bisa ke luar angkasa. Selain ongkosnya yang luar biasa mahal dan memerlukan dukungan peralatan yang super canggih, diperlukan juga syarat-syarat fisik, mental, psikologi dan kecerdasanagar bisa terbang ke luar angkasa.

Ada satu anak muda yang punya kesempatan untuk terbang ke luar angkasa. Tak hanya itu, dia akan menginjakkan kaki ke planet merah, Mars.

Alyssa Carson namanya. Cewek berusia 17 tahun asal Amerika Serikat ini, sekarang sedang dilatih oleh The National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Alyssa akan menjadi pendaftar termuda di International Space University, sebuah daftar orang-orang yang disiapkan untuk terbang ke luar angkasa.

Perempuan cantik asal Baton Rouge, Louisiana ini mendapat dukungan penuh ayahnya Bert Carson. Bert lah yang mendaftarkan Alyssa ke program United State Space Camp pada 2008.

Selama lima tahun sejak didaftarkan, Alyssa mampu mengunjungi 14 NASA Visitor Center, dan menjadi orang termuda yang diterima dan lulus dari Advance Possum Academy.

Keberhasilannya itu membuat dia memegang sertifikat resmi untuk pergi ke luar angkasa dan menjalani serangkaian pelatihan astronot.

Pelatihan yang dijalani oleh Alyssa tak mudah. Disamping dia tetap harus menyelesaikan pendidikan formalnya. Alyssa diharuskan menguasai setidaknya empat bahasa, Inggris, China, Perancis dan Spanyol.

“Tantangan terbesar, adalah waktu yang harus menyelesaikannya di usia muda,” kata Alyssa.

Kini Alyssa tampil dalam berbagai kesempatan dan menjadi public speaker. Dia mendorong kaum muda untuk lebih tertarik dan mempelajari soal luar angkasa. Dia juga membagi cara agar mimpi dan cita-cita bisa terwujud.

Alyssa kini bahkan telah mendirikan sebuah lembaga yang dia beri nama Blueberry Foundation. Lembaga ini menjangkau anak-anak dan mendorong mereka agar dapat mengejar mimpi dan menarik perhatian anak-anak untuk menjelajahi luar angkasa di masa depan.

NASA menyiapkan Alyssa untuk berbagai hal. Tapi terutama untuk misi menginjakkan kaki pertama kali di planet Mars pada tahun 2033 mendatang.

Dari berbagai sumber
Editor: Ronny Adolof Buol

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ZONAPEDIA

Menelisik kepercayaan Mana Di Nusa Utara

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Bila melihat di masa pertengahan abad ke-16, masyarakat yang tinggal di wilayah Nusa Utara telah mengenal kepercayaan. Menurut D. Brilman dalam tulisannya berjudul Onze zendingsvelden, De zending op de Sangi – en Talaud – eilanden door, meski telah mengenal Kristen dan Islam namun pandangan hidup masyarakat lebih bersifat animisme. Lebih tepat lagi bila dinyatakan sebagai suatu campuran yang khas antara kepercayaan ‘mana’, penyembahan orang mati dan kepercayaan pada roh-roh dan dewa-dewa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ‘mana’ memiliki pengertian tenaga hidup yang tidak berpribadi dan ada pada manusia, binatang, tumbuhan, dan segala macam benda, biasanya untuk jimat atau fetis, serta membawa keberuntungan bagi pemiliknya, tetapi akan menimbulkan kerugian bagi orang yang tidak menghiraukannya (menurut padangan orang Melanesia).

Istilah ‘mana’ pertama kali digunakan oleh zendeling Inggris Codrington untuk menyatakan suatu tenaga sakti penuh rahasia. Tenaga ini menurut pengertian suku primitif berada dalam seluruh alam, dalam manusia dan binatang, dalam pepohonan dan tumbuhan, dalam segala sesuatu dan bisa mengerjakan baik kebahgiaan maupun pemusnahan.

Menurut Brilman dalam karyanya yang diterbitkan oleh Pustaka Sinar Harapan (2000) dengan judul Kabar Baik di bibir Pasifik: zending di Kepulauan Sangihe dan Talaud, segala sesuatu dan istimewa yang luar biasa dan tak dapat diterangkan dianggap bersumber pada kuasa ini. Jika di dalam alam dan masyarakat tidak terjadi sesuatu yang kuar biasa, kuasa itu tetap ada tapi tak menampak.

Ia memberikan gambaran bahwa ‘mana’ bagaikan arus listrik pada suatu saat tidak mengalirkan arus listrik dan tidak berbahaya, tapi oleh suatu sebab kecil – umpanya ditekan suatu tombol – dapat mengakibatkan maut dan kemusnahan pada setiap orang yang terkena sentuhannya, demikian pula hanya menanti suatu hal kecil terjadi untuk menggerakkan kuasa terpendam ini, sehingga udara dan awan-awan pun mengalami pengaruhnya dengan akibat: kekeringan dan kerusakan tanaman, bahkan manusia pun dapat kehilangan nyawanya.

“Jadi adalah sangat penting diusahaka mencegah agar kuasa ini menimbulkan kesempatan untuk mereda dan menyebar melalui waktu penuh larangan-larangan (periode tabu), yang singkat atau berkepanjangan dalam waktu mana orang-orang harus tinggal secara tenang di rumah dan hanya melaksanakan pekerjaan yang penting-penting saja,” tulis Brilman.

Tapi, syukurlah, jelas Brilman, ada juga orang-orang, justru karena memiki fetis-fetis atau amulet-amulet (jimat-jimat) yang mempunyai kuasa sama yang begitu besar dalam diri mereka sehingga dapa menimbulkan suatu kuasa lawan. Dengan demikian dapat mengarahkan kuasa gelap itu, baik untuk kepentingan sesamanya (magi putih, dukun) maupun pribadinya, kerapkali dengan merugikan orang senasibnya (magi hitam, perempuan sihir/songko).

Editor: Rahadih Gedoan

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com