Connect with us

EDITOR'S PICK

Lagi, Kejari Tomohon tahan tersangka kasus PD Pasar

Published

on

Tersangka saat akan dibawa ke Rutan Manado. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONAUTARA.comSatu lagi tersangka kasus dugaan korupsi di Permukaan Daerah (PD) Pasar Kota Tomohon ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon, Senin (15/7/2019).

Setelah dua lainnya, yakni HK alias Hof dan RN alias Rep yang keduanya merupakan mantan pejabat di PD Pasar, kini giliran mantan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) PD Pasar, yakni TP yang ditahan korps Adhyaksa ini.

Tersangka TP yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota Tomohon ditahan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi dana PD Pasar Tomohon.

Kepala Kejari (Kajari) Tomohon Edy Winarko melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Wilke H Rabeta mengatakan, pihaknya melakukan penahanan terhadap tersangka TP setelah pihaknya mendapatkan bukti permulaan yang cukup atas kasus tersebut.

“Seperti dua tersangka sebelumnya yang sudah kami tahan, tersangka TP juga dalam proses tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti saat ini juga ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : PRINT-11/R.1.15/Ft.1/07/2019,” ujar Wilke didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Arthur Piri.

Menurut dia, tersangka TP ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Klas IIA (Rutan) Malendeng, Manado.

Dia menjelaskan, tersangka TP diduga telah melakukan peminjaman terhadap dana di kas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

“Tersangka pada tahun anggaran 2016, diduga melakukan peminjaman terhadap dana di kas PD Pasar Tomohon sebesar Rp175 juta, yang digunakan untuk kepentingan pribadi yang kemudian menimbulkan kerugian negara,” jelasnya.

Tersangka pun dijerat dengan Pasal Primair Pasal 2 ayat (1) dan subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Pasal 2 ancaman hukumannya minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun dan untuk Pasal 3 minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun,” ujarnya.

Dia menambahkan, dari ketiga tersangka yang terjerat kasus tersebut, hanya tersangka TP yang sudah mengembalikan kerugian negara.

“Tersangka TP sudah mengembalikan kerugian pada tahap penyidikan sebesar Rp175 juta. Namun, berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Pasal 4 yang menyatakan, bahwa pengembalian kerugian negara tidak menghapuskan perbuatan tindak pidana,” pungkasnya.

Editor : Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

EDITOR'S PICK

Topan hantam Jepang, 4 orang meninggal, 6 juta orang dievakuasi

Wisatawan Indonesia yang sempat tertahan sudah bisa ke bandara Haneda.

Bagikan !

Published

on

Suasana Bandara Internasional Haneda Jepang, Minggu (13/10/2019) usah badai menghantam Tokyo sehari sebelumnya. (Foto: Maya Decline)

ZONAUTARA.com – Topan terbesar dalam 60 tahun terakhir menghantam Jepang di kawasan pesisir timur, Sabtu (12/10./2019). Sedikitnya empat orang dilaporkan tewas, belasan orang hilang, 80 cidera dan 370 ribu orang terkena dampak pemadaman listrik.

Laporan kantor berita Kyodo menyebut, di Tokyo ada sekitar enam juta orang harus dievakuasi. Topan Hagibis yang merupakan badai dahsyat ini menghancurkan rumah, menerbangkan mobil serta merubuhkan tiang listrik.

Otoritas Jepang menyiagakan sebanyak 17 ribu personel militer dan polisi untuk membantu upaya penyelamatan.

Badai yang disertai dengan angin kencang dan hujan sangat deras itu, juga memicu tanah longsor di pulau Honshu. Kawasan rendah di Tokyo dilaporkan terendam banjir, termasuk di Ise, Prefektur Mie, Jepang tengah, serta hujan sangat deras di Shizuoka.

Hujan akibat topan Hagibis ini merupakan catatan hujan terderas sejak 1958, dengan intensitas 939,5 milimeter selama 24 jam.

Kecepatan angin mencapai 216 km/jam di pulau Honshu ketika pertama kali badai itu datang pada pukul 19.00 waktu setempat.

Orang-orang berlindung di tempat yang aman, dan otoritas telah mengeluarkan peringatan ancaman terjangan badai sebelumnya.

Sudah di Bandara

Wisatawan asal Indonesia yang sebelumnya harus tertunda kepulangannya pada Sabtu kemarin, kini sudah berada di Bandara Internasional Haneda. Kontributor Zonautara.com di Tokyo, Maya Decline melaporkan, pagi ini cuaca cerah.

“Kami bisa tiba di bandara pagi ini, dan sudah melakukan check in,” lapor Maya, Minggu (13/10).

Maya bersama 45 wisatawan harus mencari hotel kembali, saat seluruh penerbangan dibatalkan oleh otoritas setempat. Transportasi publik ikut juga dihentikan operasionalnya saat badai tiba.

Maya menuturkan, Bandara Haneda pagi ini sangat padat. Para wisatawan berharap penerbangan mereka tidak lagi dibatalkan.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com