Connect with us

Hukum dan Kriminal

Aniaya pemuda Woloan, empat pria ini diringkus Buser Polres

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Aksi penganiayaan terjadi di salah satu tempat perbelanjaan di Kelurahan Kakaskasen Tiga, Kecamatan Tomohon Utara, tepatnya di depan Rindam, Selasa (23/7/2019) dini hari sekitar pukul 03.00 WITA.

Korbannya, lelaki Russel Rengkuan (16), warga Kelurahan Woloan Satu, Kecamatan Tomohon Barat mengalami sejumlah luka di bagian tubuhnya karena diduga dikeroyok oleh sebanyak empat orang pria. Tak terima dengan kejadian tersebut, korban melalui ayahnya kemudian melaporkannya ke Polres Tomohon.

Kapolres Tomohon AKBP Raswin B Sirait ketika dikonfirmasi melalui Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) AKP Ikhwan Syukri membenarkan laporan tersebut.

Dia mengatakan, pihaknya melalui Unit Buser yang dipimpin Kanit Buser Bripka Bima Pusung telah melakukan penangkapan terhadap keempat tersangka.

“Keempat tersangka telah diamankan di Mapolres Tomohon untuk proses lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Kanit Buser Bripka Bima Pusung menjelaskan, usai menerima laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

“Melalui bukti rekaman kamera pengintai atau CCTV, kami mendapati bahwa pelaku diduga berjumlah empat orang,” ujar Pusung.

Pihaknya, lanjut Pusung, kemudian melakukan pengembangan dan pencarian terhadap para pelaku. Awalnya, tim mengamankan satu tersangka LS alias Lando (20), di rumahnya di Kelurahan Talete Satu.

Dari informasi tersangka Lando kemudian tim melakukan penangkapan terhadap ketiga pelaku lainnya, yakni lelaki YS alias Yosi (26), YL alias Yance yang keduanya merupakan warga Kelurahan Talete Satu dan lelaki AP alias Agung (21), warga Kelurahan Taratara Dua.

“Untuk tersangka Lando, Yosi dan Yance diamankan di kediaman mereka masing-masing. Sementara untuk tersangka Agung diamankan di salah satu rumah di Kelurahan Lasot,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Beri Donasi

Hukum dan Kriminal

Polisi ungkap video viral siswi SMK di Bolmong

Kepala Sekolah, guru, serta orang tua juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Bagikan !

Published

on

Foto: Marshal D.

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Polisi akhirnya berhasil menungkap video pelajar perempuan yang tengah digerayangi sejumlah pelajar lainnya. Video berdurasi 25 detik tersebut tiba-tiba viral di media sosial pada, Senin (9/3/2020).

Setelah diselidiki, diketahui video tersebut dibuat oleh sejumlah pelajar di satu SMK Negeri di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Kapolres Bolmong AKBP Indra Pramana, saat diwawancarai wartawan di Mapolsek Bolaang mengatakan, lima orang berstatus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang diduga telah melakukan perbuatan mengarah ke persekusi terhadap salah satu dari mereka.

“Iya, kita sudah amankan semua pihak yang terlibat dalam video. Termasuk korban kita sudah mintai keterangan. Alat bukti berupa satu buah handhone sudah kita amankan juga,” ungkap Indra.

Pihaknya, kata Kapolres Bolmong, saat ini masih sementara mendalami kasus tersebut. Kepala Sekolah, guru, serta orang tua juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Tapi menurutnya, harus hati-hati dalam menangani persoalan ini. Bahkan, semua yang terlibat dalam perbuatan tersebut tidak boleh disebut pelaku.

“Secara regulasi, karena mereka ini masih berstatus anak, mereka tidak boleh disebut pelaku. Mereka adalah ABH. Intinya bahwa kita masih sementara mendalami kasus ini. Termasuk memanggil kepala sekolah dan guru. Nanti setelah itu kemudian kita bisa dapat siapa yang paling bertanggungjawab dalam kasus ini. Siapa yang lalai, dan siapa yang membiarkan,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bolmong AKP M. Ali Tahir menambahkan, dari keterangan para ABH dan terduga korban bahwa pada awalnya mereka hanya bercanda.

Menurutnya, para ABH bisa dikenakan sanksi sebagaimana Pasal 82, Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang pelindungan anak. ABH yang kita periksa adalah RSM (17 tahun). Dia yang merekam. Kemudian MP (17), PS (16) NR (17), dan PN (17). Diduga korban berinisial RG (16).

“Mereka semua teman sekelas dan akrab. Kelas XI di salah satu SMK di Bolmong,” bebernya.

Disebutkannya, video itu awalnya dibuat pada 26 Februari 2020 lalu.
Kemudian, diupload ke Whatsapp (WA) story, Senin (09/03/2020), sekitar pukul 12.00 Wita oleh salah satu pelajar. Tapi tiba-tiba beredar dan langsung viral.

“Nah, yang menyebarkannya ini yang masih dalam penyelidikan.
Mungkin ada yang mengambil dari WA story kemudian dibagikan ke media sosial. Untuk penyebar video itu masih akan diselidiki lagi karena berkaitan dengan undang-undang ITE,” pungkas Tahir.

Secara terpisah, Kepala Sekolah SMK bersangkutan mengaku syok saat mendengar informasi tersebut dari wakil kesiswaan yang menghubunginya via ponsel, kemarin. Kendati begitu, dirinya tetap bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan anak didiknya itu.

“Mereka adalah anak didik saya. Kami dari pihak sekolah juga terus berupaya mengontrol dan memberikan pengarahan kepada para pelajar. Saya tidak pernah menyangka dan membayangkan akan terjadi seperti ini. Untuk sanksi masih menunggu perkembangan termasuk dari aparat kepolisian,” ujarnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com