Connect with us

Hukum dan Kriminal

Tiga mantan pejabat PD Pasar Tomohon diadili

Published

on

Sidang perdana salah satu terdakwa kasus dugaan korupsi PD Pasar Tomohon agenda pembacaan dakwaan oleh JPU. (Foto: Kejari Tomohon)

MANADO, ZONAUTARA.com Kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Tomohon, akhirnya resmi bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Manado.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Natalia Rungkat dan Helena Yuni Wasti Wenuk, digelar Kamis (25/7/2019).

Tiga terdakwa yang merupakan mantan pejabat di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut, masing-masing HK alias Hof, RN alias Rep dan TP alias Theo pun menjalani persidangan secara terpisah.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tomohon Edy Winarko melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Wilke H Rabeta.

“Sidang kasus dugaan korupsi di PD Pasar mulai dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Manado, Kamis hari ini. Sidang dengan agenda pembacaan dakaan oleh Tim JPU ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Halidja Wally dengan Anggota Edy Darma Putra dan Pultoni,” ujar Wilke.

Dia mengatakan, usai mendengarkan dakwaan dari JPU, ketiga terdakwa yang masing-masing didampingi Penasihat Hukum (PH) akan mengajukan eksepsi atau nota keberatan.

“Sidang ditunda Kamis depan, 1 Agustus 2019 dengan agenda eksepsi,” jelasnya.

Diketahui, ketiga terdakwa diseret ke meja hijau karena diduga telah melakukan penyelewengan dana di PD Pasar Tomohon tahun 2015 dan 2016.

Di mana, Hof selaku mantan Direktur Utama (Dirut), Theo selaku Pelaksana Tugas (Plt) Dirut dan Rep selaku Direktur Umum diduga telah melakukan peminjaman terhadap dana di PD Pasar Tomohon.

Atas perbuatan para terdakwa yang melakukan peminjaman dana yang bukan untuk kepentingan PD Pasar namun hanya untuk kepentingan pribadi tersebut mengakibatkan kerugian bagi keuangan negara sekitar Rp590 juta.

Oleh JPU, para terdakwa dijerat dengan Pasal Primer Pasal 2 ayat (1) dan dan Subsider Pasal 18 juncto Undang–Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, yang telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editor : Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Hukum dan Kriminal

Hendra dianiaya setelah tolak miras, pelakunya dibekuk URC Totosik

Published

on

Pelaku saat diamankan URC Totosik. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONAUTARA.com Kasus kriminilitas yang diakibatkan oleh minuman keras (miras) kembali terjadi di Kota Tomohon. Kali ini, aksi kriminal tersebut terjadi di Lingkungan III, Kelurahan Tumatangtang, Kecamatan Tomohon Selatan, Selasa (8/10/2019).

Korbannya, yakni Hendra Wagiu (30), warga Lingkungan VIII, Kelurahan Tumatangtang Satu, yang mengalami penganiayaan oleh lelaki RE alias Beca (27), warga Lingkungan II, Kelurahan Tumatangtang.

Kejadian penganiayaan itu pun dilaporkan korban ke SPKT Polres Tomohon. Tak berselang lama, aparat Polres Tomohon melalui Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik langsung melakukan pengembangan.

Kepala Tim (Katim) URC Totosik Bripka Yanny Watung menjelaskan, saat menerima laporan dari korban, pihaknya langsung melakukan pengembangan, serta mengejar pelaku.

Menurut Watung, dari keterangan korban, peristiwa tersebut terjadi saat korban yang mengendarai sepeda motor melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Saat itu, kata Watung, ada yang pelaku sementara mengadakan pesta minuman keras (miras) bersama rekan-rekannya.

“Ketika melihat korban, pelaku kemudian memanggil korban, selanjutnya korban datang menghampiri pelaku dan kemudian pelaku menawarkan untuk ikut minum, namun korban menolak dan pamit untuk pulang ke rumah. Korban pun langsung naik ke ke atas motornya,” ujar Watung.

Melihat korban hendak meninggalkan TKP, lanjut Watung, pelaku meneriaki korban dengan kata-kata ‘so ngana tu kita ja cari-cari’ (kamu yang selama ini saya cari), sembari mengarahkan pukulan ke arah wajah korban secara berulang-ulang.

Selain itu, tambah Watung, pada saat korban berusaha melarikan diri, pelaku kembali memukul korban sampai terjatuh dari motor dan pada saat dalam posisi tergeletak di jalan, pelaku kemudian menendang korban hingga mengalami luka di bagian wajah dan dada. Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri ke salah satu supermarket di wilayah Kelurahan Walian.

“Setelah mengantongi identitas pelaku, kami melakukan pengembangan, yang selanjutnya kami mencari keberadaan pelaku. Kurang lebih 30 menit kami akhirnya berhasil mengamankan pelaku yang bersembunyi di belakang Toko Multi Mart,” jelas Watung.

Dia menegaskan, saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Tomohon untuk diproses lebih lanjut dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com