Connect with us

KOLOM

Lewat Sekolah Lapang Iklim, BMKG sejahterakan petani

Pelatihan itu digelar pada 24-26 Juli 2019 di Hotel Gran Central Manado.

Bagikan !

Published

on

Sofian Widiyanto, S. Tr

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) secara rutin telah menyiapkan informasi iklim, diantaranya yang berbentuk Analisis dan Prakiraan Hujan Bulanan, Prakiraan Musim Hujan/Musim Kemarau, Ketersediaan Air Tanah Bulanan, serta Tingkat Kekeringan Bulanan.

Informasi tersebut memuat berbagai batasan kriteria, terminologi, serta istilah teknis yang perlu dipahami oleh para pengguna, sehingga pemanfaatannya lebih optimal. Peningkatan pemahaman informasi iklim perlu dilakukan agar pemanfaatan dapat dioptimalkan, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI), kepada para petugas Penyuluh Pertanian Lapang (PPL).

Perhatian lebih terhadap fenomena iklim yang berdampak pada kegiatan usaha tani perlu dilakukan mengingat sebagian besar penduduk Indonesia adalah petani. Pada skala nasional, jika tidak ada upaya peningkatan kapasitas petani, maka situasi ini akan mengancam keamanan pangan nasional karena kegagalan panen akibat bencana alam yang terkait dengan cuaca dan iklim.

Di samping itu, masyarakat (petani) belum menyadari ataupun memahami mengenai dampak negatif dari variabilitas iklim serta bagaimana upaya untuk beradaptasi.

Peran penyuluh sebagai sumber informasi dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kemampuan petani dalam menghadapi variasi iklim tentu saja harus didukung kemampuan penyuluh dalam memahami informasi iklim, serta informasi teknologi yang dapat diakses.

Berlatar belakang kondisi di atas, Stasiun Klimatologi Minahasa Utara yang merupakan Unit pelaksana Teknis BMKG di Sulawesi Utara berkewajiban meningkatkan  pemahaman informasi iklim guna mendukung berbagai kegiatan, khususnya sektor pertanian dalam bentuk kegiatan kegiatan SLI tahap 2 Penyuluh Pertanian Lapang

Sekolah Lapang Iklim tahap 2 tahun 2019 diadakan di Hotel Gran central pada tanggal 24 – 26 Juli 2019 dan dibuka oleh Perwakilan Dinas pertanian Minahasa Utara dengan dihadiri 25 peserta dari berbagai dinas pertanian di Sulawesi Utara. Kegiatan ini diharapkan dapat menjembatani transfer pengetahuan dari para ahli dalam bidang klimatologi sampai pada level petani di Sulawesi Utara.

Pada akhirnya diharapkan terjadinya peningkatan pemahaman  petani terhadap informasi iklim serta dampaknya pada kegiatan pertanian, sehingga  mereka dapat menentukan sikap serta mengambil keputusan yang tepat sebagai upaya adaptasi terhadap variabilitas iklim.

Selain itu peserta diharapkan mampu dan terampil memahami informasi iklim beserta dampaknya terhadap kegiatan pertanian, serta melakukan berbagai upaya antisipasi dan adaptasi terhadap adanya variabilitas ataupun iklim yang ekstrim.

Dengan begitu peserta mempunyai kapasitas dalam melakukan pelatihan atau transfer pengetahuan kepada penyuluh lain dan atau kelompok petani, sehingga pada akhirnya semakin banyak petani yang mempunyai kesadaran akan adanya variabilitas atau iklim ekstrim serta dampaknya pada kegiatan usahatani mereka.

* Penulis adalah Prakirawan Stasiun Klimatologi Minahasa Utara

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

KOLOM

Prakiraan Hujan di Sulawesi Utara pada Oktober 2019

Hujan mulai turun di Sulut walau belum dalam kriteria tinggi.

Bagikan !

Published

on

Foto: Pixabay

Oleh: Sofian Widiyanto

Berdasarkan perkembangan dinamika atmosfer dan lautan global serta prediksi dari beberapa institusi baik itu dari dalam dan luar negeri, wilayah Nino3.4 berada dalam kondisi Netral.

Monsun Asia berada di sekitar klimatologisnya dari awal September lalu dan diprediksi aktif pada Oktober 2019. Dengan kondisi anomali suhu muka laut di sekitar Sulawesi Utara yang dingin, mengakibatkan peluang pembentukan awan hujan masih kurang, namun akan meningkat seiring waktu menuju November hingga Desember.

Potensi hujan pada bulan Oktober secara umum akan dipengaruhi oleh Dinamika Atmosfer Global dan Regional tersebut diatas. Walaupun demikian, faktor lainnya seperti adanya pola-pola siklonik serta faktor konveksi lokal juga akan berperan dalam pola hujan di Sulawesi Utara.

Mempertimbangkan kondisi dinamika atmosfer dan lautan tersebut di atas serta keluaran dari perhitungan statistik matematika dan software HyBMG ver. 2.0, maka prakiraan hujan bulan Oktober 2019 di Provinsi Sulawesi Utara adalah sebagaimana dijabarkan di bawah ini.

1. KRITERIA RENDAH (0 – 100 mm)

Bitung (SM),  BKPI Aertembaga,  UPTD Matuari,  Likupang Barat (KD),  UPTD Kema I,  KC Ratatotok, BPP Belang, BPP Pusomaen, BPP Kotamobagu Barat, BPP Kotamobagu Timur, BPP Kotamobagu Selatan, BPP Dumoga Timur, BPP Dumoga Barat, BPP Passi Barat, BPP Dumoga Utara, UPP Kotabunan, KD Molobog dan BPP Tutuyan.  

2. KRITERIA MENENGAH (101 – 300 mm)

Paniki Atas (SK), Winangun (SG), Sam Ratulangi (SM), KC Tuminting, P. Bunaken, BP4K Manado, KP. Pandu, UPTD Danowudu, BPP Tomohon Utara, BPP Tomohon Tengah, BPP Tomohon Barat, BPP Tomohon Selatan, Tondano (SG), BPP Langowan Utara, UPTD Kawangkoan, Tanawangko (KD), UPTD Kombi, BPP Pineleng,  SPPN Kalasey, KC Sonder, BPP Remboken, , BPP Tombulu,  BPP Tondano Selatan, BPP Tompaso, DISTAN Airmadidi, UPTD Wori, UPTD Tatelu,  BPP Likupang Timur, BPP Likupang Selatan, UPP Tenga, UPTD Modoinding, DISBUN Tumpaan, KD Tareran, UPTD Tompasobaru, BPP Motoling, BBTPH Tumpaan, BPP Sinonsayang, BPP Amurang Barat, UPTD Ratahan, TCSDP Tombatu, BPP Touluaan, KC Poigar, KD Motabang–Lolak, BPP Lolayan, KD Pangian Barat, BPP Lolak, BPP Sangtombolang, BPP Bolaang Timur, UPK Pinolosian, KC Bolaang Uki, BPP Pinolosian Timur, BPP Pinolosian Tengah, BPP Posigadan, BPP Modayag, BPP Sangkub, BPP Bintauna, BPP Bolangitang Timur, BPP Bolangitang Barat, BPP Kaidipang, BPP Pinogaluman, Naha (SM), KD Mala-Tahuna, Bandara Melonguane, BPP Beo, BPP Lirung, BPP Melonguane, PGR. Tagulandang dan BPP Siau Tengah.

3. KRITERIA TINGGI (301 – 500 mm)

– Tidak terjadi

4. KRITERIA SANGAT TINGGI (> 500 mm)

– Tidak terjadi

Dengan demikian prakiraan hujan bulan Oktober 2019, dapat disimpulkan bahwa kondisi di wilayah Sulawesi Utara belum akan terjadi hujan dengan kriteria tinggi hingga sangat tinggi.

Awal musim hujan tahun ini diprediksi akan jatuh pada Oktober dasarian II (tanggal 11-20) dan puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada bulan Januari mendatang.

Untuk itu BMKG menghimbau kepada masyarakat agar mempersiapkan diri menghadapi musim hujan yang sebentar lagi akan segera tiba.

Peta Prakiraan Curah Hujan Bulan Oktober 2019

Sofian Widiyanto adalah Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Minahasa Utara

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com