Connect with us

KABAR SULUT

Angouw dan Walhi dukung pemecahan Rekor Dunia Selam oleh WASI

Published

on

Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw. (Foto: Istimewa)

MANADO, ZONAUTARA.comKetua DPRD Sulawesi Utara (Sulut) Andrei Angouw menyatakan dukungan penuh kepada Wanita Selam Indonesia (WASI) yang akan memecahkan tiga rekor dunia selam yang akan diselenggarakan di laut Kota Manado, Sulut, Kamis (1/8/2019) hingga Sabtu (3/8/2019).

Menurut Angouw, kegiatan ini harus mendapatkan dukungan, karena banyak hal positif yang bisa didapatkan dalam kegiatan pemecahan rekor internasional tersebut.

Dia menjelaskan, kegiatan yang diselenggarakan oleh WASI di bawah pimpinan Tri Suswati Karnavian ini juga bisa memberikan motivasi dan inspirasi untuk masyarakat Sulut agar terus berprestasi secara internasional.

Angouw pun mengajak pemerintah dan masyarakat Kota Manado untuk mendukung kegiatan ini, agar supaya ke depannya kegiatan-kegiatan berskala nasional dan internasional seperti ini bisa terus dilaksanakan di Bumi Nyiur Melambai.

Dirinya juga menyampaikan ucapan  terima kasih kepada WASI yang telah memilih Sulut khususnya, Kota
Manado untuk kegiatan sebesar ini.

“Kegiatan ini banyak manfaatnya untuk Sulut. Patut didukung,” kata Angouw, Sabtu (27/7/2019).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) perwakilan Sulut Theo Runtuwene.

Dia menilai, pemecahan tiga rekor dunia selam tidak mengganggu ekosistem lingkungan dan laut.

“Kegiatan selam yang dilaksanakan WASI selama ini justru positif. Beberapa kali kegiatan cinta lingkungan seperti bersih-bersih pantai, bersih sampah di laut juga dilaksanakan WASI. Artinya, untuk kegiatan selam justru banyak positifnya,” tutur Runtuwene

Menurut dia, agenda pemecahan rekor dunia ini juga punya dampak dan nilai positif di tengah masyarakat, baik dari segi mendukung pariwisata juga bagaimana mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan itu sendiri.

“Artinya, kan tidak mungkin kegiatan besar seperti ini dilaksanakan di laut Manado, jika kemudian laut kita itu kotor atau tidak baik. Makanya, ini juga bisa jadi ajang sosialisasi, bagaimana menjaga lingkungan kita agar tetap indah, agar kegiatan-kegiatan positif seperti ini bisa dilaksanakan,” tandasnya.

Diketahui, sesi rangkaian penyelam terpanjang di bawah air tersebut akan dilakukan penyelaman massal terbanyak (3000 penyelam pria/wanita), dan pembentangan bendera merah putih terbesar (26 x 39 meter).

Kegiatan ini digagas oleh WASI dengan tujuan pemecahan rekor dunia-Guinness World Records (GWR)-menyelam massal di Pantai Manado, Kawasan Megamas 1-3 Agustus 2019 mendatang.

Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi daya tarik turis mancanegara agar lebih tertarik lagi ke Kota Manado.

Selam massal ini melibatkan unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri, Basarnas, Wanita Selam Indonesia (WASI) dan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia. Sebanyak 3000 penyelam terlibat dalam kegiatan ini. (K-02)

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

ZONA DAERAH

URC Totosik amankan pelaku penganiayaan di Kakaskasen

Published

on

Tim URC Totosik saat berada di TKP. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONAUTARA.comPeristiwa penganiayaan kembali terjadi di Kota Tomohon, Minggu (13/10/2019) dini hari.

Pelakunya, JL alias Bless (39), warga Lingkungan IV, Kelurahan Kakaskasen Satu, Kecamatan Tomohon Utara.

Sementara, korbannya lelaki Riano Paat (22), warga Lingkungan VI, Kelurahan Kakaskasen Dua.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di Jalan Kalutay, Lingkungan IV, Kelurahan Kakaskasen.

Pelaku saat diamankan di Mapolsek Tomohon Utara. (Foto: Istimewa)

Tim URC Totosik Polres yang mendapat informasi adanya kejadian itu langsung menuju ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Komandan Tim (Katim) URC Totosik Bripka Yanny Watung menjelaskan, berdasarkan pengumpulan keterangan di TKP, peristiwa itu terjadi di sela-sela pesta pernikahan yang berlangsung di wilayah tersebut.

Menurut Watung, pelaku yang merupakan penyedia sewa sound system di perayaan pesta pernikahan, sekitar pukul 01.20 WITA, hendak mematikan sound system karena sudah larut.

“Pelaku ditegur salah satu pria yang sudah mabuk hingga terjadi adu mulut. Ketika terjadi adu mulut, datang korban yang bermaksud melerai. Tanpa sebab yang jelas pelaku langsung memukul wajah korban beberapa kali,” tutur Watung.

Akibatnya, kata Watung, korban mengalami pecah bibir dan hidung mengeluarkan darah.

“Pelaku sudah kami amankan ke Mapolsek Tomohon Utara,” ungkap Watung.

Sementara itu, Kapolres Tomohon AKBP Raswin B Sirait melalui Kapolsek Tomohon Utara AKP Ronny Rondonuwu membenarkan peristiwa tersebut.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com