Connect with us

Hukum dan Kriminal

Lagi, Tim Buser tangkap terduga pelaku cabul anak 13 tahun

Published

on

Terduga pelaku saat diamankan di Mapolres Tomohon. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONAUTARA.comKasus persetubuhan terhadap anak di Kota Tomohon kembali terungkap. Kali ini, dialami oleh anak perempuan yang masih berusia 13 tahun.

Ironisnya, perbuatan cabul yang diduga dilakukan oleh pelaku, yakni JP alias Ju (17), warga Kelurahan Talete Satu, Kecamatan Tomohon Tengah ini, sudah berlangsung beberapa kali.

Korban yang didampingi Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Tomohon Joice Worotikan pun melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Tomohon.

Kapolres Tomohon AKBP Raswin B Sirait melalui Kepala Satuan (Kasat) Reskrim AKP Ikhwan Syukri membenarkan laporan tersebut.

Dia mengatakan, pihaknya pun telah berhasil mengamankan terduga pelaku.

“Terduga pelaku sudah diamankan di Mako Polres Tomohon guna penyidikan lebih lanjut,” ujarnya, Senin (29/7/2019).

Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Buru Sergap (Buser) Polres Tomohon Bripka Bima Pusung yang memimpin penangkapan terhadap terduga pelaku menjelaskan, saat hendak diamankan di rumahnya, terduga pelaku sempat melarikan diri, namun berhasil dikejar oleh petugas.

“Dari hasil interogasi, terduga pelaku mengakui, bahwa dirinya telah menyetubuhi korban beberapa kali sejak tahun 2018 lalu,” ujar Pusung.

Persetubuhan terhadap korban, lanjut dia, kembali dilakukan pada Senin (22/7/2019) di rumah salah satu teman dari terduga pelaku.

“Perbuatan terduga pelaku saat itu diketahui oleh teman-temannya yang kemudian mendobrak pintu kamar dan mendapati pelaku sedang menyetubuhi korban,” jelasnya.

Editor : Christo Senduk

Hukum dan Kriminal

Tiga mantan pejabat PD Pasar Tomohon diadili

Published

on

Sidang perdana salah satu terdakwa kasus dugaan korupsi PD Pasar Tomohon agenda pembacaan dakwaan oleh JPU. (Foto: Kejari Tomohon)

MANADO, ZONAUTARA.com Kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Tomohon, akhirnya resmi bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Manado.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Natalia Rungkat dan Helena Yuni Wasti Wenuk, digelar Kamis (25/7/2019).

Tiga terdakwa yang merupakan mantan pejabat di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut, masing-masing HK alias Hof, RN alias Rep dan TP alias Theo pun menjalani persidangan secara terpisah.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tomohon Edy Winarko melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Wilke H Rabeta.

“Sidang kasus dugaan korupsi di PD Pasar mulai dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Manado, Kamis hari ini. Sidang dengan agenda pembacaan dakaan oleh Tim JPU ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Halidja Wally dengan Anggota Edy Darma Putra dan Pultoni,” ujar Wilke.

Dia mengatakan, usai mendengarkan dakwaan dari JPU, ketiga terdakwa yang masing-masing didampingi Penasihat Hukum (PH) akan mengajukan eksepsi atau nota keberatan.

“Sidang ditunda Kamis depan, 1 Agustus 2019 dengan agenda eksepsi,” jelasnya.

Diketahui, ketiga terdakwa diseret ke meja hijau karena diduga telah melakukan penyelewengan dana di PD Pasar Tomohon tahun 2015 dan 2016.

Di mana, Hof selaku mantan Direktur Utama (Dirut), Theo selaku Pelaksana Tugas (Plt) Dirut dan Rep selaku Direktur Umum diduga telah melakukan peminjaman terhadap dana di PD Pasar Tomohon.

Atas perbuatan para terdakwa yang melakukan peminjaman dana yang bukan untuk kepentingan PD Pasar namun hanya untuk kepentingan pribadi tersebut mengakibatkan kerugian bagi keuangan negara sekitar Rp590 juta.

Oleh JPU, para terdakwa dijerat dengan Pasal Primer Pasal 2 ayat (1) dan dan Subsider Pasal 18 juncto Undang–Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, yang telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editor : Rahadih Gedoan

Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com