Connect with us

ZONA DAERAH

Tomohon pecahkan rekor MURI tarian tradisional Ma’zani

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comSatu lagi rekor yang pecah dalam perhelatan Tomohon International Flower Festival (TIFF).

Di tahun 2019 dan dalam perhelatan TIFF ke-9 yang mengambil tema ‘The Greatest Love off All’ ini, Kota Tomohon memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) penyanyi dan penari Ma’zani terbanyak.

Pemecahan rekor ini pun dilaksanakan di sela-sela Tournament of Flower (ToF), di depan panggung utama TIFF 2019, Kamis (8/8/2019).

Di mana, ada sebanyak 1.350 insan pendidikan di Kota Tomohon yang terlibat dalam pemecahan rekor tersebut.

Sertifikat tersebut diserahkan langsung perwakilan MURI kepada Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman, Wakil Wali Kota (Wawali) Syerly Adelyn Sompotan, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Daerah (Dikbudda) Juliana Dolvien Karwur dan para pelatih.

Usai melakukan pemecahan rekor, para peserta juga mengambil bagian dalam parade ToF, dengan mempromosikan penggunaan topi petani yang juga adalah hasil kerajinan tangan, yakni Tolu.

Diketahui, Ma’zani adalah nyanyian dan tarian sebagai bentuk ucapan syukur terhadap panen yang diterima oleh masyarakat, khususnya warga Minahasa.

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman pun mengapresiasi para insan pendidikan yang telah berkorban waktu dan tenaga untuk meningkatkan nilai kebudayaan di Kota Tomohon melalui pemecahan rekor Ma’zani tersebut.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon memberikan ucapan terima kasih, semoga terus menjadi motivasi penting bagi kemajuan di Kota Tomohon,” ujar Eman, didampingi Wakil Wali Kota (Wawali) Syerly Adelyn Sompotan.

“Torehan tinta emas kembali terukir di Tomohon, teruslah berkreasi dan menghasilkan karya bangga menjadi bagian dari sukses TIFF 2019, puji Tuhan,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Wakil Rakyat

Identitas budaya Sulut harus ditonjolkan di Bandara Sam Ratulangi

Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado akan dibangun lebih besar.

Bagikan !

Published

on

Fanny Legoh

Manado, ZONAUTARA.com – Rencana Pemerintah untuk membangun bandara internasional Sam Ratulangi lebih besar dan megah, mendapat dukungan dari DPRD Sulawesi Utara.

Hanya saja, menurut legislator Fraksi PDIP, Fanny Legoh, unsur dan nuansa budaya diharapkan harus menonjol karena bandara merupakan pintu gerbang daerah ini bagi para pendatang, baik turis domestik maupun internasional.

“Sebagai contoh, bandara internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali yang sarat dengan ornamen bernuansa budaya mereka. Begitu tiba di bandara, kita bisa tahu dan akan selalu ingat dengan budaya-budaya Bali,” terang Legoh kepada wartawan, Rabu (23/10/2019) siang.

Menurut personel Komisi IV bidang Kesra itu, saat ini bandara Sam Ratulangi yang didatangi ratusan hingga ribuan turis sama sekali tidak menggambarkan kearifan lokal. Karena itu, ia meminta agar nuansa dengan motif budaya Sulut yang harus ada di bandara Sam Ratulangi berasal dari seluruh daerah dan suku.

“Harus ada budaya dari Minahasa Raya, Bolaang Mongondouw dan Nusa Utara. Bukan hanya agar budaya kita dikenal dan diingat orang banyak, tapi sebagai penegasan kebesaran dan kekuatan budaya masih kita pegang dan kita hormati,” tambah personel Komisi IV bidang Kesra itu.

Karena itu, kata Legoh, dirinya mengusulkan Komisi IV untuk melaksanakan pertemuan segitiga dengan pihak PT Angkasa Pura dan Pemerintah Provinsi terkait pembangunan bandara ini.

Seperti diketahui, bandara Sam Ratulangi baru menggunakan bahasa Manado dalam pengumuman penerbangan bagi para penumpang. Sedangkan ornamen-ornamen dengan nuansa budaya Sulut tidak nampak. (K-02)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

Baca Juga

<

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com