Connect with us

ZONAPEDIA

Inovasi harus mengenal Patent Mapping

Paten terkait dengan hak cipta

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Inovasi perlu memiliki pemahaman mengenai paten. Demikian yang dikatakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan lndustri (BPPI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ngakan Timur Antara di Jakarta, Senin (19/08/2019).

Menurutnya, hal tersebut beralasan karena paten terkait dengan hak cipta. Melalui paten, kita mengetahui celah-celah mana yang harus kita miliki dan melakukan proses inovasi pembela­jaran lebih lanjut untuk menyempurnakan apa yang telah dilakukan orang lain.

“Jadi, terhindar dari masalah gugatan hukum, serta tidak terjadi tumpang-tindih,” ujar Ngakan.

Dalam etimologinya, imbuhnya, paten adalah hak eksklusif inventor atas invensi di bidang teknologi dalam kurun waktu tertentu untuk melaksanakan sendiri atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakan invensinya.

Sementara itu, hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Terkait hal tersebut, Kemenperin sedang mendorong pemanfataan Patent Mapping bagi para pelaku industri manufaktur di Indonesia. Patent Mapping merupakan suatu metode untuk melakukan identifikasi dan pemetaan teknologi yang sedang berkembang melalui pengolahan dan pemanfaatan database paten di seluruh negara anggota World Intellectual Property Organization (WIPO).

“Hasil dari Patent Mapping dimaksudkan untuk dapat dijadikan acuan rekomendasi kebijakan dalam penyusunan strategi yang tepat,” tuturnya.

Ngakan menyebutkan, salah satu pemanfaatan Patent Mapping tools ini, misalnya untuk melakukan identifikasi dan pemetaan perkembangan teknologi daur ulang baterai di berbagai negara. Dalam hal ini, Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung, salah satu unit kerja di bawah BPPI, sedang melakukan penelitian terkait daur ulang limbah baterai ion lithium.

“Jadi, nanti hasilnya diharapkan sebagai salah satu solusi dalam mengatasi potensi permasalahan lingkungan atas baterai kendaraan listrik di masa depan,” ungkapnya.

Ngakan menjelaskan, bahwa dalam pengembangan kendaraan listrik, 60 persen kuncinya ada pada baterai dan bahan untuk membuat baterai.

“Dalam perkembangannya ke depan, perlu dipertimbangkan bagaimana tata kelola penggunaan baterai dari kendaraan listrik, agar nantinya tidak menimbulkan permasalahan terhadap lingkungan,” tuturnya.

Apalagi, lanjut Kepala BPPI, pemerintah telah menerbitkan regulasi untuk menstimulus percepatan pengembangan produksi kendaraan listrik di dalam negeri. Ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

“Oleh karena itu, BPPI sebagai unit kerja di lingkungan Kemenperin yang bertanggung jawab men­jalankan program pembentukan ekosistem inovasi, terus fokus men­dorong terciptanya ekosistem inovasi dengan melibatkan parti­sipasi dari seluruh stakeholder,” paparnya. 

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ZONAPEDIA

Apa itu anosmia serta bahayanya bagi kesehatan

Anosmia merupakan suatu gejala atau hilangnya indera penciuman.

Bagikan !

Published

on

ilustrasi

Oleh: Yona Lantong

Anosmia merupakan suatu gejala atau hilangnya indera penciuman. Kondisi seperti alergi atau pilek pada bagian saluran hidung, dapat menyebabkan anosmia sementara.

Sedangkan kondisi yang lebih serius yang mempengaruhi saraf seperti tumor otak, dapat menyebabkan hilangnya indra penciuman secara permanen.

Pernakah kita mendengar tentang anosmia? Anosmia adalah suatu keadaan dimana kepekaan indera penciuman kita bermasalah. Dapat hilang sementara bahkan selamanya.

Saat seseorang yang mengalami anosmia tentunya sangat mengganggu bagi dirinya. Salah satunya ketika tidak dapat mencium aroma dari makanan. Hal itu dapat menurunkan nafsu makannya.

Studi menunjukkan, 5 persen atau satu dari 20 orang di dunia mengalami anosmia. Ini dapat terjadi dalam kurun beberapa waktu saja. Namun jika kondisi semakin parah dapat menyebabkan anosmia tersebut permanen atau akan kehilangan indera penciuman untuk selamanya.

Anosmia ini sendiri dapat terjadi dikarenakan oleh beberapa hal seperti, pembengkakan dan penyumbatan pada hidung sehingga aroma tidak dapat masuk ke dalam bagian atas hidung.

Namun kondisi lain juga seperti masalah dengan sistem yang pengiriman sinyal dari hidung ke otak dapat menyebabkan anosmia.

Beberapa penyebab utama hilangnya indera penciuman atau anosmia adalah:

  1. Iritasi pada selaput lendir yang melapisi hidung. Kondisi ini dikarenakan oleh infeksi sinus, batuk pilek, flu, merokok, dan alergi.
  2. Terjadinya penyumbatan saluran hidung. Kondisi ini dikarenakan oleh adanya tumor, dan polip hidung.
  3. Adanya kerusakan otak atau saraf.
    Dalam hidung terdapat reseptor yang mengirim sinyal melalui saraf ke otak. Namun jika terjadi kerusakan dapat menyebabkan hilangnya penciuman. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa hal antara lain, ketika seseorang dengan usia lanjut, adanya tumor otak, masalah hormonal, penyakit parkinson, cedera otak atau kepala, dan operasi otak

Untuk mengetahui seseorang mengalami anosmia kita harus mengenali tanda dan gejalanya seperti terjadi perubahan pada suara, seseorang yang mengalami anosmia menjadi tidak terlalu peka akan sensasi bau dan rasa.

Anosmia ini dapat kita cegah dan pengobatannya sendiri dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kepada dokter. Jika pemeriksaan fisik telah dilakukan, selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan penunjang seperti CT scan, foto rontgen maupun endoskopi hidung.

Bagi penderita anosmia dikarenakan oleh iritasi hidung, dokter akan memberikan resep obat contohnya seperti semprotan hidung steroid.

Untuk pencegahannya, sebaiknya kita mengurangi paparan terhadap iritasi dan allergen hidung, serta berhenti merokok. Bagi seseorang yang memiliki kasus timbulnya polip, dokter akan menganjurkan untuk di operasi.

Jadi, anosmia merupakan kondisi yang tidak dapat kita sepelehkan karena dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Sebaiknya kita harus segera konsultasikan dengan segera kepada dokter.

* Penulis adalah Mahasiswa di Universitas Katolik De La Salle Manado

Bagikan !
Continue Reading
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com