Connect with us

Lingkungan dan Konservasi

Surat Terbuka DMFI untuk Gubernur Sulut dan 250 Ribu Petisi Dunia Hentikan Konsumsi Anjing & Kucing

DMFI membawa petisi ini dalam bentuk cetakan dan ada sekitar lima ribu lembar petisi yang diberikan kepada Gubernur Sulut.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) mengumpulkan 250 ribu petisi seluruh dunia untuk menghentikan konsumsi daging anjing dan kucing di Sulawesi Utara (Sulut). Koalisi ini melibatkan organisasi pecinta hewan di antaranya Animal Friends Manado Indonesia (AFMI), Change For Animal Foundation, Four Paws, Care2, Animals Asia, Jakarta Animal Aid Network, Animal Friends Jogja, dan Humane Society International.

Petisi ini digaungkan bersamaan dengan Surat Terbuka yang ditujukan kepada Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan telah dibawa perwakilan DMFI ke kantor Gubernur Sulut, Selasa (20/08/2019). DMFI membawa petisi ini dalam bentuk cetakan dan ada sekitar lima ribu lembar petisi yang diberikan kepada Gubernur Sulut.

Surat terbuka koalisi DMFI meminta agar perdagangan daging anjing dan kucing di Sulut segera dihentikan. Berikut ini isi Surat Terbuka:


SURAT TERBUKA KEPADA GUBERNUR SULAWESI UTARA: AKHIRI PERDAGANGAN DAGING ANJING DAN KUCING

Yang terhormat

Bapak Gubernur Olly Dondokambey

Kami dari koalisi #DMFI (Dog Meat Free Indonesia) menghimbau agar Bapak memberi perhatian yang serius terhadap resiko-resiko dari perdagangan daging anjing dan kucing untuk konsumsi manusia yang terjadi di seluruh daerah di propinsi #SulawesiUtara.

Kami telah mempresentasikan kepada Bapak dan Pemerintah Kabupaten Manado, Tomohon dan Minahasa bukti-bukti kekejaman ekstrem dan ilegalnya perdagangan ini, mulai dari pencurian hewan peliharaan, transportasi hewan secara ilegal melewati perbatasan propinsi, hingga penjualan anjing yang positif terjangkit rabies.

Propinsi Sulawesi Utara terus memiliki tingkat kematian manusia tertinggi akibat rabies di Indonesia – dengan mayoritas kasus-kasus tersebut dimana terdapat perdagangan anjing, kucing dan hewan hidup lain di “pasar-pasar tradisional”.

Hubungan antara perdagangan daging anjing dan penularan virus rabies juga terdapatnya anjing pengidap rabies yang disediakan dan diperjual-belikan untuk konsumsi manusia telah dijelaskan pada data yang sudah dikeluarkan.

Perdagangan daging anjing dan kucing dilakukan secara ilegal dan telah menimbulkan begitu banyak penderitaan dan resiko kesehatan dan kekuatan fisik dan keamanan masyarakat; tetapi tetap saja perdagangan ini dapat berjalan tanpa adanya larangan dari Pemerintah!

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa salah satu penyebab terjadinya penyebaran rabies di Indonesia adalah perdagangan daging anjing. Tetapi belum ada tindakan tegas diambil untuk mengakhirinya, dan berisiko membawa nyawa jutaan manusia dalam bahaya!

Kami mohon kepada Bapak selaku Gubernur Propinsi Sulawesi Utara untuk mengakhiri dan MENGAMBIL TINDAKAN untuk melarang perdagangan daging anjing dan kucing dari dan ke dalam Propinsi Sulawesi Utara SEGERA!

Roy O. Roring G.S Vicky Lumentut Jimmy F Eman SE Ak Walikota Tomohon 2016-2021 Hubmas Pemprov Sulut

#IndonesiaBebasDagingAnjing #Manado #Minahasa #Tomohon #Sulawesi #VisitIndonesia #AnimalWelfare #AgainstAnimalCruelty #IndonesiaBebasRabies2020 #Rabies


zonautara.com
DMFI berkampanye dan mengumpulkan 250 ribu petisi seluruh dunia untuk menghentikan konsumsi daging anjing dan kucing di Sulut.(Foto: AMFI)

Direktur AFMI Anne Parengkuan Supit, yang menjadi perwakilan organisasi lokal di Sulut mengatakan petisi dan surat terbuka ini sebagai keprihatinan dunia atas aksi kekerasan kepada hewan di Sulut dan konsumsi daging anjing dan kucing.

“Anjing dan kucing adalah hewan peliharaan dan bukan makanan,” ujar Anne.

Pihaknya berharap, semoga ke depannya pemerintah Sulut lebih peduli dan memperhatikan isu-isu seperti ini karena juga berkaitan langsung dengan kesehatan dan keamanan masyarakat seperti penyebaran rabies serta penyakit-penyakit lainnya.

Serta mulai menegakkan peraturan-peraturan hukum yang sudah ada yang menyangkut kesejahtraan hewan seperti yang tercantum dalam Pasal 302 KUHP dan PP 95 Tahun 2012 tentang Kesejahteraan Hewan.

“Serta seperti yang tertulis di firman Tuhan dalam Amsal 12:10 yang berbunyi Orang benar memperhatikan kehidupan hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam,” jelasnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Lingkungan dan Konservasi

Mencari resolusi Gunung Tumpa, beri pendapat anda

Gunung Tumpa merupakan kawasan dalam Taman Hutan Raya H.V. Worang.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.com – BIOCOP Universitas Sam Ratulangi Manado dan Perkumpulan Warna Sulut, akan mengadakan Semiloka semi-virtual di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) H.V. Worang atau yang lebih dikenal dengan nama Gunung Tumpa.

Semiloka dengan tagline “Masih bisakah hutan kita diselamatkan” itu akan digelar pada Selasa (17/9/2019) pukul 15.00 – 19.00 WITA. Tujuannya adalah mencari resolusi penanganan kawasan hutan Gunung Tumpa.

Gunung Tumpa berada di perbukitan Tongkaina memiliki luas sekitar 215 hektar dengan ketinggian 700 meter diatas permukaan laut.

Kawasan hutan ini terdiri dari hutan lindung dengan wilayah yang berbukit dan wilayah yang datar serta landai. Didalamnya banyak tumbuh hamparan semak, pohon perdu, pohon kelapa, dan sebagainya.

Berbagai satwa juga dilaporkan masih banyak terdapat di wilayah yang mudah dijangkau dari pusat Kota Manado ini, antara lain ular, biawak, monyet, tarsius, dan berbagai jenis burung.

Tahura ini punya pemandangan hutan lindung yang masih alami. Dari Tumpa bisa menikmati matahari terbit, bulan purnama, matahari tenggelam, melihat dan mengamati flora dan fauna, hiking dan tracking, serta paragliding.

Jika anda punya pendapat dan saran tentang resolusi atau permasalahan lingkungan untuk bahan semiloka ini, bisa menginputnya lewat link ini. Dan jika ingin hadir bisa mendaftar pada link ini.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com