Connect with us

Zona Bitung

Mereka belajar soal cerdas di media sosial

Sekitar 74 anak-anak di PPA Karang Kekal Batuputih ikut kegiatan ini.

Bagikan !

Published

on

Anak-anak di PPA Karang Kekal, Batuputih sedang menerima materi didampingi para mentor. (Foto: Zonautara.com/Bios Lariwu)

BITUNG, ZONAUTARA.com – Pusat Pengembangan Anak (PPA) Karang Kekal Batuputih menggelar sosialisasi tentang bagaimana cara yang cerdas bermedia sosial, yang dilaksanakan di gedung PPA Kelurahan Batuputih, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, pada Jumat (6/9/2019).

Sosialisasi yang diikuti oleh anak usia 9 – 18 tahun ini menerima materi bagaimana bermedia sosial dengan bijak dan juga dapat memanfaatkan media sosial untuk hal positif.

Materi yang dibawakan oleh jurnalis Zona Utara, Ronny Buol ini mengajarkan kepada para anak dan remaja tersebut bagaimana mengetahui berita hoax di media sosial, agar mereka tidak mudah menyebarkan postingan hoax.

Coordinator Project Director PPA Karang Kekal, Masni Lambayang mengatakan bahwa sosialisasi ini sangat berguna karena melihat kehidupan anak-anak saat ini sudah sangat akrab dengan smartphone dan media sosial.

“Materi ini memang telah menjadi program dari kami untuk menambah pengetahuan anak-anak,” kata Masni.

Alasan lain diadakannya sosialisasi ini karena ada pengalaman buruk yang dialami PPA Karang Kekal terkait media sosial. Ada akun media sosial milik anak PPA di yang pernah menyebarkan gambar tidak senonoh yang merugikan temannya sendiri, yang juga merupakan sesama anak PPA.

“Kami sudah memberikan pengajaran kepada anak-anak tersebut dengan membuat perjanjian tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. Makanya kami adakan sosialisasi tentang Cerdas di Media Sosial agar kejadian seperti itu tidak akan terulang lagi,” ungkap Masni.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Bitung

Bitung target 500 ribu wisatawan, Menpar minta segera sinergikan

Festival Pesona Selat Lembeh salah satu strategi mengenjot kunjungan wisawatan.

Bagikan !

Published

on

festival selat lembeh
Turis asing sedang menyaksikan parade perahu hias saat Festival Pesona Selat Lembeh 2019. (Foto: Zonautara.com/Ronny Adolof Buol)

BITUNG, ZONAUTARA.com – Pemerintah Kota Bitung menargetkan kunjungan wisatawan nusantara (wisman) sebanyak 500.000 kunjungan sepanjang 2019.

Hal itu disampaikan oleh Walikota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban saat memberi sambutan pada pembukaan Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL), Senin (7/10/201).

Lomban mengatakan, bahwa Bitung merupakan surga wisatawan, karena punya segalanya sebagai destinasi wisata.

“Kita punya Selat Lembeh yang kaya dengan biota laut dan punya 95 titik penyelaman. Kita punya hutan lindung dan cagar alam, ada Monyet sulawesi dan berbagai jenis satwa endemik,” kata Lomban.

Menurutnya FPSL merupakan salah satu strategi Pemkot Bitung untuk terus mengenjot jumlah kunjungan wisatawan. FPSL sudah keempat kalinya masuk dalam calender of event Kementerian Pariwisata.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi pelaksanaan FPSL. Menurutnya tak banyak festival wisata yang bisa bertahan selama empat kali dalam daftar calender of event.

Arief meminta Pemkot Bitung agar terus membenahi semua hal untuk mengenjot jumlah kunjungan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, dari 2016 hingga 2018, rata-rata pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bitung naik sebesar 14,7 persen. Kebanyakan turis asing mendatangi Taman Wisata Alam Batuputih di Tangkoko yang kaya dengan keanekaragaman hayati yang khas.

Sementara wisatawan nusantara dalam kurung waktu yang sama, rata-rata bertumbuh sebesar 350 persen.

festival selat lembeh
Dekorasi di lokasi pameran produk saat Festival Pesona Selat Lembeh 2019. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

“Kemenpar siap membantu Pemkot Bitung jika diperlukan dalam transformasi sumber daya manusia dari perikanan ke industri pariwisata,” janji Arief.

Arief juga meminta Lomban untuk mensinergikan wisata Bitung dengan paket perjalanan wisata di Manado. Akses jalan tol dari Manado ke Bitung yang sebentar lagi dioperasikan akan mempersingkat perjalanan hanya 35 menit.

“Waktunya sekarang Walikota mengajukan usulan pembangunan infrastruktur menunjang pariwisata, karena Presiden memasukan Sulawesi Utara sebagai destinasi wisata super prioritas,” kata Arief.

Usai membuka FPSL 2019, Menteri Arief Yahya menyaksikan carnival at sea berupa parade ratusan perahu dan kapal hias. FPSL 2019 yang akan berlangsung hingga 10 Oktober, juga diisi dengan serangkaian kegiatan, diantaranya 10K Run, Festival Yoga, Festival Burung Berkicau, Festival Kuliner, Pameran, Festival Budaya dan Coral Reef Monitoring.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

Baca Juga

<

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com