Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Trakindo Construction Day Dorong Sinergi Pekerjaan Konstruksi

Diskusi lintas profesi untuk tingkatkan kualitas pekerjaan konstruksi menuju taraf internasional

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Diskusi dengan tema Trakindo Construction Day yang dilaksanakan di Sintesa Peninsula Hotel, Rabu (11/09/2019), berlangsung menarik. Branch Manager Manado Trakindo Fanny Mamahit pada kesempatan itu mengatakan, pembangunan infrastruktur di berbagai daerah di Indonesia terus digalakkan untuk mendukung pemerataan pertumbuhan ekonomi, termasuk di wilayah Sulawesi Utara.

Menurutnya, peningkatan kualitas pekerjaan konstruksi menjadi hal yang utama dalam mendapatkan hasil yang optimal; baik dari sisi keselamatan dan kesehatan kerja maupun mutu hasil pelaksanaan. Menyadari pentingnya dukungan dari berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan tujuan tersebut, PT Trakindo Utama (Trakindo) menghadirkan acara diskusi bertajuk Construction Day guna mendorong sinergi yang dapat meningkatkan kualitas pekerjaan konstruksi menuju taraf internasional.

“Kehadiran program Construction Day ini merupakan bagian dari komitmen Trakindo untuk terus memberikan kontribusi pada pembangunan Indonesia. Melalui program Trakindo Construction Day para pemangku kepentingan di pekerjaan konstruksi dapat saling berbagi informasi dan berdiskusi untuk mencari solusi bersama, sehingga dapat mewujudkan sinergi dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi,” terang Fanny.

zonautara.com
Suasana Trakindo Construction Day di Sintesa Peninsula Hotel, Rabu (11/09/2019).(Image: zonautara.com/Rahadih Gedoan)

Trakindo Construction Day merupakan wadah yang mempertemukan para pemangku kepentingan di pekerjaan konstruksi untuk meningkatkan kualitas pekerjaan konstruksi menuju taraf internasional. Para pembicara lintas profesi pun turut dihadirkan dalam setiap penyelenggaraannya, meliputi dari kalangan pemerintah, konsultan, kontraktor setempat serta manajemen Trakindo selaku penyedia solusi alat berat Cat®. Setelah Sulawesi Utara, acara Trakindo Construction Day juga akan berlangsung di dua kota lainnya, yaitu Solo, dan Medan.

Dalam rangka melengkapi komitmen berkelanjutan Trakindo yang mendukung kemajuan pelanggan dan berkontribusi dalam pembangunan Indonesia, pada kesempatan ini Trakindo juga memperkenalkan unit unggulan pendukung pekerjaan konstruksi di antaranya; CS11GC, 320GC, D6R, dan CB2.7.

Trakindo meyakinkan pelanggan di wilayah Sulawesi Utara mengenai pentingnya pemilihan alat berat yang tepat, sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Pengenalan ini juga sekaligus menjelaskan bagaimana dukungan teknologi di alat berat dapat membantu mencapai hasil kerja yang lebih maksimal.

Pada acara ini beragam solusi alat berat lainnya pun turut dipaparkan, mulai dari ragam produk yang tepat untuk melakukan pekerjaan konstruksi, khususnya pembangunan dan perawatan jalan; solusi rental sebagai alternatif peningkatan kapasitas produksi, hingga serangkaian wawasan terkait peningkatan kemampuan operator.

zonautara.com
Alat berat milik Trakindo dipamerkan di halaman Sintesa Peninsula Hotel, Rabu (11/09/2019).(Image: zonautara.com/Rahadih Gedoan)

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ekonomi dan Bisnis

Impor bahan baku industri kosmetik terus dipacu

Kemenperin mencatat, ekspor produk kosmetik Indonesia pada 2017 tumbuh sebesar 29,8 persen dan mencapai angka USD522 juta.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu pengembangan industri komestik di dalam negeri agar bisa lebih berdaya saing di pasar global. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, apalagi Indonesia memiliki potensi yang cukup besar, dengan kekayaan sumber daya alam seperti tanaman herbal yang sudah banyak digunakan untuk produk kesehatan dan kosmetik.

“Hal tersebut merupakan suatu kekuatan yang harus dioptimalkan agar produk kosmetik dalam negeri dapat mendominasi pasar dalam negeri,” kata Gati di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Kemenperin mencatat, ekspor produk kosmetik Indonesia pada 2017 tumbuh sebesar 29,8 persen dan mencapai angka USD522 juta. Di tahun 2018, ekspornya menjadi USD677 juta. Saat ini, jumlah perusahaan industri kosmetik di Tanah Air mencapai lebih dari 760 perusahaan.

Dari total tersebut, sebanyak 95 persen industri kosmetik nasional berskala Industri Kecil dan Menengah (IKM), dan sisanya industri skala besar. Jumlah tersebut menyerap tenaga kerja sebanyak 75 ribu tenaga kerja langsung serta 600 ribu tenaga kerja tak langsung.

Beauty.(Image: pexels.com)

Direktur IKM Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka Kemenperin E Ratna Utarianingrum mengungkapkan, saat ini pihaknya bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan stakeholder terkait lainnya tengah mendorong sertifikasi halal untuk industri kosmetik.

Untuk meningkatkan daya saing IKM kosmetik, Kemenperin memfasilitasi cara pembuatan kosmetik yang baik dan pengurusan izin edar sebagai persyaratan untuk mengantongi sertifikat halal dari BPJPH.

“Tujuannya untuk mendorong daya saing IKM kosmetik kita dalam menghadapi kosmetik impor,” ungkapnya.

Ratna optimistis, pemerintah akan mampu menekan impor bahan baku industri kosmetik, mengingat banyaknya bahan baku alami di Indonesia yang dapat digunakan untuk membuat produk kosmetik.

“Saat ini, industri kosmetik masih membutuhkan beberapa zat aditif untuk memberikan efek tertentu pada kosmetik dan masih belum dapat diproduksi di dalam negeri,” ujarnya.

Menurut Ratna, rantai produksi kosmetik cukup panjang dari hulu ke hilir, yang di tengahnya terdapat proses untuk menghasilkan bahan baku siap pakai. Sumber bahan bakunya sebenarnya punya, tetapi untuk menjadi produk yang siap pakai di industri kosmetik itu perlu teknologi, yang belum miliki, sehingga harus impor.

Kendati demikian, Ratna menyampaikan bahwa Kemenperin berupaya menarik industri yang mampu memproses bahan baku dari dalam negeri menjadi bahan baku antara di sektor kosmetik.

“Kemenperin akan memetakan pohon industri kosmetik dari hulu hingga ke hilir, sehingga mendorong investasi yang tepat sasaran,” kata Ratna.

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com