Connect with us

PRESS REVIEW

[FLASH]: Menteri di Kabinet Jokowi jadi tersangka KPK

Menpora Imam Nahrawi tersangka dalam dugaan korupsi dana hibah KONI di Kemenpora.

Bagikan !

Published

on

Foto: ANTARA

ZONAUTARA.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat kejutan di akhir masa jabatan periode kepemimpinan 2015-2019

Salah seorang Menteri dalam Kabinet Jokowi-JK, Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi, Selasa (18/9/2019).

Fakta dalam berita:

  • Imam Nahrawi menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Dia ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi terkait dana hibah KONI di Kemenpora.
  • Selain Imam, KPK juga menetapkan Miftahul Ulum sebagai tersangka.
  • Miftahul merupakan asisten Menpora. Miftahul sudah lebih dulu menjadi tersangka.
  • Imam diduga menerima suap senilai Rp 14,7 miliar yang diterimanya dari Miftahul selama periode 2016-2018.
  • Imam juga meminta uang senilai Rp 11,8 milyar. Total yang disangkakan diterima Imam sebesar Rp 26,5 milyar.
  • Imam diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.
  • Imam merupakan Menpora kedua yang terjerat kasus korupsi. Pada Desember 2012, Menpora kala itu, Andi Mallarangeng pernah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus Hambalang.

Link dalam berita:

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Coutinho

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

PRESS REVIEW

Bersiaplah! November 2019 pendaftaran online CPNS dibuka

Ada 197.117 formasi yang disediakan, 159.257 jatah untuk pemerintah daerah.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Bagi anda yang menginginkan mengabdi untuk negara melalui jalur Pegawai Negeri Sipil, bersiaplah. Pada November mendatang, pemerintah akan membuka pendaftaran online Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Ada sebanyak 197.117 formasi yang disiapkan oleh pemerintah kali ini, yang terdiri dari 37.854 formasi untuk pemerintah pusat dan 159.257 formasi untuk pemerintah daerah.

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengatakan sebelum pembukaan registrasi online tersebut, pihaknya akan mengumumkan pendaftaran PNS pada akhir Oktober hingga awal November mendatang.

“Untuk pengumuman pendaftaran dijadwalkan akan berlangsung pada akhir Oktober hingga awal November 2019, yang diawali dengan penetapan formasi CPNS 2019 kepada Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah,” kata Ridwan seraya menambahkan, penyerahan formasi telah berlangsung pada Kamis, (17/10) di Jakarta.

Sementara itu, untuk pengumuman hasil seleksi administrasi diagendakan pada Desember 2019. Setelah itu, pengumuman jadwal dan peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) akan dilakukan pada Januari 2020.

Pada Februari 2020 nanti pelaksanaan SKD akan digelar. Hasilnya akan diumumkan pada Maret yang kemudian diikuti dengan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Integrasi kedua hasil seleksi dijadwalkan akan berlangsung pada April 2020,” sambungnya.

Ridwan menyampaikan untuk mendukung kelancaran proses penerimaan PNS tersebut, BKN telah menyiapkan infrastruktur portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) dan pelaksanaan seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT) BKN.

Ia mengingatkan, untuk pendaftaran awal, calon peserta seleksi CPNS menginput Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga atau NIK Kepala Keluarga.

“Silakan calon pelamar memastikan kedua data tersebut telah sesuai dengan data kependudukan di Dirjen Dukcapil Pusat sebelum melakukan pendaftaran,” kata Ridwan.

Berikut ini alur pendaftaran dalam portal SSCASN:

  1. Buka portal SSCASN, https://sscasn.bkn.go.id.
  2. Buat akun SSCN 2019 2019 menggunakan NIK dan nomor kartu keluarga atau NIK Kepala Keluarga.
  3. Login menggunakan NIK dan password yang telah didaftarkan.
  4. Lengkapi biodata.
  5. Pilih formasi dan jabatan sesuai pendidikan.
  6. Lengkapi data, kemudian unggah dokumen.
  7. Cek resume, cetak kartu pendaftaran.

Kepala Biro Humas BKN menegaskan pengumuman penerimaan resmi akan dipublikasikan di website dan media sosial instansi penerima formasi dan juga portal SSCASN.

Sebelum pengumuman pendaftaran daring dibuka secara resmi pada bulan November, portal SSCASN belum dapat diakses.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

Baca Juga

<

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com