Connect with us

Hukum dan Kriminal

RUU KUHP yang ancam kebebasan pers akan dilawan

Jika RUU KUHP ini disahkan menjadi Undang-Undang maka akan menjadi preseden buruk bagi kebebasan pers.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Rencana DPR RI periode 2014-2019 menyahkan Revisi Kitab Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) akhir bulan September ini terus mendapat perlawanan dari masyarakat. Di antaranya Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Manado.

Ketua AJI Manado Yintze Gunde mengatakan, jika RUU KUHP ini disahkan menjadi Undang-Undang maka ini akan menjadi preseden buruk bagi kebebasan pers yang tengah tumbuh dan berkembang di tanah air. AJI Manado akan melakukan pergerakan melawan dan menolak pengesahan produk-produk hukum yang mengancam kebebasan pers yang dilindungi sebagai Hak Asasi Manusia (HAM).

“Pasal-pasal dalam RUU KUHP akan berbenturan dengan UU Pers yang menjamin dan melindungi kerja-kerja pers. Kemerdekaan Pers dan kebebasan berekspresi adalah hak asasi manusia yang harus dijamin, dilindungi dan dipenuhi dalam demokrasi. Tanpa kemerdekaan pers dan kebebasan berekspresi maka demokrasi yang telah diperjuangkan dengan berbagai pengorbanan, akan berjalan mundur,” kata Yintze.

Keberadaan pasal pasal karet di RUU KUHP, imbuhnya, akan mengarahkan kita pada praktik otoritarian seperti yang terjadi di era Orde Baru yang  menyamakan kritik pers dan pendapat kritis masyarakat sebagai penghinaan dan ancaman kepada penguasa.

Sekretaris AJI Manado Fernando Lumowa menambahkan, terkait hal tersebut maka AJI Manado bersama koalisi Gerakan Cinta Damai Sulut, yang di dalamnya meliputi LBH  PMII Metro, GP Anshor, PMKRI, Persma, Swara Manguni, Swapar, Gusdurian, YSNM, LPA dan Polimdo akan bergerak lewat aksi Sulut Menggugat.

Fernando menjelaskan, aksi tersebut digelar pada Kamis (26/09/2019), pukul 10.00 Wita. Lokasi unjuk rasa damai akan digelar di depan kantor DPRD Propinsi Sulawesi Utara, kawasan Kairagi Manado.

“Situasi ini menunjukkan Indonesia sedang darurat kebebasan pers karena RUU KUHP ini bisa akan dijadikan alat untuk membungkam pers yang kritis. Tidak ada cara lagi selain kita harus menolak…!” tegas Fernando.

Dikatakannya lagi, pasal-pasal yang mengancam kebebasan pers adalah

  1. PASAL 219 TENTANG PENGHINAAN TERHADAP PRESIDEN ATAU WAKIL PRESIDEN
  2. PASAL 241 TENTANG PENGHINAAN TERHADAP PEMERINTAH
  3. PASAL 247 TENTANG HASUTAN MELAWAN PENGUASA
  4. PASAL 262 TENTANG PENYIARAN BERITA BOHONG
  5. PASAL 263 TENTANG BERITA TIDAK PASTI
  6. PASAL 281 TENTANG PENGHINAAN TERHADAP PENGADILAN
  7. PASAL 305 TENTANG PENGHINAAN TERHADAP AGAMA
  8. PASAL 354 TENTANG PENGHINAAN TERHADAP KEKUASAAN UMUM ATAU LEMBAGA NEGARA
  9. PASAL 440 TENTANG PENCEMARAN NAMA BAIK
  10. PASAL 446 TENTANG PENCEMARAN ORANG MATI

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !

Hukum dan Kriminal

15 artis terserat kasus investasi bodong MeMiles

Polisi juga telah memeriksa penyanyi Eka Deli dan Marcello Tahitoe alias Ello. Keduanya anggota aplikasi MeMiles.

Bagikan !

Published

on

Polisi merilis dua tersangka tambahan kasus investasi bodong memiles (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)

ZONAUTARA.com – Sebanyak 15 artis disebut-sebut akan dipanggil oleh polisi sebagai saksi dalam kasus investasi bodong berlabel MeMiles.

Polda Jatim yang menangani perkara ini, telah menyiapkan nama 13 artis yang akan segera dipanggil.

MeMiles yang dikelola PT Kam dan Kam berurusan dengan polisi setelah diduga melakukan investasi bodong dengan omzet sebesar Rp750 miliar.

Polisi telah menetapkan empat tersangka: KT (47) atau Sanjay sebagai direktur; FS (52) sebagai manajer; ML) atau Dokter Eva (54) sebagai motivator atau pencari member; dan PH (22) sebagai ahli IT.

Polisi juga telah memeriksa penyanyi Eka Deli dan Marcello Tahitoe alias Ello. Keduanya anggota aplikasi MeMiles. 

Ello mengaku menjadi korban dari MeMiles, sementara Eka pernah menjadi perantara Ello untuk mengisi acara yang digelar oleh MeMiles.

Dari keterangan merekalah diketahui ada sebanyak 15 artis lainnya yang diduga ikut terseret investasi bodong tersebut.

Dalam waktu dekat polisi akan memanggil AN atau Adjie Notonegoro dan J atau Judika.

Saat ini polisi telah menyita barang bukti dari para tersangka berupa uang tunai Rp122 miliar, 18 mobil dan 2 motor.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Continue Reading
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com