ZONAUTARA.com – Sulawesi adalah jazirah yang layak disambangi. Di pulau ini hidup berbagai etnik dengan keragaman budaya dan tradisinya. Salah satunya adalah Suku Toraja yang berada di Sulawesi Selatan. Mendatangi Toraja bisa diakses dari Makassar, dengan beragam pilihan maskapai penerbangan.

Setelah dari Makassar, anda bisa mencari bus untuk menuju ke Toraja. Tersedia berbagai jasa bus yang melayani rute Makassar – Toraja. Bus pada rute ini tergolong mewah dengan fasilitas yang beragam. Anda dapat memesan ticket bus secara online lewat Sugeng Rahayu melalui aplikasi Traveloka.

Perjalanan menuju Toraja ditempuh selama semalam. Tak perlu khawatir, kenyamanan bus Sugeng Rahayu mampu mengusir kepenatan anda selama dalam perjalanan.

Saat ke Toraja, anda jangan melewatkan ritual kematian yang bagi orang Toraja menempati posisi penting dalam tradisi dan budaya mereka.

Gema nyanyian saat ritual itu berlangsung, bagai panggilan magis dari pesona alam yang menakjubkan. Bentangan pemukiman di antara dinding-dinding karst dengan hawa yang sejuk, membuat Toraja menjadi destinasi yang selalu dinantikan.

Bertandanglah antara bulan Agustus hingga Oktober, saat ritual adat kematian itu dipestakan. Mereka menyebutnya Rambu Solo, sebuah upacara yang bertujuan menghormati dan menghantarkan arwah orang yang telah meninggal menuju alam puya, alam roh yang dipercayai pada agama nenek moyang aluk todolo.

Jenazah yang dipestakan tersebut telah meninggal beberapa bulan bahkan beberapa tahun lalu. Bagi orang Toraja, kematian bukanlah akhir segalanya, bukanlah sebuah peristiwa yang tiba-tiba membuat hati menjadi susah dan memutus rantai kekerabatan. Sebaliknya, kematian bagi orang Toraja, adalah satu tahap dalam proses yang panjang.

Iring-iringan jenazah dalam tradisi Rambu Solo di Toraja. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

Tetapi itu bukan berarti tak ada duka saat ada kematian. Mereka tak lari dari rasa takut akan maut. Sebab bagi suku Toraja, justru kematian adalah pusat kehidupan. Mereka percaya bahwa orang yang meninggal tak sunggung-sungguh mati, sehingga tetap percaya bahwa hubungan masih terus berlangsung bahkan sesudah kematian.

Oleh karenanya, bagi mereka, kematian adalah sebuah sukacita yang patut dirayakan dengan pesta. Sebuah keyakinan yang mentradisi sejak leluhur mereka, dan terus terjaga hingga kini, memikat ribuan pejalan saban tahun mendatangi negeri yang indah dan memesona ini.

Bersiaplah dengan kejutan-kejutan tak terduga. Siapkan baterai dan memori kamera yang cukup, sebab adegan-adegan yang tersaji sungguh sayang untuk tidak diabadikan. Kehadiran ratusan kerabat dan komunitas dengan pakaian adat yang mengagungkan warna-warna tradisi adalah objek foto yang tak bisa luput.

Kejutan lain akan datang dari harga seekor kerbau yang melebihi harga mobil termewah yang anda miliki. Pun saat mengetahui peti jenazah yang diusung dalam arakan menuju pemakaman harus digoyang-goyang ratusan orang.

Dan juga, saat berhadapan dengan tulang-belulang yang terongok di dalam kubur gua, dan saat mengetahui jika orok bayi yang meninggal dikubur di lubang pohon, sementara peti-peti jenazah lainnya tergantung di langit-langit gua dan terpahat di batu-batu raksasa. Toraja adalah sajian eksotis pengembara jiwa yang merindukan jejak leluhur yang terus terjaga.

Editor: Ronny A. Buol

Bagikan !