Connect with us

Hukum dan Kriminal

649 orang diamankan polisi pada aksi rusuh 30 September

209 orang luka-lukan, 41 aparat ikut jadi korban luka-luka.

Bagikan !

Published

on

demo rusuh pelajar stm
Suasana ricuh di belakang Gedung DPR, Jakarta, Senin (30/9). [Suara.com/Arya Manggala]

ZONAUTARA.com – Polisi telah mengamankan sebanyak 649 orang terkait aksi yang berakhir rusuh, Senin (30/9/2019) kemarin di sekitar wilayah gedung DPR RI, Jakarta.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan belum diketahui lebih lanjut identifikasi terduga pelaku rusuh yang diamankan.

“649 ini akan didalami lagi melalui proses penyelidikan dan penyidikan,” tuturnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Selasa (1/10), seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Dari sebanyak orang yang diamankan polisi itu, belum satupun yang ditetapkan sebagai tersangka. Ratusan orang itu tersebar di berbagai unit, antara lain unit kriminal khusus, unit narkoba dan di jajaran Polres.

Dari kerusuhan kemarin, sebanyak 209 orang dilaporkan mengalami luka-luka, sementara ada 41 orang aparat yang juga menjadi korban luka-luka.

Aksi demonstrasi yang digelar oleh sejumlah elemen masyarakat ditengarai juga disusupi massa bayaran, termasuk laporan bahwa ada “pelajar bayaran” yang ikut demo.

Para orang tua yang ingin menjemput anak mereka dari kantor polisi, dimintai menyiapkan fotocopy KTP dan menandatangani surat pernyataan bermeterai.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hukum dan Kriminal

Imbas kerusuhan di Lapas Manado, ada narapidana meninggal

Kerusuhan terjadi pada Sabtu, 11 April 2020.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.COM – Satu warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado meninggal dunia imbas kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (11/4/2020).

Belum diketahui apakah narapidana tersebut meninggal saat sedang terjadi kerusuhan atau ketika dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulut, Lumaksono saat ditanyakan tentang kejadian tersebut tidak mengelak.

“Tapi kita belum bisa memastikan penyebab kematiannya, apakah karena sedang sakit atau akibat kekerasan,” ujar Lumaksono, Minggu (12/4) saat dikonfirmasi wartawan.

Narapidana yang dimaksud bernama Edgar Atnas, berusia 39 tahun, warga negara Filipina dengan kasus pidana perlindungan anak.

“Kita juga akan memastikan apakah dia warga negara asing atau sudah menjadi warga negara Indonesia,” jelas Lumaksono.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com