Connect with us

Hukum dan Kriminal

Pemilik sabu 19,36 gram dibui 11 tahun

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comMajelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tondano menjatuhkan vonis terhadap terdakwa kasus kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu seberat 19,36 gram, dalam sidang yang digelar Selasa (1/10/2019).

Terdakwa, yakni Rusli alias Uli (29), warga Desa Siavu, Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), divonis pidana penjara selama 11 tahun.

Tak hanya dipenjara, terdakwa pun diharuskan membayar denga sebesar Rp800 juta subside dua bulan penjara.

Hal tersebut dibeberkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tomohon Edy Winarko melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Wilke Rabeta.

“Dalam amar putusannya, Majelis Hakim Djainuddin Karanggusi selaku Ketua didampingi Frans Pangemanan dan Arni M. Thalib selaku Anggota menyatakan, terdakwa Rusli terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar Wilke.

Dia mengatakan, putusan Hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tomohon Mariska Jennifer Kandou yang menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 12 tahun.

“Atas putusan Hakim itu, terdakwa menyatakan menerima putusan,” tutur Wilke.

Dia menjelaskan, sebagaimana yang terungkap di persidangan, kasus tersebut berawal saat terdakwa Rusli pada Mei 209 lalu membawa narkotika jenis sabu dengan berat total 19,36 gram dari Parigi Muotong dan hendak di jual di Kota Manado.

Namun, sebelum sampai di Kota Manado tepatnya di Kecamatan Tanawangko, Tim Sat Res Narkoba Polres Tomohon berdasarkan informasi dari masyarakat berhasil menangkap terdakwa.

Saat digeledah, petugas mendapatkan barang bukti sabu-sabu yang sudah dalam keadaan dibungkus lakban berwarna coklat dan disimpan di dalam saku celana terdakwa.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !

Hukum dan Kriminal

15 artis terserat kasus investasi bodong MeMiles

Polisi juga telah memeriksa penyanyi Eka Deli dan Marcello Tahitoe alias Ello. Keduanya anggota aplikasi MeMiles.

Bagikan !

Published

on

Polisi merilis dua tersangka tambahan kasus investasi bodong memiles (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)

ZONAUTARA.com – Sebanyak 15 artis disebut-sebut akan dipanggil oleh polisi sebagai saksi dalam kasus investasi bodong berlabel MeMiles.

Polda Jatim yang menangani perkara ini, telah menyiapkan nama 13 artis yang akan segera dipanggil.

MeMiles yang dikelola PT Kam dan Kam berurusan dengan polisi setelah diduga melakukan investasi bodong dengan omzet sebesar Rp750 miliar.

Polisi telah menetapkan empat tersangka: KT (47) atau Sanjay sebagai direktur; FS (52) sebagai manajer; ML) atau Dokter Eva (54) sebagai motivator atau pencari member; dan PH (22) sebagai ahli IT.

Polisi juga telah memeriksa penyanyi Eka Deli dan Marcello Tahitoe alias Ello. Keduanya anggota aplikasi MeMiles. 

Ello mengaku menjadi korban dari MeMiles, sementara Eka pernah menjadi perantara Ello untuk mengisi acara yang digelar oleh MeMiles.

Dari keterangan merekalah diketahui ada sebanyak 15 artis lainnya yang diduga ikut terseret investasi bodong tersebut.

Dalam waktu dekat polisi akan memanggil AN atau Adjie Notonegoro dan J atau Judika.

Saat ini polisi telah menyita barang bukti dari para tersangka berupa uang tunai Rp122 miliar, 18 mobil dan 2 motor.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com