Connect with us

Zona Bitung

Bitung target 500 ribu wisatawan, Menpar minta segera sinergikan

Festival Pesona Selat Lembeh salah satu strategi mengenjot kunjungan wisawatan.

Bagikan !

Published

on

festival selat lembeh
Turis asing sedang menyaksikan parade perahu hias saat Festival Pesona Selat Lembeh 2019. (Foto: Zonautara.com/Ronny Adolof Buol)

BITUNG, ZONAUTARA.com – Pemerintah Kota Bitung menargetkan kunjungan wisatawan nusantara (wisman) sebanyak 500.000 kunjungan sepanjang 2019.

Hal itu disampaikan oleh Walikota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban saat memberi sambutan pada pembukaan Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL), Senin (7/10/201).

Lomban mengatakan, bahwa Bitung merupakan surga wisatawan, karena punya segalanya sebagai destinasi wisata.

“Kita punya Selat Lembeh yang kaya dengan biota laut dan punya 95 titik penyelaman. Kita punya hutan lindung dan cagar alam, ada Monyet sulawesi dan berbagai jenis satwa endemik,” kata Lomban.

Menurutnya FPSL merupakan salah satu strategi Pemkot Bitung untuk terus mengenjot jumlah kunjungan wisatawan. FPSL sudah keempat kalinya masuk dalam calender of event Kementerian Pariwisata.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi pelaksanaan FPSL. Menurutnya tak banyak festival wisata yang bisa bertahan selama empat kali dalam daftar calender of event.

Arief meminta Pemkot Bitung agar terus membenahi semua hal untuk mengenjot jumlah kunjungan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, dari 2016 hingga 2018, rata-rata pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bitung naik sebesar 14,7 persen. Kebanyakan turis asing mendatangi Taman Wisata Alam Batuputih di Tangkoko yang kaya dengan keanekaragaman hayati yang khas.

Sementara wisatawan nusantara dalam kurung waktu yang sama, rata-rata bertumbuh sebesar 350 persen.

festival selat lembeh
Dekorasi di lokasi pameran produk saat Festival Pesona Selat Lembeh 2019. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

“Kemenpar siap membantu Pemkot Bitung jika diperlukan dalam transformasi sumber daya manusia dari perikanan ke industri pariwisata,” janji Arief.

Arief juga meminta Lomban untuk mensinergikan wisata Bitung dengan paket perjalanan wisata di Manado. Akses jalan tol dari Manado ke Bitung yang sebentar lagi dioperasikan akan mempersingkat perjalanan hanya 35 menit.

“Waktunya sekarang Walikota mengajukan usulan pembangunan infrastruktur menunjang pariwisata, karena Presiden memasukan Sulawesi Utara sebagai destinasi wisata super prioritas,” kata Arief.

Usai membuka FPSL 2019, Menteri Arief Yahya menyaksikan carnival at sea berupa parade ratusan perahu dan kapal hias. FPSL 2019 yang akan berlangsung hingga 10 Oktober, juga diisi dengan serangkaian kegiatan, diantaranya 10K Run, Festival Yoga, Festival Burung Berkicau, Festival Kuliner, Pameran, Festival Budaya dan Coral Reef Monitoring.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Zona Bitung

94 KK di Bitung terdampak banjir

Penyebabnya hujan deras dan imbas pembangunan jalan tol.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Bitung, Sulawesi Utara, menyebabkan 94 kepala keluarga (KK) terdampak banjir, Selasa (10/12/2019).

Camat Maesa Sefferson Sumampouw mengatakan, puluhan KK terdampak banjir berada di tiga kelurahan di Kecamatan Maesa.

“Sebanyak 55 KK di Kelurahan Kakenturan Satu, 10 di Pateten Tiga, dan 29 di Bitung Barat Dua,” kata dia kepada Zonautara.com, Rabu (11/12/2019).

Dia menjelaskan, banjir yang merendam rumah warga di Kecamatan Maesa, juga terjadi pada Minggu (8/12/2019).

Selain karena hujan deras, banjir disebabkan imbas dari pembangunan proyek jalan Tol Bitung-Manado.

Pihak Jasa Marga, kata dia, siap bertanggungjawab terhadap kejadian bencana banjir dengan membersihkan saluran drainase dari pasir dan penyebab meluapnya air.

“Jasa Marga berjanji akan mengganti barang-barang warga yang rusak paling lambat tujuh hari usai data verifikasi diterima,” ujarnya.

Sefferson menjelaskan, agar pendataan valid dan penyaluran bantuan tepat sasaran, akan dibentuk tim gabungan yang terdiri dari Jasa Marga, pemerintah, dan perwakilan masyarakat.

Sementara, kata dia, terkait bantuan tanggap darurat kepada warga sesuai hasil pendataan diberikan oleh Dinas Sosial.

“Agar tidak berulang lagi, maka Dinas PU Kota Bitung akan membantu mengawasi perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh pihak Jasa Marga,” ujar dia.

Banjir yang melanda Kecamatan Maesa mendapat perhatian juga dari tiga legislator Sulut, Melky Jakhin Pangemanan (MJP), Nick A Lomban, dan Braein Waworuntu.

Mereka turun langsung menemui warga yang terdampak banjir di Kelurahan Kakenturan Satu, Maesa, Kota Bitung.

MJP mengatakan, DPRD Provinsi Sulut sangat menyesalkan kejadian itu dan prihatin dengan keadaan warga yang terdampak banjir.

“Kami sepenanggungan bersama warga, dan akan membawa peristiwa banjir tersebut, serta menindaklanjutinya sesuai dengan tugas dan fungsi kami,” kata Melky.

Sementara Nick mengatakan, bahwa ia mendukung pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung. Namun, ia berharap pembangunan Tol Manado-Bitung harus melakukan kajian terkait dampak kepada masyarakat.

“Harus ada kajian AMDAL yang diperbaharui setiap enam bulan. Agar jangan sampai masyarakat jadi korban dari pembangunan yang tidak disertai kajian,” ujar Nick. (K-02)

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com