Connect with us

CARI TAHU

Ini dia 100 Calender of Event Kemenpar 2020, Sulut punya 4 event

Tomohon International Flower Festival masuk dalam Top 10 COE.

Bagikan !

Published

on

tiff 2020
Salah satu peserta parade kendaraan hias bunga di TIFF 2019. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

ZONAUTARA.com – Sulawesi Utara berhasil memasukkan empat event pariwisata dalam Calender of Event (CoE) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di tahun 2020 mendatang.

Salah satu dari event itu bahkan masuk dalam Top 10 COE 2020, yakni Tomohon International Flower Festival.

Sementara tiga event lainnya adalah Festival Pesona Selat Lembeh, Festival Pesona Bunaken dan Manado Fiesta.

CoE telah diluncurkan di Balairung Soesilo Soedirman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta pada Selasa (15/10/2019).

Peluncuran itu dilakukan langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Hadir juga sejumlah Kepala Daerah dan Kepala Dinas Pariwisata serta perwakilannya dari 34 provinsi Indonesia.

CoE 2020 diharapkan memberikan dampak besar dalam mendongkrak kunjungan turis mancanegara, serta menggerakkan wisatawan nusantara ke destinasi yang tersebar di 34 provinsi.

Sebanyak 100 event pariwisata unggulan itu akan digelar sepanjang tahun 2020. Ini merupakan rangkuman event terbaik yang dimiliki Indonesia yang terdiri dari 10 Top Event serta 100 Wonderful Event.

Untuk masuk dalam 100 event tersebut tidak mudah. Ada tahap kurasi yang harus dilalui. Kurasinya sendiri dilakukan dengan ketat. Semua dilakukan oleh para kurator professional di bidangnya. 

Adapun Top 10 CoE 2020, yaitu Pesta Kesenian Bali, Jember Fashion Carnival, Banyuwangi Ethno Carnival, Art Jog, Sanur Village Festival, Iron Man 70.3 Bintan, Borobudur Marathon, Java Jazz, F8 Festival, dan Tomohon International Flower Festival.

Berikut daftar 100 Coe:

Aceh

  1. Festival Saman
  2. Aceh Culinary Festival
  3. Aceh International Diving Festival

Sumatera Utara

  1. Ya’ahowu Nias Festival
  2. Karnaval Pesona Danau Toba
  3. Samosir Music International
  4. Gelar Melayu Serumpun

Riau

  1. Pacu Jalur
  2. Bono Surfing
  3. Festival Bakar Tongkang

Kepulauan Riau

  1. Bintan Triathlon
  2. Tour De Bintan
  3. Kenduri Seni Melayu
  4. Festival Pulau Penyengat

Sumatera Barat

  1. Tour de Singkarak
  2. Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival
  3. Festival Pesona Minangkabau

Sumatera Selatan

  1. Festival Danau Ranau XXIII 2020
  2. Festival Sriwijaya XXVIII 2019

Kep. Bangka Belitung

  1. Toboali City on Fire Season 5
  2. Festival Tanjung Kelayang 3
  3. Sungailiat Triathlon
  4. Jelajah Pesona Jalur Rempah Belitung Timur

Jambi

  1. Festival Kerinci
  2. Festival Batanghari

Bengkulu

  1. Festival Bumi Rafflesia
  2. Festival Tabut
  3. Festival Pesisir Pantai Panjang

Lampung

  1. Krui World Surfing League
  2. Lampung Krakatau Festival
Bagikan !

Pages: 1 2 3 4 5 6

Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

CARI TAHU

Yuk, cari tahu bagaimana fenomena hujan darah di India

Hujan berwarna merah darah juga dilaporkan pernah melanda Kerala pada tahun 1896 dan beberapa kali setelahnya.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Sejak 25 Juli hingga 23 September 2001, wilayah Kottayam dan Idukki di bagian selatan negara bagian Kerala di India mengalami fenomena membingungkan, yaitu hujan darah.

Menurut penduduk setempat, hujan berwarna pertama didahului oleh guntur yang keras dan kilatan cahaya, dan diikuti oleh rumpun pohon yang menumpahkan daun-daun terbakar abu-abu yang layu. Banyak lagi kejadian hujan merah dilaporkan selama sepuluh hari berikutnya dengan frekuensi yang semakin berkurang hingga akhir September.

Banyak alasan yang dikaitkan dengan fenomena misterius ini, beberapa tidak rasional – seperti mantra ilahi, dan keterlibatan alien. Awalnya, para ilmuwan Centre for Earth Science Studies (CESS) mencurigai bahwa partikel-partikel ini berasal dari ledakan meteor. CESS kemudian menarik kembali ini karena mereka melihat partikel menyerupai spora.

zonautara.com
Partikel yang diambil dari sampel hujan darah.(Image: mybookofmysteries.blogspot.com)

Sampel diserahkan ke Tropical Botanical Garden and Research Institute (TBGRI) untuk studi mikrobiologi, di mana spora dibiarkan tumbuh dalam media yang cocok untuk pertumbuhan ganggang dan jamur.

TBGRI bersama CESS menerbitkan laporan yang menyatakan asal usul partikel. Partikel dari hujan darah tersebut sebenarnya spora dari lumut pembentuk lumut. Pada Februari 2015, tim ilmuwan dari India dan Austria, mendukung identifikasi spora alga sebagai Trentepohlia annulata.

zonautara.com
Fenomena hujan darah di Kerala, India.(Image: mybookofmysteries.blogspot.com)

Curah hujan berwarna merah terjadi di Kerala selama musim panas tahun 2001, 2006, 2007, 2008 dan 2012; sejak 2001, para ahli botani telah menemukan spora Trentepohlia yang sama setiap saat. Hal itu mendukung gagasan bahwa hujan merah adalah fitur lingkungan lokal musiman yang disebabkan oleh spora alga.

Hujan berwarna merah darah juga dilaporkan pernah melanda Kerala pada tahun 1896 dan beberapa kali setelahnya. Pada 15 November 2012 hingga 27 Desember 2012 di timur dan utara-tengah provinsi Sri Lanka juga mengalami hal yang sama.

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com