Connect with us

Politik dan Pemerintahan

Menanti kejutan menteri muda dalam Kabinet Kerja jilid 2

Akan ada dua kementerian baru.

Bagikan !

Published

on

susunan kabinet jokowi
Presiden Joko Widodo bersama keluarga. (Foto: Setneg)

ZONAUTARA.com – Presiden Joko Widodo menyatakan akan memperkenalkan susunan Kabinet Kerja Jilid II pada hari ini, Senin (21/10/2019).

Tidak ada yang benar-benar tahu siapa saja yang dipercayakan Jokowi menjadi pembantu presiden dalam Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin kedepan, sampai nama-nama itu diumumkan sendiri oleh Presiden.

Namun dalam beberapa kesempatan, Jokowi kerap memberikan signal komposisi para menterinya nanti. Salah satu signal yang diberikan oleh Jokowi adalah terakomodirnya menteri dari kalangan generasi muda.

Calon menteri muda yang dimaksud Jokowi di bawah usia 35 tahun, bahkan ada yang di bawah 30 tahun.

“Mereka berasal dari profesional, bukan partai. Punya pengalaman manajerial yang kuat,” ujar Jokowi dikutip dari Kompas.com.

Publik menebak calon menteri muda yang dimaksud Jokowi berasal dari kalangan pengusaha start up. Namun ketika ditanya soal itu, Jokowi hanya tersenyum.

Wajah baru

Jokowi juga memberi petunjuk lain bawah dalam komposisi Kabinet Kerja Jilid II akan diisi oleh banyak wajah baru.

“Ya ada lah, yang lama ada, yang baru banyak,” kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi memastikan bahwa ada calon menteri yang berasal dari Papua. Dalam Kabinet Kerja Jilid I, menteri yang berasal dari Papua adalah Yohana Yembise yang menduduki Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak.

Di beberapa kesempatan Jokowi mengungkapkan bahwa komposisi Kabinetnya nanti akan terdiri dari 55 persen dari kalangan profesional dan 45 persen dari kalangan partai politik.

Pada Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin ini juga akan ada dua kementerian baru yakni Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Investasi.

Sementara beberapa kementerian akan dilebur menjadi satu.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

Politik dan Pemerintahan

Kartu Prakerja akan diluncurkan di Sulut bersama Bali dan Kepri

Total yang diberikan per keluarga penerima manfaat atau per KPM sebesar Rp200.000.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengarahkan agar Kartu Prakerja segera dipercepat peluncurannya yang rencana akan dilaksanakan di 3 provinsi yaitu: Sulawesi Utara (Sulut), Bali, dan Kepulauan Riau (Kepri).

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai  mengikuti Rapat Terbatas (ratas) mengenai Lanjutan Pembahasan Dampak Virus Covid-19 terhadap Perekonomian Indonesia, di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (25/02/2020), mengatakan bahwa saat ini sedang dipersiapkan Peraturan Presiden dan akan dilanjutkan pembentukan Project Management Office.

zonautara.com
Kartu Prakerja.(Image: zonautara.com/Rahadih Gedoan)

Menurut Menko Perekonomian, akan disiapkan mekanisme dari Kementerian Keuangan sehingga target pelaksanaan di 3 lokasi tersebut bisa segera dilaksanakan di bulan Maret ini. Dalam sistem tersebut juga akan dilakukan pelatihan dengan menggunakan aplikasi online, namun pelatihannya sendiri bisa offline.

“Untuk itu juga akan memanfaatkan pelatihan baik yang ada di swasta maupun pelatihan yang ada di pemerintah termasuk di dalamnya yang ada di Kementerian Ketenagakerjaan,” kata Airlangga.

Rencananya kartu prakerja ini, imbuhnya, ditargetkan untuk 2 juta pemanfaat dan juga untuk menggunakan yang di Kemenaker sebanyak 500 ribu. Pemerintah berencana menaikkan tambahan manfaat bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak Rp50.000 sehingga total yang diberikan per keluarga penerima manfaat atau per KPM sebesar Rp200.000.

“Oleh karena itu ini akan diberlakukan selama 6 bulan diawali di bulan Maret dan ini kebutuhan anggarannya sebanyak Rp4,56 triliun,” jelasnya.

Menurut Menko Perekonomian, masih ada stimulus di bidang perumahan yang rencana ditambahkan kebutuhan anggaran sebanyak Rp1,5 triliun sehingga dengan penambahan ini ada Rp800 miliar berupa subsidi bunga dan Rp700 miliar subsidi uang muka. Dari jumlah penyaluran KPR 330 ribu unit, existing FLPP terbanyak 88 ribu, kemudian BP2BT 67 ribu unit.

“Sehingga ada tambahan sebanyak 175 ribu unit dan ini dilaksanakan oleh bank umum maupun Kementerian PU-Pera,” ujar Airlangga.

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com