Connect with us

Zona Wakil Rakyat

Ranperda yang hambat birokrasi bakal dipending masuk Prolegda 2020

DPRD Sulut akan melibatkan tenaga ahli dalam pembahasan Ranperda.

Bagikan !

Published

on

Manado, ZONAUTARA.com- Usulan-usulan rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang akan masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2020 dibahas oleh Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) dan Pimpinan DPRD Sulawesi Utara.

Menurut Wakil Ketua DPRD Sulut Billy Lombok SH, pertemuan tersebut merupakan bukti komitmen DPRD Sulut untuk menyelaraskan pendapat tentang apa yang dibutuhkan masyarakat, dan persoalan apa yang menjadi bagian fungsi legislasi dari dewan.

“Jadi misalnya apa yang menjadi pekerjaan rumah di periode lalu, kita sudah komit untuk menuntaskan di periode saat ini,” ungkap Lombok kepada wartawan.

Akan tetapi, kata legislator Partai Demokrat itu, ranperda-ranperda yang menghambat birokrasi akan dipending oleh pihaknya.

“Atau kita tidak akan laksanakan. Tentu sesuai dengan apa yang menjadi bagian dari kebutuhan birokrasi. Kita sesuaikan dengan amanat presiden, apa yang bisa dipermudah, tidak dipersulit,” terang dia lagi.

Hal-hal yang harus menjadi landasan hukum, tambah Lombok akan diatur, karena itu sebagian dari landasan hukum pemerintah. Karena menurut dia, ada banyak sekali turunan Undang-undang yang wajib dijadikan Perda, tapi belum dilaksanakan.

”Seperti contoh, Perda Pendidikan, Perda Kesejahteraan Sosial, dan Perda-perda lain yang nanti akan dilaksanakan,” tandas Lombok lagi.

“Juga ada Perda tentang Pohon, Perda Minuman Keras yang tentu berhubungan dengan masyarakat. Nah, itu akan kita lihat penetrasinya ke arah mana. Akan kita bicarakan kedepan,” tambah Lombok, yang juga berharap DPRD akan didampingi Tim Ahli agar dapat memproduksi Perda yang berkualitas. (K-02)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

KABAR SULUT

Wenny Lumentut: 14 hari libur bukan untuk bepergian

Published

on

Ketua Fraksi Nyiur Melambai DPRD Sulut Wenny Lumentut. (Foto: Istimewa)

MANADO, ZONAUTARA.com Pemerintah di berbagai daerah di Indonesia mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah-sekolah, hingga para Aparatur Sipil Negara (ASN) selama 14 hari.

Langkah tersebut diambil untuk mencegah penyebaran virus Corona Covid-19 yang telah ada di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Terkait kebijakan tersebut, Ketua Fraksi Nyiur Melambai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut Wenny Lumentut mengimbau, siswa, mahasiswa hingga para ASN agar tidak memanfaatkan kebijakan libur tersebut untuk bepergian ke tempat-tempat wisata dan keramaian.

“14 hari libur ini diambil agar kita bisa menghindari pertemuan-pertemuan yang melibatkan banyak orang, sehingga mencegah tertular virus Corona. Sehingga, libur 14 hari jangan digunakan untuk bepergian,” kata Lumentut, Selasa (17/3/2020).

Wakil Ketua Komisi I DPRD Sulut ini pun berharap, siswa hingga mahasiswa dapat melakukan aktifitias pembelajaran secara mandiri di rumah atau secara daring dan para ASN dapat melakukan melakukan pekerjaan dari rumah tanpa harus datang ke kantor.

“Ini semua demi kebaikan kita bersama dan juga merupakan tanggung jawab kita bersama untuk mencegah meluasnya penyebaran virus Corona ini,” tuturnya.

Lumentut pun berharap masyarakat bisa menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Masyarakat juga tidak perlu panik, namun tentu tetap waspada dengan terus menjaga kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah diserang virus ini,” pungkas legislator Daerah Pemilihan Tomohon-Minahasa ini. (K-02)

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com