ZONAUTARA.com – Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan bertajuk “Reach 26: Sabbath School Alive for Pastors and Church Members” yang diselenggarakan di Gedung Universitas Klabat (UNKLAB), Airmadidi, pada Kamis (9/7/2026).
Dalam sambutannya, Wagub Sulut menekankan pentingnya perubahan pola pikir (growth mindset) dan keteladanan nyata bagi para pemimpin gereja dalam melayani jemaat.
Membuka pidatonya, Victor Mailangkay menggarisbawahi konsep fixed mindset dan growth mindset yang sebelumnya telah dipaparkan oleh Pendeta Stephen Senti. Ia menegaskan bahwa pilihan untuk maju sangat bergantung pada keberanian untuk memilih pola pikir yang bertumbuh.
“Sejarah perjalanan umat manusia, mereka yang ingin maju, mereka yang ingin keluar dari kesulitan apabila mereka memiliki growth mindset dan menghindari fixed mindset,” ujar Wagub di hadapan para peserta.

Ia mengibaratkan pilihan ini seperti kisah empat orang kusta yang berani mengambil risiko untuk keluar demi mendapatkan kehidupan, ketimbang berdiam diri dalam kenyamanan yang semu.
Salah satu poin krusial yang disoroti Wagub adalah mengenai disiplin waktu dalam beribadah, khususnya Sekolah Sabat. Ia mendorong para anggota jemaat untuk merubah slogan dari sekadar “tepat waktu” menjadi “mendahului waktu”.
“Jangan tepat waktu. Jadi slogan tadi mendahului waktu sekolah sabat, bukan tepat waktu sekolah sabat. Kalau kita tepat waktu jam 09.00, tepat waktu mandi di rumah… maka kita sampai terlambat,” tegasnya.
Ia juga memberikan contoh teladan dari Gubernur Sulawesi Utara, Julius Selvanus, yang selalu berusaha hadir mendahului waktu yang ditetapkan dalam setiap undangan.
Lebih lanjut, Victor Mailangkay mengajak para pemimpin dan anggota gereja untuk menjadi agen perubahan yang memulai dari diri sendiri. Ia menekankan pentingnya menjadi teladan dalam mempelajari Alkitab setiap hari, atau yang dikenal dengan semboyan Grounded in the Bible.
“Siapa yang bertekad mempelajari sekolah sabat setiap hari… bukan kumpul di hari Jumat atau di hari Sabtu, tapi setiap hari,” ajak Wagub.
Ia pun berbagi pengalaman pribadinya dalam membiasakan diri membaca Alkitab secara konsisten hingga menyelesaikan seluruh kitab dari Kejadian hingga Wahyu dalam satu tahun.
Menutup sambutannya, Wagub mengingatkan kembali visi gereja untuk tetap fokus pada misi (Focus on the Mission), yaitu menjangkau keluar dan menggembalakan ke dalam. Ia juga menyampaikan kerinduan pribadinya untuk terus bersiap menyongsong kedatangan Yesus yang kedua kali.
“Dengan memohon tuntunan berkat dan penyertaan dari Tuhan yang maha kuasa di dalam Tuhan Yesus Kristus, kegiatan Reach 2026 Sabat School Alive for Pastor and Church Members secara resmi dinyatakan dibuka,” pungkasnya yang disambut dengan hangat oleh seluruh peserta yang hadir.

