Connect with us

EDITOR'S PICK

Soal UMP, Lombok: kepentingan masyarakat Sulut yang utama

Published

on

Anggota DPRD Sulut Billy Lombok. (Foto: Zonautara/K02)

MANADO, ZONAUTARA.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) direncanakan mengumumkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulut 2020, pada 1 November 2019 mendatang.

Berdasarkan surat edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor B-m/308/HI.01.00/X/2019 tanggal 15 Oktober 2019, UMP Sulut menjadi Rp 3.310.722 pada 2020.

Besaran angka itu berdasarkan perhitungan pertumbuhan ekonomi dan inflasi, kenaikan 8,51 persen berlaku untuk seluruh provinsi se-Indonesia.

Jika Pemprov mengikuti versi SE Menteri Ketenagakerjaan, maka Sulut berada di urutan ketiga tertinggi. Dari sekitar Rp 3.051.076 pada 2019 menjadi sekitar Rp 3.310.722 pada 2020.

Hal ini mendapat tanggapan dari DPRD Sulut. Menurut Wakil Ketua DPRD Billy Lombok, besaran UMP yang ditetapkan oleh Kemnaker tentu memiliki kajian komprehensif.

“Biaya hidup di Sulut cukup tinggi, kebutuhan dan kelayakan upah menjadi perhatian bersama,” ujarnya melalui pesan singkat saat dikonfirmasi, Kamis (24/10/2019).

Politisi Partai Demokrat itu menilai, koreksi terhadap UMP tentu menjadi kebutuhan.

“Sangat perlu memperhatikan aspek global dan itu harus dijaga, yakni kepentingan masyarakat Sulut yang menjadi utama. Yang merasakan harus masyarakat Sulut, berpihak benar-benar kepada masyarakat Sulut,” kata Lombok.

Lombok menyebutkan, UMP ini juga akan berdampak pada ketertarikan tenaga kerja luar untuk bekerja di Sulut. Demikian juga bila upah tinggi, maka ekonomi sulut semakin bergairah, dimana daya beli juga meningkat.

“Faktor investasi juga perlu diperhatikan, kami yakin pemerintah, khususnya Pemprov Sulut cukup juga sensitif dengan isu dari para pengusaha atau calon investor,” ujar Lombok. (K-02)

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HEADLINE

Anak muda dipercaya bantu Presiden

Saat pengumuman di Istana Kepresidenan Jakarta, Jokowi menyatakan tugas khusus mereka adalah mengembangkan inovasi di berbagai bidang.

Bagikan !

Published

on

Presiden Joko Widodo memperkenalkan tujuh orang staf khusus. - Bisnis/Amanda Kusumawardhani

ZONAUTARA.com – Presiden Joko Widodo mengambil kebijakan menarik dengan mempercayakan anak-anak muda menjadi Staf Khusus Presiden.

Pada Kamis (21/11/2019) kemarin, Jokowi mengumumkan 12 nama staf khusus Presiden. Dari ke-12 nama staf khusus itu, tujuh diantaranya datang dari generasi muda.

Selain ketujuh staf khusus tersebut, wajah lama juga masih tetap bertugas seperti Diaz Hendropriyono, Sukardi Rinakit, dan Ari Dwipayana. Sedangkan dua nama baru dari kalangan politisi adalah politikus PDI Perjuangan, Arief Budimanta (51), dan politikus PSI Dini Shanti Purwono (45).

Tujuh staf khusus anak muda itu berusia 23 hingga 36 tahun. Paling muda adalah Putri Indahsari Tanjung (23 tahun Lulusan Academy of Art San Fransisco), sedangkan yang paling tua adalah Ayu Kartika Dewi (36 tahun, perumus gerakan Sabang Merauke).

Salah satu nama yang ramai dibicarakan adalah anak pengusaha Chairul Tanjung, Putri Tanjung yang juga dikenal sebagai CEO and Founder Creativepreneur.

Adapula pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, dan pendiri Amartha Andi Taufan Garuda Putra.

Selain itu ada CEO Kitong Bisa Billy Mambrasar, perumus gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, mantan Ketua Umum PMII Aminuddin Ma’ruf, dan pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia.

Staf khusus presiden bertugas membantu presiden di luar fungsi kementerian dan lembaga. Mereka bertanggung jawab kepada Sekretaris Kabinet.

Saat pengumuman di Istana Kepresidenan Jakarta, Jokowi menyatakan tugas khusus mereka adalah mengembangkan inovasi di berbagai bidang.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com