Connect with us

Zona Bolmong Raya

Telusuri aset daerah, Pemkab Bolmong gandeng Kejati Sulut

Rio: Semua data sudah kita siapkan. Tinggal menunggu batas waktu berakhir

Bagikan !

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) tak main-main dalam menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI).

Reward dan punishment di internal Pemkab Bolmong diberlakukan. Jajaran pejabat di lingkup Pemkab Bolmong bahkan bertaruh jabatan dalam proses penyelesaian persoalan asset dan tuntutan ganti rugi (TGR) yang menjadi temuan BPK RI perwakilan Sulawesi Utara dari tahun ke tahun. Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow memberikan batas waktu (deadline) hingga 31 Oktober 2019.

Tak cukup dengan itu, Pemkab Bolmong saat ini bahkan tengah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut melalui Kejari Kotamobagu. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Bolmong, Rio Lombone menegaskan, jika persoalan asset daerah dan TGR tak selesai hingga batas waktu yang sudah ditentukan, yakni 31 Oktober 2019 mendatang, maka pihaknya akan menyerahkan persoalan asset dan TGR ke APH.

“Iya, kita sudah berkoordinasi dengan pihak Kejati Sulut terkait upaya kita menyelamatkan asset daerah. Kita lihat saja nanti. Yang jelas sebagai bukti keseriusan Pemkab Bolmong maka tidak ada kompromi,” tegas Rio Lombone, Jumat (25/10/2019).

Lebih lanjut, Rio menjelaskan, dari hasil koordinasi, pihak Kejati Sulut tinggal menunggu laporan resmi dari Pemkab Bolmong disertai dengan data-data asset dan TGR yang menjadi temuan BPK-RI.

“Semua data sudah kita siapkan. Tinggal menunggu batas waktu berakhir,” tandas Rio.

Di sisi lain, mantan Kepala Inspektorat Daerah Bolmong ini mengungkapkan, selama ini, Pemkab Bolmong kesulitan untuk menindaklanjuti temuan terutama yang berhubungan dengan kerugian negara/finansial. Sehingga dengan menggandeng APH diharapkan penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan dapat lebih cepat dan efektif.

Selama ini, proses penyelesaian dan percepatan tindak lanjut atas kerugian Negara yang tidak selesai sudah ditempuh dengan berbagai cara seperti negosiasi, hingga mengumumkan nama-nama pemegang asset ke media masa. “Langkah selanjut adalah lewat jalur hukum,” pungkas Rio. (itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

Zona Bolmong Raya

Tahun 2020, 11 desa maju dan 85 desa berkembang di Bolmut

Published

on

Pelaksanaan kegiatan dana desa dengan padat karya tunai di Kabupaten Bolmut. (Foto Dinas PMD Bolmut)

BOROKO, ZONAUTARA.COM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bolmong Utara (Bolmut) merilis rekapitulasi perkembangan status desa di Kabupaten Bolmut tahun 2020, berdasarkan hasil survei Indeks Desa Membangun (IDM).

Dimana tahun 2020 ini ada 11 desa kategori desa maju, 85 desa masuk kategori desa berkembang dan 10 desa tertinggal, dari jumlah 106 desa di Kabupaten Bolmut. 

Kepala Dinas (Kadis) PMD Bolmut Fadly Usup mengatakan data tersebut merupakan data terbaru.

“Survei dilakukan pada 106 desa dengan kuesioner sejumlah 719 pertanyaan,” ungkapnya.

Survei dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan dibantu oleh pendamping desa.

“Dan yang mengisi kuesioner tersebut adalah pemerintah desa. Survei ini ini berdasarkan amanat Permendes nomor 2 tahun 2016, “tutur mantan Camat Bolangitang Barat ini.

Usup mengharapkan untuk desa tertinggal harus bisa menjadi desa berkembang, berkembang menjadi maju dan yang maju harus jadi mandiri.

“Atau bisa saja dari tertinggal jadi maju dan ada juga maju jadi tertinggal,” ungkapnya saat ditanya bagaimana desa-desa tersebut kedepannya.

Disinggung apakah baik desa maju dan berkembang disebabkan karena dana desa, dirinya mengiyakan karena pembangunan yang dianggarakan melalui APBDes dan pembangunan yang di anggarakan oleh Pemda.

“Termasuk bagaimana akses ke sekolah, pasar, toko, tempat ibadah, gotong royong, lingkungan, tanggap bencana dan banyak variable yang dinilai,” tuturnya.

Data status desa di Kabupaten Bolmong Utara dalam tiga tahun terakhir.

Tahun 2017
Desa maju : 5
Desa Berkembang : 45
Desa Tertinggal : 48
Desa Sangat Tertinggal : 8

Tahun 2019
Desa Maju : 5
Desa Berkembang : 76
Desa Tertinggal : 48
Desa Sangat Tertinggal : 0

Tahun 2020
Desa Maju : 11
Desa Berkembang : 85
Desa Tertinggal : 10
Desa Sangat Tertinggal : 0 

(FM)

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com