Connect with us

Hukum dan Kriminal

Tersangka kasus penikaman guru hingga tewas bertambah

Tersangka ikut memukul korban.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Polisi menetapkan lagi satu orang sebagai tersangka dalam kasus siswa tikam guru yang terjadi pada Senin (21/10/2019).

Sebelumnya, Siswa SMK di Kecamatan Mapanget Manado, FL (16) ditetapkan sebagai tersangka setelah menikam berulang kali guru agamanya hingga tewas.

Baca juga: Siswa yang tikam gurunya dikenakan pasal pembunuhan

Setelah melakukan pengembangan kasus itu, polisi mendapati bukti bahwa korban Alexander Pengkey (54) turut dikeroyok oleh OU, juga siswa di SMK tersebut.

OU ditangkap di rumahnya, Kota Manado pada Jumat (25/10/2019) dan sudah ditahan di Polres Manado.

Kepala Polres Kota Manado Kombes (Pol) Benny Bawensel mengatakan, OU sebelumnya sempat dimintai keterangan.

Tapi waktu diinterogasi awal, polisi belum mendapatkan bukti bahwa OU terlibat dalam tindak kekerasan tersebut.

Dia kemudian dipulangkan, hingga ada informasi dari media sosial yang menyebutkan bahwa korban sebelum meninggal mengatakan kepada istrinya bahwa setelah ditikam, dia juga sempat dikeroyok.

Polisi kemudian mengembangkan informasi tersebut lalu menangkap OU.

“Setelah kami dalami, ternyata dia (OU) mengakui bahwa pada saat pelaku pertama berinisial FL menusuk korban, pisaunya sempat lepas. Saat pisaunya lepas dan diambil oleh korban, di situlah dia (OU) pukul korban di belakang bagian bawah tengkuk,” ujar Benny, Sabtu (27/10/2019).

Dalam keterangannya OU mengaku memukul korban sebanyak satu kali. Setelah dia memukul korban, FL kembali mengambil pisau yang terjatuh dan melakukan penikaman.

“Jadi dia (tersangka OU) membantu pengeroyokan. Dia dijerat Pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP jo Pasal 55 dan 56 KUHP dia membantu,” ujar Benny.

Kedua tersangka akan diperiksa psikologisnya. Polisi sudah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak soal itu.

Pada Senin (28/10) polisi rencananya akan menggelar rekonstruksi kasus tersebut.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hukum dan Kriminal

Dua remaja pelaku pengeroyokan di Taratara diamankan Polisi

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Tim Resmob dan Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Kepolisian Resor (Polres) Tomohon mengamankan dua remaja lelaki yang diduga melakukan penganiayaan secara bersama-sama di Kelurahan Taratara, Kecamatan Tomohon Barat, sekitar pukul, Rabu (20/11/2019) malam.

Dua remaja tersebut, yakni AMN alias Andre (17) dan AM alias Ansel (15), keduanya warga Kelurahan Taratara, diduga melakukan pengeroyokan terhadap korban Rivo, warga Kelurahan Woloan Satu Utara.

Tim Resmob yang dipimpin Bripka Bima Pusung dan URC Totosik yang dikomandani Bripka Yanny Watung yang mendapatkan informasi dari warga tersebut langsung bergerak menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan pengembangan.

Kapolres Tomohon melalui Kasat Reskrim Iptu Yulianus Samberi mengatakan, setelah menerima info, pihaknya langsung melakukan pengembangan di lokasi kejadian dan mengejar para terduga pelaku.

“Saat ditelusuri ternyata benar ada terjadi penganiayaan secara bersama-sama, kemudian tim langsung mencari informasi di TKP dan mengamankan dua terduga pelaku penganiayaan,” ujarnya.

Dari hasil interogasi, kata Samberi, pengeroyokan tersebut berawal saat tersangka Ansel yang menggunakan profil pacarnya menghubungi korban melalui aplikasi WhatsApp dan meminta menjemputnya di daerah pesona alam.

Usai berkomunikasi dengan korban, pelaku Ansel kemudian memanggil rekannya pelaku Andre untuk menemaninya bertemu dengan korban.

“Saat korban berada di lokasi, lelaki Ansel mengambil sebatang kayu dan menghadang korban kemudian memukul korban dengan sebatang kayu yang mengena di bagian wajah korban lalu, lelaki Andre memukul korban di wajah. Korban lalu mencoba lari namun korban terjatuh di saluran irigasi, namun lelaki Andre mengejar korban dan sempat memukul hingga menendang korban,” jelasnya.

Dia menambahkan, saat itu lelaki Andre memegang pisau di tangan kirinya, namun dirampas oleh lelaki Ansel agar tidak digunakan.

Menurut dia, saat ini kedua pelaku sudah diamankan di Mapolsek Tomohon tengah bersama barang bukti untuk diproses hukum.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com