Connect with us

Hukum dan Kriminal

Siswa SMK yang tikam gurunya hingga tewas dikenakan pasal pembunuhan

Polisi menjerat pelaku dengan pasal 340 KUHP.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi (Pixabay.com)

ZONAUTARA.COM – Polisi menjerat FL (16), siswa SMK di Manado yang menikam gurunya hingga tewas, dengan pasal 340 KUHP. Ini merupakan pasal tentang pembunuhan berencana.

FL yang masih berseragam sekolah itu menikam gurunya Alexander Pangkey (54) hingga tewas pada Senin (20/10/2019).

“Kenapa masuk perencanaan, karena dia (tersangka) setelah ditegur sempat pulang ke rumah ambil pisau. Artinya, ada selang waktu untuk mempersiapkan itu. Jadi, tersangka dijerat Pasal 340,” kata Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Selasa (22/10).

Benny menjelaskan pelaku melakukan tindak pidana pembunuhan dikarenakan tidak terima saat gurunya menegur dia dan beberapa temannya merokok.

Korban yang merupakan guru agama di sekolah itu, sebelumnya menegur beberapa siswa yang sedang merokok, termasuk pelaku. FL disuruh pulang ke rumah.

Baca juga: Ditegur karena merokok, Siswa SMK tikam gurunya

FL kemudian tidak disangka-sangka datang kembali ke sekolah dan membawa sebilah pisau. Dia secara tiba-tiba menikam gurunya itu.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit dan meninggal saat dirawat di Rumah Sakit Prof Kandouw, Malalayang.

“Pisau yang digunakan adalah pisau dapur,” jelas Benny.

Polisi masih menunggu hasil otopsi penyebab korban meninggal dan melakukan penyidikan secara tuntas.

“Karena kita masih menunggu visum dari dokter, juga di samping itu saksi-saksi lain kita masih periksa. Mudah-mudahan kasus ini tidak terlalu lama kita proses. Tersangka saat ini diamankan di Polres Manado,” tandas Benny.

Kasus ini menyita perhatian masyarakat Sulawesi Utara. Di media sosial, masyarakat mengutuk perbuatan FL, meski dia masih di bawah umur.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hukum dan Kriminal

Pria ini ditangkap URC Totosik karena diduga aniaya dan sekap ibu kandungnya

Published

on

Pelaku saat diamankan di Mapolres Tomohon. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONAUTARA.comAksi tak terpuji diduga dilakukan RS alias Regen (36), warga Lingkungan IV, Kelurahan Tumatangtang Satu, Kecamatan Tomohon Selatan.

Pria pengangguran ini tega menganiaya ibu kandungnya yang berusia 58 tahun secara berulang-ulang. Bahkan, hingga korban mengalami patah tulang tangan kanan.

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Polres Tomohon yang mengetahui adanya peristiwa tersebut langsung mengamankan pelaku di Lingkungan VII, Kelurahan Lansot, Sabtu (29/2/2020).

Komandan Tim (Katim) URC Totosik Bripka Yanny Watung menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, pada 15 Februari 2020 sekitar pukul 11.00 WITA, korban hendak pulang mandi usai mengunjungi rumah orang tuanya.

Pelaku saat ditangkap URC Totosik. (Foto: Istimewa)

Namun, saat tiba di rumah, korban tidak diizinkan masuk dan mandi di dalam rumah. Karena tidak diizinkan masuk, korban pun mandi di parit yang ada di belakang rumah.

“Melihat korban sementara mandi, pelaku membentak korban dan selanjutnya memukul korban dengan balok kayu sampai korban mengalami patah tulang tangan kanan. Merasa terancam, korban selanjutnya melarikan diri ke rumah orang tuanya,” ujar Watung.

Sekitar pukul 19.00 WITA, lanjut Watung, korban kembali ke rumah untuk beristirahat. Ketika sedang beristirahat di kamar, pelaku memanggil korban keluar dan membentak, bahkan memukul korban dengan menggunakan tangan hingga berkali-kali.

Ironisnya usai memukul korban, pelaku menyekap korban di dalam kamar. Namun sekitar pukul 21.00 WITA, korban berhasil melarikan diri dan pergi ke rumah orang tuanya.

“Menurut korban, sekitar bulan November 2019, pelaku juga pernah melakukan penganiayaan terhadap korban secara berulang-ulang,” jelasnya.

Sementara, kata Watung, berdasarkan keterangan pelaku, penganiayaan terhadap korban dilakukan karena pasangan kumpul kebo dari pelaku tidak direstui oleh korban.

“Pelaku sebelumnya pada tahun 2011 pernah ditahan karena kasus kepemilikan senjata tajam tanpa izin dan mendapat hukuman empat bulan penjara,” tuturnya.

Watung menegaskan, pihaknya sudah mengamankan pelaku di Mapolres Tomohon untuk diproses hukum.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com