Connect with us

Hukum dan Kriminal

Ditegur karena merokok, Siswa SMK Ichthus Manado tikam gurunya

Korban meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi (Pixabay.com)

MANADO, ZONAUTARA.com – Seorang guru agama Kristen di SMK Ichthus, Kecamatan Mapanget Manado, Alexander Pangkey (54) ditikam oleh siswanya, Senin (21/10/2019).

Alexander yang dilarikan ke rumah sakit usai kejadian itu, akhirnya meninggal di Rumah Sakit Prof Kandouw Malalayang, sekitar pukul 20.45 WITA.

Sebelumnya Alexander sempat dirawat di RS. AURI, lalu dirujuk ke RS Prof Kandouw. Korban meninggal karena menderita beberapa luka tikaman. Dari informasi yang dihimpun ada sebanyak sembilan luka tusukan yang diderita korban.

Kejadian naas ini berawal saat korban menegur beberapa siswa yang kedapatan sedang merokok di lingkungan sekolah pada pagi hari. Para siswa yang ditegur itu adalah C, FL dan OU.

Korban kemudian menyuruh FL pulang, yang diprotes oleh OU, sehingga terjadi adu mulut antara korban dengan OU.

Beberapa saat kemudian, FL terlihat datang kembali ke sekolah. Dia membawa senjata tajam berupa pisau. Tanpa basa-basi FL langsung menikam tubuh korban.

Pada saat itu korban sudah berada di atas sepeda motor Suzuki Nex DB 3261 AL. Usai menganiaya korban, pelaku langsung melarikan diri.

Kapolsek Mapanget AKP Muhlis Suhani membenarkan bahwa korban sudah meninggal.

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hukum dan Kriminal

Imbas kerusuhan di Lapas Manado, ada narapidana meninggal

Kerusuhan terjadi pada Sabtu, 11 April 2020.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.COM – Satu warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado meninggal dunia imbas kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (11/4/2020).

Belum diketahui apakah narapidana tersebut meninggal saat sedang terjadi kerusuhan atau ketika dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulut, Lumaksono saat ditanyakan tentang kejadian tersebut tidak mengelak.

“Tapi kita belum bisa memastikan penyebab kematiannya, apakah karena sedang sakit atau akibat kekerasan,” ujar Lumaksono, Minggu (12/4) saat dikonfirmasi wartawan.

Narapidana yang dimaksud bernama Edgar Atnas, berusia 39 tahun, warga negara Filipina dengan kasus pidana perlindungan anak.

“Kita juga akan memastikan apakah dia warga negara asing atau sudah menjadi warga negara Indonesia,” jelas Lumaksono.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com