Connect with us

Zona Sulut

Rp 360 miliar untuk Pilkada Sulut

KPU dapat Rp 220M, Bawaslu Rp 110M dan pengamanan Rp 30M.

Bagikan !

Published

on

Manado, ZONAUTARA.com – Penandatanganan Naskah Hibah Perjanjian Daerah (NPHD) Anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur 2020 oleh Gubernur Olly Dondokambey, Senin (4/11/2019), disambut positif oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut.

Ketua KPU Sulut, DR Ardiles Mewoh mengatakan dengan ditandatanganinya NPHD Anggara Pilgub, maka tidak ada lagi hambatan terhadap pelaksanaan tahapan Pemilukada Gubernur.

“KPU akan menggunakan anggaran tersebut secara efisien dan efektif serta terbuka dalam pengelolaannya,” ujar Ardiles, malam tadi.

Dengan anggaran yang telah disiapkan tersebut, pihaknya optimis Pilgub 2020 dapat berlangsung dengan kualitas yang baik.

Sedangkan anggota KPU, Meidy Tinanongon menyatakan dengan ditandatangani NPHD, maka ini menjadi acuan pelaksanaan program dalam rangka suksesnya Pemilukada Gubernur.

“Terimakasih kepada Pemerintah Propinsi, termasuk TAPD dan DPRD Sulawesi Utara yang sudah bersama-sama melakukan pembahasan Rencana Kebutuhan Anggaran untuk dana hibah Pemilukada Gubernur,” tandas mantan Ketua KPU Minahasa ini.

Penandatanganan NPHD sendiri dihadiri oleh jajaran KPU Sulut, Ardiles Mewoh, Meidy Tinangon, Lanny Oeinto, dan Sekretaris KPU Pujiastuti. Dari Bawaslu Sulut adalah Herwyn Malonda dan Supriyadi Pangelu serta jajarannya.

Diketahui, untuk Pemillihan Guberur, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendapatakan anggaran sebesar Rp220 miliar dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Rp110 miliar. Sedangkan untuk anggaran pengamanan Rp30 miliar. Total anggaran untuk Pilkada Sulut sebesar Rp 360 miliar. (K-02)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Beri Donasi

Zona Sulut

Sulut butuh ribuan APD untuk tangani pasien corona, yang dikirim 150 set

Satgas Covid Sulut juga berupaya membeli sendiri.

Bagikan !

Published

on

Bagian dari Ruang Isolasi pasien Corona di RSUP Prof Kandou Malalayang Manado. (Foto: zonautara.com/Ronny A. Buol)

MANADO, ZONAUTARA.COM – Juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara Steaven Dandel mengatakan, Sulawesi Utara membutuhkan ribuan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan yang bertugas di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Sulut.

“Kita butuh sekali. Kita mendapat bantuan dari pemerintah pusat, tapi dalam jumlah yang sangat terbatas. Kami proaktif meminta ke Kementerian Kesehatan,” ujar Steaven, Senin (23/3/2020) malam.

Steaven merinci kebutuhan APD di Sulut sekitar 44 ribu set. Kebutuhan itu untuk rumah sakit rujukan dan rumah sakit lainnya bahkan mempertimbangkan juga untuk Puskesmas.

“Meski di Puskesmas bukan standar memakai baju APD lengkap, tapi kami mempertimbangkan, karena ada kemungkinan Puskesmas menerima pasien terkait corona atau orang dalam pemantauan,” jelas Steaven.

Menurut Steaven, pemerintah pusat memang sudah mengirimkan APD, tapi jumlahnya baru 150 set. Satgas Covid-19 Sulut kini sedang berupaya membeli sendiri APD agar bisa segera tersedia.

Baca pula: Data corona di Sulut 14 Maret 2020

“Kita sudah bergerak kemana-mana membeli sendiri. Beberapa vendor sudah menyanggupi, mudah-mudahan minggu ini sudah dapat suplai yang memadai dan kita distribusikan ke teman-teman yang bekerja di garda terdepan,” kata Steaven.

Sebagaimana data terakhir, saat ini di Sulut ada 15 pasien yang sedang diisolasi. Dari 15 orang itu, 14 diisolasi di RSUP Prof Kandou Malalayang Manado, dan satu orang di RSUD Pobundayan Kotamobagu.

Dari 14 orang di RSUP Prof Kandou Manado, satu pasien terkonfirmasi, satu orang status kontak erat resiko tinggi dan 12 orang lainya berstatus pasien dalam pengawasan.

Ke-14 orang itu ditempatkan di Irina F, yang sudah dipersiapkan untuk isolasi khusus pasien terkait Corona.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com