Connect with us

HEADLINE

Lesung Mahatus narasikan kembali “I Yayat U Santi” lewat pertunjukan

Kanal lain yang disajikan adalah produk inovasi Tou House.

Bagikan !

Published

on

Salah satu adegan dalam pertunjukan I Yayat U Santi garapan Lesung Mahatus. (Foto: Zonautara.com/Ronny Adolof Buol)

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Mendung membayangi Kota Tomohon saat para pelaku kreatif bersiap mementaskan pertunjukan bertajuk, “I Yayat U Santi: The Story of Minahasa’s Higland Warrior, Sabtu (2/11/2019) sore menjelang malam, akhir pekan lalu.

Pertunjukan itu digelar di Amphitheater Woloan, di kaki gunung api Lokon yang punya panorama indah, bagian dari bentangan alam Minahasa. Sebuah wilayah yang didiami etnis Minahasa dengan sembilan sub etnisnya.

Ini adalah produksi garapan komunitas Lesung Mahatus yang disokong oleh program Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) Badan ekonomi Kreatif (Bekraf).

Setelah melalui proses riset, pengembangan desain, dan purwarupa, tim IKKON yang berkolaborasi dengan pelaku kreatif lokal di Tomohon, menelurkan dua kanal produk. Selain pertunjukan I Yayat U Santi, kanal produk satunya lagi adalah Tou House, rumah kayu mini yang dikembangkan dari rumah adat Minahasa.

I Yayat U Santi sendiri adalah pembacaan ulang legenda Waraney Minahasa Kuno. Para Waraney diyakini sebagai pejuang gunung yang bertugas melindungi suku Minahasa dari segala ancaman luar.

Pertunjukan yang disajikan di hadapan ratusan penonton itu, termasuk Walikota Tomohon Jimmy Eman dan Wakil Walikota Tomohon Syerly Sompotan, menyajikan tiga babak yang menggabungkan seni tari, paduan suara dan film.

Nuansa etnik magis melalui pendekatan kotemporer mampu menghipnotis penonton. Sang sutradara dan kareografer pertunjukkan, Otniel Tasman berhasil menginterprestasi karakter waraney dalam tari Kawasaran dan nyanyian paduan gereja, sebagai simbol negosiasi budaya kekinian.

Walikota Tomohon Jimmy Eman menyatakan gembira dengan produksi IKKON sore itu.

“Tomohon punya banyak potensi budaya dan tradisi. Tradisi dan budaya seperti ini sudah ada sejak jaman dulu. Tinggal bagaimana kita bisa mendorong ini memberi manfaat luas bagi masyarakat Tomohon saat ini,” kata Eman.

Baca juga: Eman janji sokong tayapu hat dan mahwali scarf

Sementara itu, Direktur Pegembangan Pasar dalam Negeri Bekraf, Yuana Rocham Astuti menyebutkan bahwa Tomohon punya potensi pelaku kreatif yang bisa didorong untuk menghasilkan produk-produk kreatif yang menjual.

“Saat ini sudah ada direct flight dari Cina ke Sulut melalui bandara Sam Ratulangi Manado. Ini bisa dimanfaatkan para pelaku kreatif seni pertunjukan, untuk memproduksi sajian bagi wisatawan,” kata Yuana.

Liat juga: Foto menikmati suasana etnis magis di Amphitheater Tomohon

Beberapa penonton yang datang dari Manado, mengaku kagum dengan pertunjukkan yang digarap IKKON. Menurut mereka, ini pertama kalinya mereka melihat garapan kolaboratif yang memadukan unsur budaya dan religi.

Walikota Tomohon, Eman juga berpesan, para pelaku kreatif pertunjukkan sebisanya menyisipkan unsur pesan religi dalam setiap pentas.

“Tomohon itu dikenal sebagai kota religius,” kata Eman.

Penonton yang datang di Amphitheater sore kemarin tak hanya disuguhkan dengan pertunjukan yang memukau, tapi juga disajikan produk pameran Tou House. IKKON lewat kolaborasi para pengrajin menelurkan karya inovatif rumah adat Minahasa.

Woloan di Tomohon, selama ini dikenal sebagai sentra industri rumah adat Minahasa, yang terbuat dari kayu berbentuk panggung. Konstruksi rumah kayu ini terkenal karena sistem knock-down (bongkar pasang). Kendati saat ini industri rumah panggung Woloan menghadapi kesulitan pasokan bahan baku kayu, namun produknya sudah diekspor ke beberapa negara.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Ekonomi dan Bisnis

Presiden minta 5 Bali baru selesai akhir 2020, termasuk Likupang

Kementerian PUPR akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 10 triliun

Bagikan !

Published

on

Pesisir wilayah Likupang, Minahasa Utara. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

ZONAUTARA.com – Presiden Joko Widodo meminta agar pembangunan dan pengembangan pariwisata di lima destinasi wisata super prioritas, yang disiapkan menjadi “Bali Baru” selesai seluruhnya pada akhir 2020.

Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka rapat terbatas kabinet membahas penyampaian program dan kegiatan di bidang kemaritiman dan investasi di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Jokowi meminta akhir tahun depan, seluruh penunjang di “Bali Baru” sudah beres, yang meliputi infrastruktur konektivitasnya, hingga kegiatan di destinasi wisata itu.

“Akhir 2020 rampung semua, airport rampung, jalan rampung, pelabuhan rampung, calender of event rampung,”kata Jokowi.

Baca juga: Ini sebagian wisata di destinasi Likupang

Presiden juga menginginkan produk dan pariwisata berbasis kerakyatan difokuskan di lima Bali Baru itu.

“Perbaikan produk berbasis rakyat, pariwisata berbasis rakyat tetap di lokasi-lokasi yang sudah sering saya sebutkan, Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, Manado (Likupang), konsentrasi di situ,” sebut Presiden.

Anggaran 10 triliun

Sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengungkapkan menyediakan anggaran sebesar Rp 10 triliun untuk pengembangan destinasi wisata Bali Baru.

“Kita operasikan 2020. Dari kami Rp 7,8 triliun, beliau (Kementerian Perhubungan) Rp 2,8 trilun. Direct APBN ini harus dimanfaatkan BUMN dan pariwisata agar dilaksanakan,” kata Basuki di kantornya usai menggelar rakor, Jakarta, Sabtu (26/10) akhir pekan lalu.

Basuki menambahkan bahwa kementeriannya akan terus berkoordinasi dengan kementerian lainnya untuk mencapai target pengembangan destinasi super prioritas tersebut.

KEK Likupang

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) wisata Likupang di Minahasa Utara yang masuk dalam 5 destinasi super prioritas Bali Baru diharapkan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 65 orang.

Di kawasan ini nantinya akan dibangun resort, akomodasi wisata, fasilitas entertaintment, dan fasilitas MICE. Di luar area akan dikembangkan pula Wallace Conservation Center dan Yacht Marina.

Baca juga: Geliat KEK Likupang kala jadi destinasi super prioritas

Pada 2025, Gubernur Sulut, Olly Dondokambey menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulut sebesar 1 juta kunjungan. KEK Likupang diprediksi mampu memberi kontribusi sebesar 16 persen dari target itu.

KEK Likupang yang dapat ditempuh dengan kendaraan dari Manado sekitar 1 jam 30 menit itu berada di Tanjung Pulisan, Likupang.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com