Connect with us

ZONAPEDIA

Peta hidup ini memperlihatkan perubahan Eropa lebih dari 2400 tahun

Perubahan yang hidup sejak dari masa kerajaan, imperium hingga terbentuknya negara modern.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.com – Sebuah peta yang hidup dan dibuat secara animasi diunggah akun YouTube Cottereau. Peta yang sudah dikonversi menjadi video ini secara gamblang mempertontonkan bagaimana batas-batas teritorial kekuasaan di Eropa berubah sejak tahun 400 SM hingga sekarang.

Eropa berubah secara dinamis saat kerajaan bangkit dan jatuh, invasi yang menyapu seluruh benua, wilayah imperium yang menggurita, hingga lahirnya negara-negara modern. Hebatnya, Andorra dan Portugal memiliki perbatasan yang sangat statis selama ratusan tahun. Sementara bagian-bagian daratan benua telah berpindah tangan berkali-kali.

146 SM – Tahun penaklukan

Republik Romawi punya kedigdayaan sebagai penakluk pada masa ini. Jatuhnya Kartago membuat orang-orang Romawi mengendalikan wilayah di Afrika Utara, dan penjarahan serta penghancuran negara-kota Yunani di Korintus juga memicu era pengaruh Romawi di wilayah itu. Kemenangan yang menentukan ini membuka jalan bagi dominasi Mediterania di Kekaisaran Romawi.

117 M – Puncak kekaisaran Romawi

Puncak Kekaisaran Romawi adalah salah satu momen yang lebih dramatis yang ditunjukkan pada peta Eropa yang hidup ini. Pada puncaknya, di bawah Trajan, Kekaisaran Romawi menguasai secara kolosal 1,7 juta mil persegi (prestasi yang gemilang di era tanpa kendaraan bermotor dan alat komunikasi modern). Kerajaan besar ini sebagian besar tetap utuh sampai tahun 395, sebelum terpecah menjadi wilayah Timur dan Barat.

370 M – Orang Hun datang

Didorong oleh kondisi kekeringan parah di Asia Tengah, orang Hun mencapai Eropa dan menemukan Kekaisaran Romawi sedang melemah karena penurunan nilai mata uang, ketidakstabilan ekonomi, pengeluaran berlebihan, dan meningkatnya serangan dari saingan di sepanjang perbatasannya.

Hun melakukan serangan pertama mereka di Kekaisaran Romawi Timur pada 395, tetapi tidak sampai setengah abad kemudian – di bawah kepemimpinan Attila the Hun – gerombolan itu memperluas serangan ke Eropa, meruntuhkan kota-kota di sepanjang jalan. Bangsa Romawi kemudian membalas dendam saat Goth dan Hun bertengkar.

1241 – Invasi Mongol ke Eropa

Pada pertengahan abad ke-13, the Golden Horde yang dipimpin oleh cucu Jenghis Khan, merangsek ke Rusia dan Eropa Timur, menjarah kota-kota di sepanjang jalan. Menghadapi invasi dari pasukan Mongol yang tangguh, pangeran-pangeran Eropa Tengah sementara mengesampingkan konflik regional mereka untuk mempertahankan wilayah mereka. Meskipun orang-orang Mongol perlahan didorong ke timur, mereka tampak besar di pinggiran Eropa sampai hampir abad ke-16.

1362 – Lithuania

Saat ini, Lithuania adalah salah satu negara terkecil di Eropa, tetapi pada puncaknya di abad pertengahan, Lithuania adalah salah satu negara terbesar di benua itu. Momen penting bagi Lithuania datang setelah kemenangan yang menentukan di Pertempuran Blue Waters. Kemenangan ini menghambat ekspansi the Golden Horde, dan membawa Ukraina ke dalam pengaruhnya.

1648 – Kleinstaaterei

Akhir dari Kekaisaran Romawi Suci, nampak pada fragmentasi teritorial yang ekstrem di Jerman dan daerah tetangga, di era yang disebut sebagai Kleinstaaterei. Peta hidup ini memperlihatkan perubahan itu dengan sangat nyata.

Pada 1871 Jerman bangkit dari puing-puing Perang Perancis – Prusia. Unifikasi membantu memposisikan Jerman sebagai kekuatan utama, dan pada tahun 1900 negara tersebut memiliki ekonomi terbesar di Eropa.

1919 – Kekaisaran Ottoman

Kekaisaran Ottoman – sebuah kekuasaan di Eropa Timur selama ratusan tahun – memudar pada awal abad ke-20. Kerajaan telah terbelah dalam dua perang mahal dengan Italia dan negara-negara Balkan, dan pada saat hampir bersamaan, perbatasan negara Turki yang baru terbentuk dimulai di ujung terjauh dari benua Eropa.

1942 – Ekspansi Jerman

Dampak dari Perang Dunia II, Jerman dan Italia menguasai sebagian besar benua Eropa. Namun, setelah perang, Jerman kembali terfragmentasi menjadi zona-zona pendudukan – kali ini, diawasi oleh Amerika Serikat, Prancis, Inggris, dan Uni Soviet. Jerman tidak menjadi utuh lagi sampai tahun 1990, ketika Uni Soviet yang melemah melonggarkan cengkeramannya pada Jerman Timur.

1991 – Pembubaran Soviet

Dalam beberapa dekade setelah Perang Dunia II, batas-batas politik peta Eropa tetap relatif stabil, sampai bubarnya Uni Soviet pada 1991. Hampir dalam semalam saja, seluruh perbatasan barat negara itu terpecah menjadi negara-negara merdeka. Ketika konflik mereda, ada 15 republik yang memisahkan diri, enam diantaranya berada di Eropa.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ZONAPEDIA

3 film pertama Indonesia pertama, semuanya bisu

Film Indonesia pertama dirilis pada tahun 1926.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.COM– Dunia film dalam negeri beberapa tahun belakangan semakin menggeliat. Beragam genre diproduksi meramaikan layar bioskop nusantara. Beberapa di antaranya mendulang sukses besar.

Namun tahukah anda, film Indonesia apa saja yang pertama kali di produksi? Simak daftarnya.

1.Loetoeng Kasaroeng

Disutradarai orang Belanda, G. Krueger dan L. Heuveldrop, film ini dirilis pada tahun 1926 di Teater Elite and Majestic. Kendati sutradaranya orang Belanda namun pemainnya adalah orang Indonesia dan digarap oleh perusahaan film asal Bandung, Jawa NV.

Loetoeng Kasaroeng yang diproduksi saat Indonesia masih dijajah Belanda (Hindia Belanda) ini, merupakan film bisu.

2.Eulis Atjih

Ini juga film bisu yang dirilis pada tahun 1927, masih dengan sutradara yang sama G. Krueger. Karena masih bisu, saat film ini akan diputar ada live music berupa musik keroncong yang mengawali pemutarannya.

Pemain musik keroncong adalah Kajoon, seorang musisi keroncong yang terkenal pada masa itu.

3.Resia Borobudur

Film ini bercerita tentang tokoh Young Pei Fen yang menemukan sebuah buku rahasia (resia) milik ayahnya, dengan latar Candi Borobudur yang terkenal itu.

Film yang juga bisu ini diproduksi oleh Nancing Film Co, dan dibintangi aktris Olive Young. Dirilis pertama kali pada tahun 1928.

Bagikan !
Continue Reading
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com