Connect with us

ZONA TERKINI

Hingga 3 Januari, Sulut berpotensi hujan lebat disertai angin kencang

Selain Sulut, wilayah lainnya yang akan diguyur hujan lebat adalah Gorontalo dan Papua.

Bagikan !

Published

on

Foto: Pixabay

ZONAUTARA.com – Peringatan dini cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan wilayah Sulawesi Utara (Sulut) berpotensi diguyur hujan lebat hingga 3 Januari 2020.

Guyuran hujan lebat tersebut disertai dengan angin kencang, serta kilat/petir. Selain Sulut, wilayah lainnya yang akan diguyur hujan lebat adalah Gorontalo dan Papua.

BMKG mencatat bahwa massa udara basah di lapisan rendah terkonsentrasi di wilayah Sumatera bagian tengah dan selatan, sebagian
besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, sebagian Maluku, Papua Barat, dan sebagian besar Papua.

Daerah yang memiliki potensi konvektif dari faktor lokal dengan nilai indeks labilitas atmosfer sedang/kuat terdapat di wilayah Aceh, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo dan Papua.

Konvergensi terbentuk memanjang dari Jawa Barat hingga Jawa Timur, dan Laut Banda. Belokan angin terdapat di Sumatera bagian selatan, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi bagian tengah, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Low level jet dengan kecepatan angin diperkirakan mencapai lebih dari 25 knot terdapat di Teluk Thailand hingga Perairan utara Aceh, Laut Cina Selatan, dan Samudra PasifikTimur Filipina hingga Laut Sulawesi.

Sejauh ini belum ada laporan dari berbagai wilayah di Sulut yang terdampak cuaca ekstrem seperti banjir dan tanah longsor.

Hujan lokal

Sementara prakiraan cuaca harian menyebutkan hari ini, Kamis (2/1/2020) hujan lokal akan terjadi pada pagi hingga malam di Amurang, Kotamobagu, Lolak, Ratahan, Tahuna. Sementara di Melongguane hujan lokal akan terjadi hingga malam hari.

Cuaca di Kota Manado diprediksi hujan lokal pada pagi hari, berawan pada siang hari dan pada malam hari berawan tebal.

Peringatan potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Minahasa Selatan, Sangihe, Talaud dan sekitarnya.

Editor: Ronny A. Buol

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HEADLINE

Bendungan Kosinggolan dan Toraut meluap, sejumlah desa di Dumoga terendam banjir

Sebelumnya BMKG sudah memberikan peringatan dini cuaca ekstrim di wilayah Bolaang Mongondow.

Bagikan !

Published

on

Bendungan Kosinggolan dan Toraut, Kecamatan Dumoga Barat juga dikabarkan meluap dan masuk ke pemukiman warga. (Foto: Doc BPBD Bolmong)

BOLMONG, ZONAUTARA.COM – Hujan yang terus mengguyur hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) beberapa hari terakhir mengakibatkan debit air sungai meningkat.

Bendungan Kosinggolan dan Toraut, Kecamatan Dumoga Barat juga dikabarkan meluap dan masuk ke pemukiman warga. Pusat Pengendalian dan Operasional (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolmong mencatat, dari hasil assessment, Jumat 3 Juli 2020, sejumlah desa di wilayah Dumoga terendam banjir luapan.

Kepala Seksi Penanggulangan Bencana BPBD Bolmong, Abdul Muin Paputungan mengatakan, sebelumnya BMKG sudah memberikan peringatan dini cuaca ekstrim di wilayah Bolaang Mongondow.

“Berdasarkan hasil pantauan di lapangan luapan Sungai Ongkag Dumoga menjadi pemicu utama. Puluhan rumah warga tergenang dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 100 cm,” kata Abdul Muin.

Sementara itu, luapan Bendungan Toraut dan Kosinggolan menggenangi pemukiman warga di Desa Toraut, Desa Doloduo II, Desa Doloduo III, Desa Wangga Baru, Desa Kosio, Desa Dondomon Selatan, dan Desa Dondomon. Jalan Penghubung Desa Doloduo II dan Desa Toraut amblas akibat tergerus luapan sungai. Meski begitu, kondisi jalan masih bisa dilewati.

“Saat ini hujan mulai reda. Dan air mulai surut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pendataan dampak cakupan wilayah masih terus dilakukan. Masyarakat Desa Doloduo III saat ini sementara mendirikan pos siaga antisipasi kemungkinan sungai kembali meluap. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat curah hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi masih berpotensi terjadi.

“Untuk wilayah Dumoga Bersatu hampir merata karena memang dataran rendah. Tapi rata-rata genangan terjadi akibat drainase yang buruk,” pungkasnya.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com